Pater Vande: Bupati Yance Sunur Mesti Gugat Kopertis dan Dikti

Pater Marsel Vande Raring SVD

Pater Marsel Vande Raring SVD, Staf JPIC SVD Ende

Eliazer Yentji Sunur

Bupati Lembata Eliazer Yentji Sunur

Oleh Maxi Gantung

Lewoleba, Flores Pos — Pater Marselinus Vande Raring SVD dilaporkan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur dengan tuduhan melakukan pencemaran nama baik saat berkhotbah pada Minggu, 8 Mei 2016 di Gereja Stasi Tapolangu, Kecamatan Lebatukan.

Pater Vande Raring SVD usai diperiksa penyidik Polres Lembata, dengan tegas mengatakan, dalam khotbahnya, dirinya tidak pernah memfitnah Bupati Lembata. Pater Vande minta bupati untuk menggugat atau melaporkan Kopertis Wilayah III Jakarta dan Dikti yang mengeluarkan surat resmi yang mengatakan bahwa data akedemik dari Eliaser Yentji Sunur tidak ditemukan dalam pangkalan data Dikti.

Hal ini disampaikan Pater Vande Raring usai diperiksa penyidik Polres Lembata, Selasa (14/6). Pater Vande mengatakan, ada kurang lebih 13 pertanyaan yang diajukan oleh penyidik.

Kepada penyidik, Pater Vande mengatakan bahwa dalam khotbahnya di Gereja  Stasi Tapolangu, dirinya tidak pernah memfitnah Bupati Lembata Yance Sunur. Pater Vande juga menyatakan dirinya tidak punya tendesi untuk memfitnah Bupati Lembata.

“Saya hanya mengaplikasikan pesan Yesus soal doa dan persatuan para murid Yesus dalam kehidupan sosial, politik dan agama saat ini khususnya di Lembata,” katanya.

Pater Vande juga mengatakan, dirinya kaget mendengar bahwa Bupati Lembata melaporkan dirinya dengan tuduhan pencemaran nama baik bupati saat khotbah di Tapalangu.

Ia juga kaget karena waktu itu bupati tidak hadiri misa di Tapalangu. Namun dirinya sempat membaca surat dari ketua dewan Stasi Tapolangu dan sekretaris dewan Stasi Tapolangu yang ditujukan kepada Pastor Paroki Hadakewa dan tembusan dikirim kepada Camat Lebatukan dan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur. Atas dasar surat dewan stasi ini, bupati melaporkan Pater Vande ke Polres Lembata.

Pater Vande mengatakan, dirinya membaca surat dari ketua dewan stasi dan sekretarisnya tersebut. Namun isi laporan dari surat ketua dan sekretaris dewan Stasi Tapolangu itu tidak ada unsur pemfitnahan.

“Jangan-jangan ketua dan sekretaris dewan yang merasa sakit hati atas nama bupati, karena saya tidak punya niat sedikit pun untuk melakukan pencemaran nama baik bupati atau siapa pun. Saya hanya menjalankan tugas profetis saya sebagai imam dan mengaplikasikan pesan Yesus dalam konteks kehidupaan umat atau masyarakat,” katanya.

Pater Vande mengatakan, salah satu persoalan dasar yang berkaitan dengan Bupati Lembata adalah bahwa ada surat resmi dari lembaga negara yakni Kopertis Wilayah III Jakarta dan Dikti yang mengatakan bahwa data akademik dari Yance Sunur (Bupati Lembata) tidak ada dalam pangkalan data Dikti. Itu artinya ijazah sarjana dari Yance Sunur tidak diakui oleh negara.

Karena itu, dirinya memiliki tugas moral untuk menyampaikan kepada masyarakat karena umat wajib tahu.

“Mengapa umat wajib tahu? Ya, karena bupati adalah pejabat publik. Karena bupati adalah pejabat publik, maka masyarakat harus tahu siapa sesungguhnya pemimpinnya itu.”

Ia juga mengatakan, kalau bupati tersinggung dengan khotbahnya, maka mestinya bupati tersinggung dan menggugat kopertis dan Dikti yang mengeluarkan surat tersebut.

Saksi

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lembata, AKP  Briston Napitupulu, di ruang kerjanya mengatakan, Pater Vande diperiksa terkait dengan laporan Bupati Lembata Eiaser Yentji Sunur. Bupati melaporkan Pater Vande terkait dengan khotbah Pater Vande di Tapalangu. Kasat Reskrim mengatakan, Pater Vande diperiksa sebagai saksi.

Kasat Reskrim mengatakan, penyidik sudah memeriksa beberapa saksi termasuk saksi pelapor Eliaser Yentji Sunur.  Pasal yang dikenakan terhadap Pater Vande adalah Pasal 310 ayat 1 dan Pasal 311 ayat 1 . Pasal 310 ancaman hukuman 9 bulan dan Pasal 311 ancaman hukumannya  4 tahun.*** (Flores Pos, Rabu, 15 Juni 2016)

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , . Bookmark the permalink.

One Response to Pater Vande: Bupati Yance Sunur Mesti Gugat Kopertis dan Dikti

  1. hirro says:

    lucu juga ya, umat semacam ini yang benar2 bodok sejagad ini, kosong iman kali ya? pejabat seperti ini yang ingin menyamakan dirinya lebih dari binatang, kalau memang ijazah palsu knpa tdk malu? klo memang tdk palsu knpa tersinggung? Teruskan pater vande, jgn takut Tuhan bersamamu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s