Camat, Lurah dan Kades Se-Kabupaten Ende Diperintahkan Mendata ODGJ

dialog-dg-odgj

Wakil Bupati Ende, Haji Djafar Achmad (bertopi membelakangi lensa) berdialog dengan seorang ODGJ (wajah disensor) di Pasar Wolowona, Ende, Senin (10/10).

Oleh Avent Saur

Ende, Flores Pos — Camat, lurah dan Kepala Desa se-Kabupaten Ende diperintahkan untuk mendata orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di wilayahnya masing-masing. Pendataan itu dilakukan agar selain mengetahui jumlah ODGJ, juga agar mereka dapat ditangani secara baik.

Wakil Bupati Ende Haji Djafar Achmad mengatakan bahwa camat, lurah dan kepala desa diharapkan tidak hanya mengurusi proyek fisik, melainkan juga nyawa manusia semisal orang dengan gangguan jiwa. Pihak-pihak ini, kata Djafar mesti menyerap aspirasi masyarakat termasuk kelompok sosial ke dalam pagu indikatif desa (Pides) dan pagu indiktif kelurahan (Pikel).

“Bagaimana rasanya kalau justru kelompok sosial semacam KKI yang lebih peduli mengurusi orang dengan gangguan jiwa sementara pemerintah paling dekat dengan warga hanya melihat saja,” katanya.

Wabup Djafar mengutarakan ini dalam kata sambutan ketika memimpin pembongkaran pasung seorang ODGJ di Kampung Roworeke, Kelurahan Rewarangga, Kecamatan Ende Timur, Kabupaten Ende, Senin (10/10).

Kegiatan pembongkaran pasung ini diprakarsai oleh Kelompok Kasih Insanis (KKI) Ende yang khusus peduli terhadap ODGJ dalam rangka memaknai Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2016 yang jatuh pada 10 Oktober.

Hadir pada kegiatan pembongkaran itu, Asisten I Setda Ende Kornelis Wara, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ende Yeremias Bore, Direktris RSUD Ende Mariana Evelyn Pani, Camat Ende Timur Karolus Jemada, Lurah Rewarangga Pieter Thomas Tanoel, Pastor Rekan Paroki Roworeke Romo Egi Pareira, kru KKI Ende dan ratusan undangan serta warga masyarakat Roworeke.

Temui ODGJ di Pasar Wolowona

Usai kegiatan pembongkaran pasung, bersama kru KKI Ende, Wabup Djafar dan rombongan menuju Pasar Wolowona untuk mengikuti kegiatan visitasi yang selama ini dilakukan KKI setiap akhir pekan.

Pada visitasi itu, Djafar dan peserta menemui beberapa ODGJ yang biasa berkeliaran di Pasar Wolowona. Djafar berdialog dengan beberapa ODGJ dan memberikan mereka makanan dan minuman yang sudah disediakan KKI.

Djafar mengatakan, orang dengan gangguan jiwa mesti dikembalikan ke kampung dan keluarga mereka. Pemerintah akan menyediakan fasilitas transportasi agar mereka kembali bergabung dengan keluarga dan dirawat dengan baik serta diberikan obat.

Pada kesempatan itu, Wabup Djafar memanggil asisten I Setda Ende Kornelis Wara, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ende Yeremias Bore, Direktris RSUD Ende, Camat Ende Timur Karolus Jemada dan Lurah Rewarangga Pieter Thomas Tanoel. Djafar menegaskan kepada mereka untuk segera mengurus orang dengan gangguan jiwa, bukan cuma yang berada di Pasar Wolowona melainkan juga yang berkeliaran di dalam Kota Ende dan sekitarnya.

Khusus kepada Camat Ende Timur Karolus Jemada dan Lurah Rewarangga Pieter Thomas Tanoel, Wabup Djafar menugaskan untuk segera mendata ODGJ yang sering berkeliaran di Pasar Wolowona dengan batas waktu akhir Oktober ini.

“Kalian berdua diperintahkan untuk mencari tahu kampung dan keluarga mereka. Seturut informasi dari KKI, ada 6 ODGJ yang selalu berada di Pasar Wolowona. Datakan mereka, dan akhir bulan ini, saya mesti sudah terima datanya,” tegasnya.

Djafar juga memerintahkan camat dan lurah untuk mengurus BPJS atau Jamkesda orang dengan gangguan jiwa agar mereka bisa memeroleh obat dari rumah sakit. Kepada direktris RSUD Ende, Djafar meminta untuk menyediakan obat bagi ODGJ.

“Saya minta sediakan obat untuk mereka. Mereka harus dirawat dan diobati,” katanya.

Semua Mata Mulai Terbuka

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ende, Yeremias Bore mengatakan, kegiatan memaknai Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2016 yang diselenggarakan KKI membuat banyak pihak mulai buka mata terhadap masalah ODGJ. Diharapkan, setelah mata terbuka baik masyarakat maupun pemerintah memerhatikan masalah ini.

“Selama ini orang menutup mata terhadap masalah ODGJ. Saya mengapresiasi KKI karena telah melakukan hal-hal nyata untuk membuka mata semua pihak untuk bersama memerhatikan dan menangani masalah ini.*** (Flores Pos, Rabu, 12 Oktober 2016)

temui-odgj

Wakil Bupati Ende, Haji Djafar Achmad (bertopi dekat stan) berbaur dengan peserta kampanye kesehatan jiwa di Pasar Wolowona Ende, Senin (10/10). Djafar menemui beberapa orang dengan gangguan jiwa yang berkeliaran di Pasar Wolowona.

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s