Jejak Kunjungan Paus Fransiskus di Meksiko (1)

Paus Fransiskus9

Paus Fransiskus dalam kunjungan ke Meksiko pada Februari 2016

Oleh Herman Barung

Tierra de los Peregrinos

Tierra de los peregrinos (tanah/bumi para peziarah) adalah julukan yang menggugah rasa ingin tahu saya tentang Meksiko. Sebelum menginjak tierra de los peregrinos ini mungkin sama seperti orang lain, saya mengenal Meksiko dari  dunia tinju dan sepak bola. Misalnya, petinju Oscar De la Hoya, atau pemain sepak bola seperti Chicharito.

Tetapi apa arti julukan tierra de los peregrinos? Julukan ini tidak bisa kita kenal dari dunia olahraga. Julukan tierra de los peregrinos berkaitan erat dengan dunia rohani atau dunia iman yang dalam bingkai besarnya terangkum dalam dunia keagamaan. Mungkin ini alasan yang bisa saya ajukan, mengapa julukan ini hanya bisa dikenal ketika kita ada, mengenal mereka dari dalam, dan dari irama kehidupan mereka sehari-hari.

Sebagai orang Indonesia, saya memahami ziarah dalam dua aktivitas berikut. Pertama, mengunjungi gua Maria. Ziarah seperti ini bisa dipahami sebagai ziarah rohani seperti kebanyakan orang Katolik pahami. Kedua, kunjungan ke taman makam pahlawan, ziarah dalam konteks nasional. Namun demikian, meskipun begitu gencarnya kita di Indonesia berziarah, kita tidak dijuluki “peziarah”, malah sebaliknya karena tempat yang kita kunjungi sudah dikenal sebagai “tempat ziarah”, maka kunjungan kita disebut “berziarah”. Ini yang membuat kita berbeda sedikit dengan orang-orang Meksiko. Mereka dikenal sebagai para peziarah, identitas peziarah melekat pada diri, bukan pada tempatnya.

Sejarah panjang kekatolikan Meksiko melekat erat dengan peristiwa penampakan Bunda Maria de Guadalupe di Bukit Tepeyac. Peristiwa ini merupakan titik tolak dari seluruh peziarahan umat Katolik Meksiko. Pada peristiwa penampakan Bunda Maria di Bukit Tepeyac, salah satu permintaan Bunda Maria kepada Juan Diego adalah memberitahu Uskup Sumarraga agar mendirikan sebuah Gereja yang diabdikan khusus baginya di tempat itu. Gereja itu akan menjadi tempat di mana Maria menaruh perhatian dan belaskasihannya kepada setiap orang yang datang kepadanya.

Kenyataan sekarang bahwa setiap hari ribuan orang berdatangan dari berbagai penjuru Meksiko, dan bahkan dari berbagai belahan dunia, merupakan sebuah testimonio.

Sebuah bukti bahwa Maria sendiri akan mengarahkan setiap hati orang Katolik untuk mendekatkan dirinya pada tempat yang pernah ia sendiri janjikan. Di tempat itulah secara khusus Maria mendengarkan setiap keluhan dan permohonan orang-orang yang mengharapkan pertolongannya. Gereja melalui kongregasi yang melayani setiap umat yang berziarah ke Basilika Maria de Guadalupe menyempurnakan ungkapan iman umat ini dengan perayaan ekaristi. Jangan heran, di Basilika Maria de Guadalupe, perayaan ekaristi berlangsung setiap hari setiap jam, minimal 10 perayaan.

Meksiko mempunyai kenangan tersendiri tentang mendiang Paus Yohanes Paulus II. Dari mulut beliaulah julukan tierra de los peregrinos menjadi begitu bergema. Julukan ini sebenarnya juga dikenakan pada dirinya sendiri, bahwa di mata orang Meksiko, “El Papa Juan II”  adalah “peziarah” yang ulung.  Kepada beliau, orang-orang Meksiko menjulukinya “El Papa de Los Peregrinos” (Paus bagi para peziarah). Mengapa tidak, dalam masa kepausannya, beliau menoreh sebuah rekor kunjungan yang fantastis, lima (5) kali ke Meksiko. Mungkin akan sama fantastisnya dengan rekor orang Meksiko sendiri jika berhasil lima (5) kali mengunjungi Bukit Tepeyac. Dengan paparan singkat ini, kita mungkin akhirnya mengerti mengapa Meksiko dijuluki Tierra de los peregrinos.

Jejak-Jejak “El Papa”

“El Papa” Fransisco mengunjungi Meksiko pada 12-17 Februari 2016 lalu. Sebuah kunjungan yang cukup lama tetapi padat aktivitas. Antusiasme umat Meksiko begitu tinggi menyambut kedatangan “El Papa” sejak tiba di Bandara Internasional Meksiko sekitar pukul 19.17 waktu Meksiko (waktu Flores sekitar pukul 09.17 pagi tanggal 13 Februari). Beliau disambut dengan hangat, kelompok musik mariachi menyanyikan lagu bienvenido, selamat datang.

Herman Barung

Herman Barung, Misionaris SVD asal Manggarai Timur Tinggal di Meksiko

Sementara itu, Presiden Meksiko Henrique Pena Nieto dan istrinya Angelica Rivera sudah menunggu untuk menyalami beliau. Empat anak menggunakan pakaian khas dari empat kota antara lain Oaxaca, Veracruz, Puebla dan Jalisco, menyerahkan sebuah tabut simbol 32 kota di negara Meksiko untuk selanjutnya diberkati. Ada juga di sana seorang anak yang sakit yang menunggu dengan sabar agar diberkati “El Papa”. Kemudian beliau dengan “papa movil” (mobil khusus) menuju Nunciatura Apostolica.

Selama dalam perjalanan, beliau tak henti-hentinya melambaikan tangan dan memberkati umat yang berbaris sepanjang jalur yang dilewati. Orang-orang meneriaki yel-yel sebagai ungkapan perasaan mereka, “Fransisco amigo, el pueblo esta contigo” (Teman Fransisco, umatmu ada bersamamu). Beliau tiba di Nunciatura Apostolica pukul 20.55.

Setelah turun dari papamovil beliau menyalami orang-orang yang sudah sedang menunggu untuk menyalami beliau dari dekat. Meskipun telah menempuh perjalanan jauh, beliau tetap sabar menyalami umat, dan senyuman yang lebar tergambar di wajahnya yang cerah. Bienvenido a Mexico! Selamat datang ke Meksiko!*** (Flores Pos, 9 Juni 2016)

Artikel Serial:

Jejak Kunjungan Paus Fransiskus di Meksiko (2)

Jejak Kunjungan Paus Fransiskus di Meksiko (3)

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in FEATURE and tagged , . Bookmark the permalink.

One Response to Jejak Kunjungan Paus Fransiskus di Meksiko (1)

  1. Arvin EA says:

    Luar biasa. Smoga sy dan semua orng Indonesia sungguh mnjdi peziarah dan bukan hanya berziarah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s