Massa Rotasi Usir Bupati Yance Sunur Keluar dari Lembata

Rotasi

Aksi unjuk rasa kembali warnai kepemimpinan Bupati Eliaser Yentji Sunur. Kali ini datang dari Front Lembata Bersih (ROTASI) –gabungan dari beberapa elemen gerakan antara lain Forum Penyelamat Lewotanah Lembata (FP2L), Aliansi Peduli Kebenaran dan Keadilan anti Kekerasan (Aldiras), JPIC SVD dan Forum Peduli Kategori II Lembata (FPKL), dan Ika Wanted. Aksi damai yang digelar, Senin (23/05/2016) kembali mempertanyakan akhir ceritera dari semua persoalan yang melanda Lembata. (Foto dan komentar ini diambil dari sini, klik)

Oleh Maxi Gantung

Lewoleba, Flores Pos — Masyarakat Lembata sudah muak dengan sikap dan perilaku serta kepalsuan yang dipertontonkan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur selama hampir lima tahun. Karena itu, massa yang melakukan aksi demonstrasi di Kantor Bupati dan DPRD Lembata, Senin (23/5),  mengusir Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur untuk tidak perlu lagi tinggal dan pimpin Lembata yang semakin hari semakin rusak.

Ratusan massa yang mengusir Eliaser Yentji Sunur tergabung dalam Front Lembata Bersih (Rotasi) yang merupakan gabungan dari berbagai elemen yakni FP2L, Aldiras, Forum Peduli Kategori II (Tenaga Kontrak) Lembata dan JPIC SVD.

Sebelum melakukan aksi di Kantor Bupati Lembata, ratusan massa melakukan pawai keliling Kota Lewoleba yang dijaga oleh aparat Polres Lembata. Dalam perjalanan, para orator antara lain Broin Tolok, Elias Keluli Making dan beberapa orator lainnya berteriak “usir bupati Lembata untuk keluar dari Lembata dan segera mundur dari jabatannya”.

Menariknya, ketika orator meneriakkan “usir Yance Sunur dari Bumi Lembata”, masyarakat yang  berdiri di pinggir jalan juga ikut menyahut “usir dia”.

Broin Tolok dalam orasinya sepanjang jalur demonstrasi mengatakan, selama hampir lima tahun masyarakat telah ditipu oleh Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur. Selama ini ternyata ijazahnya tidak diakui oleh negara atau palsu. Bagaimana mungkin bupati yang berijazah palsu berbicara tentang pendidikan terhadap anak dan generasi muda kita.

“Karena itu, tidak ada cara lain selain masyarakat Lembata mengusir Eliaser Yentji Sunur untuk  segera angkat kaki dari Lembata,” katanya.

Tidak Ada dalam Pangkalan Data Dikti

Hal yang sama dikatakan Alex Murin dalam orasinya di depan Kantor Bupati Lembata. Sebagai Ketua Forum Penyelamat Lewotana Lembata (FP2L), dirinya sudah menemui dan menyurati Kemenristek, Kopertis Wilayah III Jakarta dan Dikti.

Surat balasan dari Kopertis dan Dikti yang ditujukan kepada FP2L menunjukkan bahwa Eliaser Yentji Sunur tidak ditemukan dalam pangkalan data Dikti. “Itu artinya, ijazah sarjana teknik (ST) yang dipakai oleh Eliaser Yentji Sunur selama ini tidak diakui oleh negara atau palsu,” ujarnya.

Alex Murin mengatakan, saat dirinya menyebarkan surat dari Dikti kepada masyarakat Kedang, Bupati minta masyarakat untuk melaporkannya ke Polsek Omesuri. Bahkan dirinya mendapat informasi dari KPU Lembata bahwa Bupati Yance Sunur bertanya kepada KPU, “apakah fotokopi ijazahnya yang beredar di masyarakat itu dikeluarkan oleh KPU atau tidak?”. Jika fotokopi ijazahnya tidak dikeluarkan oleh KPU, itu artinya Alex Murin dianggap mencuri fotokopi ijazahnya itu.

Alex Murin mengatakan, dirinya melihat bahwa Bupati Yance Sunur sudah panik. Karena itu, dirinya menegaskan bahwa sebelum tanggal 25 Agustus 2016, Eliaser Yentji Sunur sudah turun dari jabatannya.

Sebenarnya, pada Senin (23/5) dirinya diperiksa oleh Penyidik Polda NTT, untuk memberikan keterangan tambahan terkait kasus dugaan ijazah palsu yang dimiliki Eliaser Yentji Sunur. Namun karena ada demonstrasi, maka kemungkinan Rabu (25/5) baru dirinya memenuhi panggilan tim penyidik Polda NTT.

Alex juga mengatakan, kalau dirinya sudah memberikan keterangan tambahan, maka setelah itu tim penyidik Polda NTT memeriksa Yance Sunur. Kalau sudah diperiksa sebagai saksi, maka status Eliaser Yentji Sunur dari saksi naik menjadi tersangka.

Desak Polda NTT

Rotasi, dalam pernyataan sikap yang dibacakan Pater Vande Raring SVD menyatakan, kasus ijazah Bupati Lembata yang tidak diakui negara menjadi momok dan indikator kecerdasan dalam mendesain manajemen pemerintahan dan pembangunan yang harus tuntas diselesaikan menuju “Lembata Bersih dari Kejahatan dan Kepalsuan”.

Rotasi mendesak Polda NTT untuk memeriksa dan menetapkan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur ST, sebagai tersangka dalam kasus penggunaan ijazah yang tidak diakui negara.

Rotasi juga mendesak Bupati Lembata mengundurkan diri dari jabatannya karena ijazah yang bersangkutan tidak diakui negara. Karena itu, Bupati Lembata segera meninggalkan rumah jabatan bupati Lembata pascapengunduran diri.

Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur tidak berada di Lewoleba. Wakil Bupati Lembata Viktor Mado Watun dan Sekda Petrus Toda Atawolo dan sejumlah asisten terpaksa harus menerima massa rotasi. Viktor menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang melakukan demonstrasi di kantor bupati untuk menyampaikan aspirasi dan pernyataan sikap serta tetap menjaga situasi dan kondisi sehingga berjalan dengan aman.

“Apa yang disampaikan oleh Rotasi akan ditindaklanjuti,” ujarnya.*** (Flores Pos, 24 Mei 2016)

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s