Kepala Desa Bermasalah

suap

Ilustrasi korupsi

Oleh Avent Saur

Flores Pos, Rabu, 2 November 2016, menurunkan tiga berita kades bermasalah di Manggarai Raya. Kades Watu Panggal di Kecamatan Sano Nggoang, Manggarai Barat berinisial FA. Ia sedang diperiksa inspektorat Mabar. Yang akan turut diperiksa, bendahara desa, 5 anggota Badan Perwakilan Desa (BPD), dan 4 kepala urusan dusun. Mereka diduga salah menggunakan alokasi dana desa tiga tahun berturut-turut: 2013-2015.

Di Manggarai Timur, dua kepala desa bermasalah menyeruak: Kades Gunung Baru di Kecamatan Kota Komba dan Kades Bea Ngencung di Kecamatan Rana Mese. Kades Gunung Baru sudah hampir delapan bulan tidak menjalankan tugas. Imbasnya, urusan raskin warga yang sudah membereskan keuangan delapan bulan lalu belum diurus hingga sekarang.

Urusan pembangunan rumah sekretaris desa juga tidak berjalan. Ia diduga menyalahgunakan dana desa. Insprektorat Matim sudah memanggilnya berulang kali tetapi tidak digubris. Masa bodoh, malas tahu, tidak peka. Ia berkutat mengurus usaha pribadi, pub di Pantai Cepi Watu, Borong.

Sementara Kepala Desa Bea Ngencung bermasalah berkait tidak transparannya penggunaan dana desa tahun 2015 dan 2016. Pencairan dana desa lancar, tetapi penggunaannya terkait pembangunan desa tidak tampak. Pembangunan kantor desa tidak maju-maju. Ia diduga membuat laporan fiktif penggunaan dana desa, bukti fakta tidak ada. Inspektorat turun ke lapangan untuk melakukan audit, tetapi tidak menjalankan tugasnya dengan baik lantaran dokumen yang bakal diaudit tidak ditemukan. Lantas pulang dengan tangan hampa.

Masalah-masalah ini serius dan urgen. Serius karena terkait keuangan rakyat dan serius dengan terhambatnya pembangunan di desa. Urgen, mendesak untuk diselesaikan secepatnya agar pelbagai kesalahan dipatahkan sedini mungkin sehingga tidak berlanjut tiada ujung.

Karena itu, inspektorat mesti bekerja maksimal: cekat dan cepat, kritis dan tenang. Jika kades yang bermasalah malas tahu, pelbagai cara tepat dan bijak mesti ditempuh. Karena itu pula, inspektorat mesti kreatif dan inisiatif. Kalau inspektorat bekerja tidak maksimal, maka masalah itu akan berlalu tanpa jejak solusi. Kades bermasalah pun akan memerintah sesuka kehendak busuknya.

Bukan cuma perihal tidak maksimal itu, pihak inspektorat juga sebagaimana biasa terjadi di lembaga penegak hukum, tidak boleh terjerumus dalam kongkalikong. Kalau ini yang terjadi, maka orang buta menuntun orang buta adalah pekerjaan sia-sia belaka.

Secara umum, tugas inspektorat terhadap desa cuma dua: mengusut masalah dan memberikan pencerahan terkait pengelolaan anggaran. Jika menemukan kerugian, maka ia menuntut pengembaliannya. Namun bukankah tindakan merugikan itu sebuah pidana? Adalah kewajiban moral inspektorat untuk membicarakan hal itu kepada bupati untuk selanjutnya ke penegak hukum.

Pesimisme perihal penyalahgunaan dana desa mulai terbukti. Kalau diusut serius, maka hal ini akan menambah beban pada lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan. Entah karena mental korup yang langsung bertunas pada para pelaku pembangunan di desa, entah juga karena kurang cerdas mengelola dana desa. Dua akar persoalan ini mesti dipotong bahkan dicabut agar cita-cita pembangunan dari daerah oleh pemerintah pusat dan pembangunan dari desa oleh pemerintah daerah bisa lekas terwujud. Kades bermasalah tidak boleh dipelihara.*** (Kolom “Bentara” Flores Pos, 3 November 2016)

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in OPINI and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s