Jaksa Tahan Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Bansos 2010

bansos

Menuntut hukuman bagi koruptor.

  • Dititipkan di Lapas Ende

Oleh Willy Aran

Ende, Flores Pos — Kejaksaan Negeri (Kejari) Ende telah menahan dua tersangka yang terlibat dalam kasus dana bantuan sosial (bansos). Penahanan dua tersangka yang tersandung kasus dana bansos tahun 2009/2010 tersebut dilakukan pada  Selasa (29/11) siang.

Untuk sementara, dua tersangka tersebut dititipkan di lembaga pemasyarakatan (Lapas) Ende sebelum dilimpahkan ke pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Kupang untuk disidangkan.

Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Ende, Rochman Marsudi, mewakili Kepala Kejaksaan (Kajari) Ende, Muji Martopo, kepada wartawan di Lapangan Pancasila Ende pada sela-sela kegiatan Nusantara Bersatu, Rabu (30/11) mengatakan bahwa kasus tersebut merupakan kasus yang terjadi dan ditangani sejak tahun 2009/2010.

Kasus Lama

Menurut Rohman, kasus ini telah lama ditangani atau merupakan tunggakan kasus yang ditangani oleh pihak kejaksaan, dan baru dilakukan penahanan pada tahun ini.

Rohman mengatakan bahwa dua tersangka yang ditahan jaksa dalam kasus ini yakni Stefanus Wodhe dan Yulius Leru Tenga yang saat itu sebagai pejabat di DPPKAD Ende dan menangani dana bantuan sosial (bansos).

“Kasus ini merupakan kasus lama dan sesuai dengan perintah Pak Kajari, kita tuntaskan semua kasus yang ada atau ditangani kejaksaan. Kalau tidak cukup bukti, maka kita hentikan. Kalau cukup bukti, maka dilanjutkan. Jaksa melanjutkan kasus ini agar tidak menggantung atau menyendera orang dengan status tersangka dalam waktu yang lama,” katanya.

Fokus

Rohman Marsudi juga mengatakan bahwa Kejari Ende saat ini masih fokus menangani kasus ini dan masih fokus pada penetapan dua tersangka yang baru saja ditahan.

Menurutnya, dengan menahan dan melimpahkan dua tersangka dalam kasus ini, jaksa akan melanjutkan penyelidikan kasus dana bantuan sosial tersebut. Rohman juga menambahkan bahwa jaksa terus fokus menangani kasus tersebut karena dalam temuan realisasi dana bansos kebanyakan  tidak sesuai dengan peruntukannya atau fiktif.

“Dalam kasus ini, banyak temuan yang tidak sesuai dengan peruntukannya atau fiktif. Kasus ini tetap kita lanjutkan tetapi sekarang kita fokuskan ke dua tersangka ini. Kalau kita lanjutkan dengan penyelidikan lain, maka kasus ini bisa mentah lagi. Prinsipnya, kami menyelesaikan tunggakan-tunggakan kasus yang ada di kejaksaan yang tidak cukup bukti dihentikan dan yang cukup bukti dituntaskan,” katanya.

Rohman menambahkan bahwa atas tindakan tersebut, maka dua tersangka dijerat dengan pasal 2 dan pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan ancaman hukuman maskimal 20 tahun penjara. Dalam waktu dekat atau sebelum 20 hari, pihak Kejaksaan Negeri Ende akan melimpahkan atau menyerahkan kasus ini ke pengadilan Tipikor Kupang untuk disidangkan.

Usut Tuntas

Sekjen Pusam Indonesia, Oskar Vigator Wolo, ketika dimintai tanggapannya terkait penahanan dua tersangka dana bantuan sosial (bansos) ini mengatakan bahwa kasus ini mesti diusut hingga tuntas. Pihak kejaksan melalui tim penyelidiknya mesti melakukan uji petik di lapangan untuk menuntaskan kasus ini karena dana bansos tersebut direalisasikan kepada kelompok-kelompok.

Menurutnya, jika ada temuan bahwa bantuan tersebut tidak sesuai dengan peruntukannya atau banyak kelompok penerima yang fiktif, maka pihak kejaksaan terus mengusut dan menuntaskan kasus ini.

“Untuk menuntaskan kasus ini, jaksa harus turun ke lapangan karena ada temuan bantuan ini tidak sesuai dengan peruntukannya dan banyak kelompok penerima yang fiktif. Jaksa jangan menindak atau menanganinya secara administratif saja tetapi harus turun ke  lapangan atau melakukan uji petik untuk menuntaskan kasus ini,” kata Oskar.

Sekjen Pusam Indonesia mengatakan bahwa setelah menuntaskan kasus ini, pihak Kejaksaan Negeri Ende juga menuntaskan kasus lain yang telah ditangani atau telah dibawa ke meja kejaksaan.*** (Flores Pos, 1 Desember 2016)

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s