Polisi Ciduk Enam Pegawai Dinas PPO Manggarai Barat

suap

  • Diduga Lakukan Pungli

Oleh Andre Durung

Labuan Bajo, Flores Pos — Anggota Kepolisian Polres Mabar menciduk sebanyak enam pegawai Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) di kantor tersebut, Kamis (3/11). Mereka ditangkap karena diduga melakukan pungutan liar (Pungli). Keenamnya masih dalam pengambilan keterangan di Polres Mabar.

Hal tersebut di atas, disampaikan oleh Kepala Dinas PPO Mabar, Marten Magol, di Labuan Bajo, Kamis (3/11). Lebih lanjut, Kadis Magol menginformasikan bahwa keenam pegawai PPO tersebut terdiri atas empat perempuan dan dua laki-laki masing-masing berinisial IG, NI, DH, S, K, dan N.

“Mereka sedang diambil keterangannya oleh pihak kepolisian. Hanya tidak tahu, apa mereka ditahan atau tidak, kita belum tahu,” kata Magol.

Tentang kasus tersebut, ia mengatakan, keenam orang tersebut bertugas di Bagian Umum PPO yang salah satu tugasnya untuk mengurus angka kredit. Berdasarkan penetapan angka kredit tersebut, nantinya untuk  kenaikan pangkat pegawai/guru.

“Kalau pun ada uang, mungkin uang ucapan terima kasih dari para guru yang mereka sudah urus kenaikan pangkat guru-guru itu,” tandas dia.

Pada bagian lain pembicaraannya, ia mengatakan, keenam pegawai yang rata-rata pegawai negeri sipil/aparatur sipil negara (PNS/ASN) itu ditangkap di ruang kerja mereka di lantai dua gedung Kantor Dinas PPO pada Kamis (3/11). Setelah diciduk, selanjutnya keenam pegawai tersebut dibawa ke Polres Mabar di Labuan Bajo untuk diambil keterangannya.

Ketika ditanya mengenai sikap Dinas PPO Mabar berkaitan dengan keenam pegawai tersebut, mantan Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Asisten 2) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar itu, menegaskan bahwa semua prosesnya akan dijalankan dan harus berdasarkan aturan.

Kalau misalnya mereka bersalah secara hukum, lanjut dia, maka sesuai dengan aturan yang berlaku, entah itu nantinya dipecat ataukah dikenai sanksi lain,  itu tergantung dari hasil proses hukum nantinya. Dengan kata lain, lanjut dia, hukum yang membuktikan itu semua.

Berkaitan dengan kejadian di atas, Sekretaris Dinas PPO Mabar, Don Semain, juga membenarkan apa yang disampaikan Kadis PPO, Marten Magol. Namun dia mengaku tidak tahu latar belakang sampai keenam pegawainya tersebut ditangkap.

“Apakah karena dugaan Pungli atau apa, saya tidak tahu. Sekarang ruang kerja mereka sudah diberi garis polisi. Keenam orang itu kerja di Bagian Umum dan Urusan Kepegawaian pada Dinas PPO Mabar. Saya terus mendampingi mereka di polisi. Mereka masih diambil keterangannya oleh polisi,” katanya.

Sehubungan dengan hal ini, Flores Pos belum berhasil mendapat konfirmasi dari pihak Kepolisian Resort Manggarai Barat. *** (Flores Pos, 4 November 2016)

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s