Perempuan Terus Didorong untuk Aktualisasikan Diri

Sare

Mama Paulina Pede diwawancarai wartawati dan penyiar RRI Pro 2 Ende dalam acara Seni Kata memperingati Hari Kartini, Kamis (23/4).

Oleh Avent Saur

Ende, Flores PosPerempuan terus didorong untuk mengaktualisasikan diri di ruang publik seturut potensi dan kompetensi yang dimilikinya. Melalui aktualisasi diri, kualitas-kualitas perempuan bisa tampak ke ruang publik demi membangun masyarakat bersama kaum laki-laki.

Hal ini dikemukan Maria Immculata Dete dari Bidang Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Ende ketika menjadi narasumber dalam acara “Seni Kata” yang digelar untuk memaknai Hari Kartini di Anjungan Lantai III Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Flores (Uniflor) Ende, Kamis (21/4) sore.

Kegiatan sastra puisi Seni Kata bertema “Perempuan dan Aktualisasi Diri” ini digelar Komunitas Sastra Rakyat Ende (Sare) dalam kerja sama dengan RRI Pro 2 Ende dan Komunitas Puisi JeLaTa (KPJ) PBSI Uniflor Ende.

Hadir dalam acara itu, penyair senior dan Pembina Komunitas Sare Pater John Dami Mukese SVD serta kru Komunitas Sare, Koordinator RRI Pro 2 Ende Vemmie Sare Ora serta kru RRI Pro 2, pemerhati perempuan Maria Immaculata Dete dari Gerakan Pemberdayaan Perempuan (GPP) JPIC Keuskupan Agung Ende.

Hadir juga Ketua Program Studi PBSI Uniflor dan penyair Suster Wilda Wisang CIJ, Pembina Komunitas KPJ Risma Bunga dan mahasiswa serta dosen PBSI Uniflor, dan mahasiswa Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM) Ende serta para santri dari Pondok Pesantren Wali Sanga Ende.

Acara ini disponsori PT Wings Jakarta Cabang Ende dan disiarkan langsung (onair) melalui RRI Pro 2 Ende.

Manfaatkan Ruang Terbuka

Immaculata Dete mengatakan, dahulu Kartini memberdayakan perempuan-perempuan di sekitar tempat tinggalnya, membentuk kelompok dan mengajari mereka bagaimana menghasilkan sesuatu yang bernilai. Perjuangan Kartini demi mengangkat martabat perempuan mesti selalu dimaknai agar perempuan zaman sekarang juga terus mengaktualisasi diri seturut potensi-potensinya.

“Tidak seperti dulu, iklim kebebasan aktualisasi diri sangat terbuka bagi perempuan. Perempuan mesti terus didorong untuk memanfaatkan ruang terbuka itu,” katanya.

Sementara pemerhati perempuan dari Gerakan Pemberdayaan Perempuan JPIC Keuskupan Agung Ende, Paulina Pede, mengatakan, banyak perempuan telah menampilkan diri ke ruang publik dengan menduduki pelbagai jabatan politik dan pemerintahan. Jumlahnya memang tidak sebanding kaum pria, tetapi kenyataan tersebut merupakan sebuah kemajuan yang bagus.

“Kita tetap yakni bahwa pada waktu mendatang semakin banyak perempuan yang mewujudkan dirinya dalam pelbagai aspek kehidupan. Dengan peringatan Hari Kartini, perempuan terus didorong untuk maju. Setiap kesempatan mesti dimanfaakan dengan baik,” katanya.

Tujuh Penyair Perempuan

Dalam bidang sastra, peneliti sastra NTT, Yohanes Sehandi, mengatakan, keterlibatan perempuan NTT di kancah sastra tidak sebanyak kaum laki-laki. Diharapkan, semakin banyak perempuan yang mengekspresikan dirinya melalui bidang sastra.

“Selama ini, baru tujuh perempuan yang terbilang sebagai penyair NTT. Mereka memperjuangkan martabat perempuan melalui karya-karya sastra antara lain novel, cerpen dan puisi,” ujarnya.

Acara yang dipandu master of ceremony (MC) Lady Badin dan Irin Ria, penyiar RRI Pro 2 Ende ini, diisi dengan pembacaan puisi, musikalisasi puisi, nyanyian dan pembacaan pantun yang dibawakan oleh pihak-pihak yang bekerja sama serta undangan.

Beberapa tokoh diwawancarai untuk meminta tanggapan dan pandangan tentang Hari Kartini dan perjuangan perempuan dewasa ini.*** (Flores Pos, 27 April 2016)

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s