Warga Blokir Jalan Menuju Lokasi Tambang Galian C di Mego

  • Rusakkan Lingkungan

Oleh Wall Abulat

tambang-galian-c

Tambang galian C

Maumere, Flores Pos Warga Dusun Ratekalo, Desa Bhera, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka, Minggu (27/11), memblokir jalan dengan cara memagar ruas jalan masuk menuju lokasi penggalian C di Lowo, Desa Bhera. Warga melakukan pemblokiran karena menilai bahwa penggalian batu di lokasi itu sudah merusakkan lingkungan dan mengamcam sumber mata air di wilayah itu.

Seorang warga Mego yang melakukan pemblokiran, Gaspar Gaja, yang dihubungi media ini, Senin (28/11), menjelaskan bahwa aksi pemblokiran  itu dilakukan karena penggalian yang dilakukan rekanan sudah melebihi yang diizinkan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Sikka.

“Dalam izinan hanya penggalian di atas areal yang panjangnya 100
meter dan lebar 30 meter. Tetapi dalam kenyataannya, pekerja
menggali areal panjang sekitar 300 meter dan lebar 100
meter,” kata Gaspar.

Protes

Gaspar mengaku aksi yang dilakukan warga yang memblokir jalan masuk menuju lokasi penggalian sebagai bentuk protes atas perilaku rekanan yang merusakkan  lingkungan, yang tidak saja merugikan warga setempat, tetapi juga Kabupaten Sikka secara keseluruhan.

“Kami minta agar aksi penggalian dihentikan karena kondisi kerusakan
lingkungan di lapangan sangat parah. Kami minta agar BLH hentikan
kegiatan penggalian galian C ini,” kata Gaspar.

Pastor Rekan Paroki Lekebai Romo Hendrikus Nong yang menghubungi media ini, Minggu (27/11), mengaku sangat prihatin dengan kegiatan penambangan yang merusakkan lingkungan di wilayah itu.

“Warga melakukan pemagaran jalan masuk menuju lokasi penggalian karena
mereka prihatin dengan kondisi kerusakan lingkungan. Penggalian di sana
sudah merusakkan lingkungan, dan hal ini sangat memprihatinkan,” kata
Romo Hendrik.

Hentikan Penggalian

Anggota DPRD Sikka, Siflan Angi, yang dihubungi terpisah meminta BLHD Sikka untuk menghentikan segala aktivitas penggalian di lokasi itu karena kondisinya sudah merusakkan lingkungan.

“Saya minta BLHD agar hentikan penggalian di lokasi itu. Saya juga memberikan apresiasi kepada warga yang terlebih dahulu melakukan aksi penyelamatan lingkungan dengan cara memagar jalan masuk menuju lokasi penggalian,” kata Siflan.

Siflan juga meminta rekanan agar jangan hanya melakukan tindakan penggalian untuk kepentingan sesaat tanpa mempertimbangkan dampak ke depannya  dan risiko bagi warga setempat.

“Rekanan mesti memperhatikan aspirasi warga setempat,” kata Siflan.

Sudah ke Lokasi

Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Sikka, Emy Laka, yang dihubungi terpisah menjelaskan bahwa pihaknya sudah menugaskan seorang staf teknis ke lokasi penggalian pada Jumat pekan lalu.

“Saya sudah tugaskan bidang teknis untuk turun ke lapangan. Nanti kepala bidang akan jelaskan tentang hasil pantauannya di lapangan. Saya belum cek hasil pantauannya karena saat ini saya masih rapat di Kantor Bupati,” kata Emy Laka.*** (Flores Pos, 29 November 2016)

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s