RSUD Larantuka Tangani 31 Pasien Rujukan dari RSUD Maumere

Cipayung

Aktivis Cipayung melakukan long march di Jalan Ahmad Yani, Maumere, Kamis (26/5). Sepanjang jalan, mereka menyoroti manajemen RSUD Maumere khususnya pascaketiadaan dokter kandungan sejak beberapa bulan lalu. Tampak seorang aktivis mengadegankan “kondisi ibu hamil didampingi pasangannya”. (foto flores pos/wall abulat)

  •  Ibu-Ibu yang Bersalin

Oleh Wentho Eliando

Larantuka, Flores Pos — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Hendrik Fernandez Larantuka, selama periode Maret hingga Mei 2016 menangani 31 orang pasien bersalin yang dirujuk dari RSUD TC. Hillers Maumere, Kabupaten Sikka.

Pasien bersalin yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Sikka tersebut, “terpaksa” harus melahirkan di Larantuka, Kabupaten Flores Timur, dengan alasan ketiadaan dokter spesialis kebidanan (kandungan) di rumah sakit tersebut. Mereka menempuh perjalanan darat dengan kendaraan dalam waktu yang cukup lama karena jarak yang cukup jauh, sekitar 136 kilometer.

Diketahui publik bahwa sebenarnya RSUD TC. Hillers menjadi rujukan rumah sakit lain di wilayah daratan Pulau Flores dan Pulau Lembata.

Kebijakan rujukan dan ketiadaan dokter kandungan itu dipersoalkan sejumlah pihak dan elemen pergerakan mahasiswai di Kabupaten Sikka.

Sejak Januari lalu, di mana satu-satunya dokter spesialis kandungan yang berpraktik di RSUD TC Hillers Maumere dipanggil pulang oleh Pemkab Manggarai. Hingga kini, belum ada langkah maju yang ditempuh Pemerintah Kabupaten Sikka di bawah kepemimpinan Bupati Yoseph Ansar Rera dan Wakil Bupati Paolus Nong Susar.

RSUD TC. Hillers Maumere dinilai sangat jelas tidak memenuhi standar kelayakan pelayanan dan ketersediaan dokter spesialis (ahli) kandungan sebagai rumah sakit rujukan di wilayah daratan Pulau Flores dan Pulau Lembata. Pemerintah Kabupaten Sikka dan DPRD Sikka dinilai lamban menangani masalah kesehatan dan nyawa masyarakat serta mutu pelayanan rumah sakit berkelas tersebut.

31 Pasien

Pelaksana Tugas Direktur RSUD dr Hendrik Fernandez Larantuka, Ambrosia Kleden, dikonfirmasi Flores Pos, di ruang kerjanya, Jumat (27/5) mengaku, banyak pasien persalinan dari RSUD TC. Hillers Maumere, dirujukkan ke RSUD Hendrik Fernandez. Rujukan itu dilakukan sejak Maret hingga Mei 2016. Pasien yang dirujuk itu telah ditangani dengan baik di RSUD Hendrik Fernandez.

Ambrosia Kleden mengatakan, berdasarkan data yang ada, pasien persalinan asal Maumere yang dirujuk dari RSUD TC Hillers terjadi sejak Maret 2016 lalu hingga Kamis (26/5). Sejak Maret hingga 26 Mei 2016, pasien dari Maumere yang diterima berdasarkan rujukan tersebut berjumlah 31 orang. Pada Maret jumlah 3 pasien dengan rincian 1 pasien bersalin dengan normal dan 2 pasien bersalin dengan cara operasi.

Menurutnya, untuk April jumlah pasien 11 orang dengan rincian 3 pasien bersalin normal dan 8 pasien bersalin melalui operasi. Pada awal Mei hingga Kamis (26/5), jumlah pasien rujukan 21 orang dengan rincian 6 pasien bersalin normal, 14 pasien bersalin melalui operasi dan 1 pasien abortus. Hingga Kamis (26/5), rujukan dari RSUD TC Hillers Maumere ke RSUD Hendrik Fernandez Larantuka masih terus berlangsung.

“Data terkini pada Kamis kemarin 1 pasien bersalin. Sudah bersalin normal. Demi kepentingan pasien, kami tidak bisa memberikan data nama dan alamat mereka. Tapi memang sejak Maret hingga Mei, kami banyak menerima pasien persalinan yang dirujuk dari RSUD TC. Hillers Maumere. Informasi yang kami dapat rujukan terjadi karena dokter yang berkompoten atau dokter spesialis kebidanan untuk menangani persalinan di RSUD TC Hillers Maumere, sudah kembali ke Manggarai sehingga terjadi kevakum dokter spesialis di rumah sakit tersebut,” katanya.

Ambrosia Kleden, yang juga Kepala Bidang Pelayanan Keperawatan ini, mengatakan, RSUD Hendrik Fenandez Larantuka memiliki 3 dokter Pegawai Negeri Sipil (PNS) spesialis kebidanan (kandungan). Namun pada saat ini, 1 dokter sedang mengikuti pra jabatan di Kupang, sehingga yang ada dan bertugas 2 dokter saja.

Meski begitu, semua pasien persalinan baik di wilayah Flotim maupun pasien rujukan dari Maumere bisa ditangani baik.

“Kondisi sumber daya manusia kami mampu untuk menangani itu. Kami punya 3 dokter spesialis kebidanan itu. Kami siap menangani pasien termasuk pasien persalinan rujukan dari RSUD Maumere,” katanya.

Demonstrasi Cipayung

Flores Pos, Jumat (27/5), menurunkan berita terkait desakan elemen masyarakat Sikka melalui aktivis Cipayung yang merupakan gabungan dari PMKRI Santo Thomas Morus Maumere, GMNI dan PMII.

Para aktivis pergerakan mahasiswa tersebut turun ke jalan melakukan aksi demo dan long march di beberapa ruas jalan utama Kota Maumere, Kamis (26/5).

Dalam orasi dan tuntutannya, aktivis Cipayung mendesak Bupati Sikka, Yoseph Ansar Rera, segera mencopot Direktur RSUD Maumere dan segera mendatangkan dokter ahli kandungan.*** (Flores Pos, 28 Mei 2016)

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s