Pemerintah Mesti Perhatikan Orang dengan Gangguan Jiwa

seminar-kesehatan-jiwa-2016

Ketua KKI Pater Avent Saur SVD berbicara ketika dimintai pendapat dalam seminar kesehatan jiwa yang digelar KKI Ende di Aula STPM Ende, Sabtu (8/10).

  • Seminar Kesehatan Jiwa

Oleh Avent Saur

Ende, Flores Pos — Pemerintah didorong untuk memerhatikan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang selama ini diabaikan dari sisi kebijakan pemerintah baik kebijakan anggaran maupun kebijakan perundang-undangan. Jumlah ratusan orang dengan gangguan jiwa di wilayah Kabupaten Ende adalah akumulasi dari kurangnya perhatian pemerintah terhadap mereka.

Inilah titik simpul seminar kesehatan jiwa yang digelar Kelompok Kasih Insanis (KKI) Ende yang khusus peduli terhadap orang dengan gangguan jiwa di Aula Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM) Santa Ursula Ende, Sabtu (8/10).

Seminar ini digelar dalam rangka memaknai Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2016 yang jatuh pada 10 Oktober 2016. Hadir sebagai narasumber psikiater dari RSUD SK Lerik Kupang dr Niniek Widiandriany dan Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial pada Dinas Sosial Kabupaten Ende Nini Wijaya Sumbi. Moderator, Ekarista Pangu.

Sementara peserta, hadir Kepala Bidang Pelayanan RSUD Ende Heni Ratnawati, Kepala Bidang Pelayanan Dinas Kesehatan Ende Fransiska N Ero, Pemimpin Panti Rehabilitasi Jiwa Renceng Mose dari Ruteng (Kabupaten Manggarai) Bruder John Baptista Ganti FC dan dua mantan ODGJ, Ketua MUI Ende Haji Djamal Humris, biarawan-biarawati, Pastor Rekan Paroki Roworeke Romo Egi Pareira, ratusan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Ende, kru KKI Ende dan ratusan undangan.

dr-niniek-widiandriany

dr Niniek Widiandriany

Dokter Niniek Widiandriany yang  membawa materi berjudul “Kesehatan Jiwa” mengatakan, ada tiga jenis gangguan kesehatan jiwa antara lain gangguan ringan, sedang dan berat. Ciri khas orang sehat adalah bahwa orang dengan gangguan jiwa mesti diobati, bukan dibiarkan tak berobat, apalagi diabaikan.

Sekalipun orang gangguan jiwa kadang tidak mau mengonsumsi obat, tukar dr Niniek, tetapi anggota keluarga yang sehat mesti terus memberi motivasi dan perhatian agar ia menyadari bahwa dirinya sakit dan membutuhkan pengobatan.

“Meminum obat adalah sebuah kebutuhan. Semua pihak baik keluarga, kelompok sosial, masyarakat, terutama pemerintah mesti menyediakan obat terhadap ODGJ,” kata dr Niniek.

Pertanyakan Peran Pemerintah

Beberapa peserta diskusi memertanyakan peran pemerintah terhadap penanganan masalah ODGJ baik yang berkeliaran di jalan-jalan dan berdiam di rumah-rumah dalam kondisi memprihatinkan maupun yang terpasung bertahun-tahun.

“Berkeliaran di jalan-jalan tanpa arah dan fakta pemasungan adalah hal yang tidak manusiawi dan tidak bermartabat. Di manakah peran pemerintah terhadap masalah ini?” kata Adrianus, mahasiswa STPM dalam sesi diskusi.

Adrianus menambahkan, pemerintah diminta agar memiliki kebijakan untuk menangani orang dengan gangguan jiwa. Alokasi anggaran untuk ODGJ mesti disediakan.

Sementara Pastor Rekan Paroki Roworeke Romo Egi Pareira, mengatakan, penanganan terhadap ODGJ hanya mungkin dijalankan kalau ada persediaan anggaran di dinas terkait. Romo Egi menanyakan sejauh mana upaya pemerintah untuk mendatangkan dana dari pemerintah pusat atau juga upaya mengegolkan anggaran dalam APBD.

“Ada banyak ODGJ di wilayah kita. Masalah ini mesti ditangani secara serius. Mesti ada anggaran khusus untuk kehidupan mereka,” katanya.

Kekurangan Anggaran dan Kebijakan

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial pada Dinas Sosial Kabupaten Ende, Nini Wijaya Sumbi, yang membawakan materi “Peran Dinas Sosial Kabupaten Ende terhadap Masalah Kesejahteraan Sosial”, mengatakan, ada beberapa orang dengan gangguan jiwa yang sudah didata Dinsos. Sementara ratusan ODGJ terdata oleh KKI Ende.

Menurut Nini, Dinas Sosial sudah mengantar tiga ODGJ ke Panti Phala Martha Sukabumi, Jawa Barat. Sementara terhadap ODGJ lainnya, dinas sosial bersama KKI Ende mengantar mereka ke panti rehabilitasi Santa Dymphna di Maumere, Kabupaten Sikka, dan ke Panti Renceng Mose di Ruteng, Kabupaten Manggarai.

“Dinsos tidak bisa berbuat banyak hal terhadap masalah ODGJ lantaran keterbatasan anggaran dan regulasi terkait masalah ini. Dinsos hanya bisa membantu KKI untuk mengantar ODGJ ke panti, sementara biaya di panti, itu diurus oleh KKI Ende dan keluarga ODGJ,” tuturnya.

Jauh dari Harapan

Sementara Kepala Bidang Pelayanan RSUD Ende, dr Heni Ratnawati mengatakan, pemerintah terutama RSUD mengakui bahwa pelayanan terhadap ODGJ masih sangat jauh dari harapan. RSUD tidak memiliki poli jiwa dan tidak menyediakan obat yang maksimal terhadap ODGJ.

Menurut dr Heni, mengingat banyak jumlah ODGJ yang telah didata KKI Ende, pihaknya berencana membuka poli jiwa di RSUD Ende. RSUD, lanjutnya, sedang melakukan lobi untuk membangun kerja sama dengan dokter jiwa di Kupang agar secara berkala ODGJ dilayani dokter.

“Mudah-mudahan, dengan adanya dokter jiwa, masalah ODGJ bisa ditangani dengan baik. RSUD, dinas sosial dan dinas kesehatan, akan berjalan bersama untuk mengatasi masalah ini,” tuturnya.

Selain seminar kesehatan jiwa, KKI Ende juga melakukan dua kegiatan, antara lain malam puisi bertema “Sastra dan Kemanusiaan” pada Minggu (9/10) di Aula BBK Ende, dan kampanye kesehatan jiwa, Senin (10/10).*** (Flores Pos, Senin, 10 Oktober 2016)

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Pemerintah Mesti Perhatikan Orang dengan Gangguan Jiwa

  1. MaValent says:

    Dear KKI….makasih atas perhatiannya…pak Presiden Republik kami..berilah hatimu kembali pada kami..manusia yg sebenarnya punya hati…kepada semua yg membantu…makasih….Kiranya NYA akan menempatkan mu di surga….nanti… MaValent-Medan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s