Mengatasi Narkoba Bergantung pada Individu dan Sistem

Berbicara Narkoba

Dokter Heny Ratnawani (kedua kiri) berbicara dalam talk show pada acara Malam Puisi ke-33 yang digelar Komunitas Sastra Rakyat Ende (Sare) di Aula Stipar Ende, Sabtu (25/6). Tampak juga pembicara lain, Pastor Campus Ministry Universitas Flores Ende Pater John Balan SVD (pertama kiri), Kasat Narkoba Polres Ende IPTU Fayadin Samkita (ketiga kiri) dan MC Irin Ria dari RRI Ende (kanan).

  • Malam Puisi Ke-33 Peringati HANI 2016

Oleh Avent Saur

Ende, Flores Pos — Persoalan narkoba hanya mungkin bisa diatasi dengan baik bergantung pada individu dan sistem yang dibangun oleh pemerintah.

Kalau setiap individu menyadari bahwa penyalahgunaan narkoba itu jahat, dan kalau pemerintah membangun sistem yang memadai terkait pemberantasan narkoba, maka bukan tidak mungkin, penyebaran dan penyalahgunaan narkoba akan bisa diselesaikan.

Kepala Bidang Pelayanan BLUD RSUD Ende, Dokter Heny Ratnawati, mengatakan ini dalam kegiatan Malam Puisi ke-33 yang digelar Komunitas Sastra Rakyat Ende (Sare) di Aula Mgr. Donatus Djagom SVD Sekolah Tinggi Ilmu Pastoral (Stipar) Atma Reksa, Jalan Gatot Subroto Ende, Sabtu (25/6).

Malam puisi ini digelar untuk memaknai Hari Anti (Penyalahgunaan) Narkoba Internasional (HANI) yang jatuh pada 26 Juni 2016.

Serang Sistem Saraf

Dokter Heny mengatakan, semua orang mesti menyadari bahwa kerja narkoba menyerang sistem saraf otak sebagai pusat kesadaran dan pikiran. Hal itu akan memengaruhi perilaku orang yang menggunakannya.

“Kalau orang sungguh sadar akan hal ini, maka orang harus mengendalikan diri untuk tidak menggunakan narkoba,” katanya.

Menurut dokter Heny, narkoba bukan hanya pengaruhi perilaku, melainkan juga pengaruhi seluruh kesehatan diri seseorang, antara lain kesehatan fisik, mental-emosional, sosial dan spiritual serta juga pengaruhi produktivitas.

“Diharapkan, secara individual orang mengontrol diri dari penyalahgunaan narkoba, dan secara kolektif, pemerintah mesti membangun sistem untuk mengawasi penyalahgunaan dan penyebaran narkoba,” ujarnya.

Selain dokter Heny, hadir juga tiga pemateri dalam acara talk show pada malam puisi itu, antara lain Pastor Campus Ministry Universitas Flores Pater John Balan SVD dan Kepala Satuan Narkoba Polres Ende IPTU Fayadin Samkita.

Pribadi Psikopat

Pater John Balan mengatakan, secara psikologis, orang yang menggunakan narkoba akan berubah menjadi pribadi psikopat yang berarti anti sosial.

Pengguna narkoba akan bersikap tidak peduli terhadap lingkungan dan orang-orang di sekitarnya, bahkan menaruh rasa benci terhadap orang-orang yang paling dekat tanpa alasan yang jelas.

“Psikopat itu termasuk pribadi yang abnormal, perilakunya tidak seperti orang-orang lain pada umumnya. Psikopat bahkan akan sangat brutal terhadap orang lain, dan merasakan pelbagai krisis dalam dirinya,” katanya.

Pater John mengapresiasi inisiatif Komunitas Sare yang menghimpun kaum muda untuk berbicara tentang masalah sosial seperti penyalahgunaan narkoba. Ini berguna untuk bersatu melawan hal-hal yang tidak mendukung pembentukan pribadi yang berkualitas.

“Ada banyak persoalan yang mesti dibahas terkait kaum muda. Bukan cuma dalam talk show pada malam puisi ini, melainkan juga bisa kita selenggarakan acara lain yang berbicara tentang bagaimana mencari solusi terhadap pelbagai persoalan yang mendera kaum muda saat ini,” ujarnya.

Rehabilitasi

Sementara Kasat Narkoba Polres Ende Fayadin Samkita mengutarakan pelbagai ciri orang-orang yang menggunakan narkoba, antara lain sering jalan sempoyongan, bicara kurang jelas dan juga sering mengurung diri di dalam kamar.

Karena itu, menurutnya, kalau masyarakat menemukan orang dengan pelbagai ciri demikian, silahkan melaporkannya kepada pihak kepolisian untuk selanjutnya polisi mencari solusi demi mengatasinya.

“Lapor kepada polisi tidak berarti pengguna narkoba itu diproses hukum lalu masuk penjara. Hal paling utama yang ditempuh oleh polisi terhadap para pengguna narkoba adalah mengirim ke tempat rehabilitasi agar orang itu bisa pulih lagi kesehatannya,” katanya.

Peserta

Dalam malam puisi ini, Komunitas Sare bekerja sama dengan Stipar Ende, Satuan Narkoba Polres Ende, Anak Muda Claretian (AMC) Pu’urere Ende, Komisi Penanggulangn AIDS (KPA) Kabupaten Ende dan Konsorsium Lembaga Pemberdayaan Anak dan Masyarakat Flores (KLPAMF)-Child Fund Internasional, serta didukung oleh PT Wings Food Indonesia Cabang Ende.

Hadir pada kesempatan itu, Pembina Komunitas Sare Pater John Dami Mukese SVD, Pendamping Komunitas Sare Pater Avent Saur SVD, Kasat Narkoba Polres Ende IPTU Fayadin Samkita, Mahasiswa dan dosen Stipar Ende, pendamping dan kru AMC Pu’urere Pater Paul Jeramun CMF.

Hadir juga undangan dari Komunitas Puisi JeLaTa PBSI Universitas Flores dan para guru SM3T Semarang dan Bali, dan para dosen PBSI Universitas Flores serta PMKRI Cabang Ende.

Acara dipandu MC Irin Ria dari RRI Ende dan Yos dari KLPAMF-Child Fund Internasional.

Selain malam puisi, Komunitas Sare dan pihak-pihak yang bekerja sama juga menggelar kampanye anti penyalahgunaan narkoba di simpang lima Kota Ende pada Minggu (26/6), hari puncak HANI 2016.

Peserta kampanye memasang spanduk di pinggir jalan dan membagikan stiker bertuliskan “Ma’e Pake Narkoba, Bro!” kepada para pengguna jalan.*** (Flores Pos, Rabu, 29 Juni 2016)

Kampanye anti narkoba

Kru Komunitas Sare, para guru SM3T, Kru KlPAMF-Chilnd Fund dan mahasiswa Stipar berpose bersama usai gelar kampanye anti penyalahgunaan narkoba pada Minggu (26/6) di simpang lima Kota Ende.

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s