Tiga Mesin Bantuan Pemerintah Manggarai Barat Tidak Bisa Digunakan

pulau-papagarang

Salah satu permukiman di Pulau Papagarang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

  • Di Pulau Mesa dan Pulau Papagarang

Oleh Andre Durung

Labuan Bajo, Flores Pos — Dua unit mesin listrik bantuan instansi terkait di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar) yang diberikan kepada masyarakat dua desa di Kecamatan Komodo hingga kini tidak bisa digunakan karena tidak ada kabel. Dua desa itu yakni Desa Pasir Putih di Pulau Mesa dan Desa Papagarang di Pulau Papagarang.

Anggota DPRD Mabar, Blasius Janu, mengungkapkan masalah ini kepada Flores Pos di Labuan Bajo baru-baru ini.

Menurut Janu, satu mesin listrik bantuan Pemkab Mabar untuk masyarakat Pulau Mesa-Desa Pasir Putih sudah tiba di masyarakat setempat sejak beberapa bulan lalu. Mesin yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) senilai kurang lebih Rp400 juta tersebut diduga pengadaannya sekitar tahun 2015.

Hal yang sama terjadi dengan 1 unit mesin listrik bantuan Pemkab Mabar untuk masyarakat Desa Papagarang di Pulau Papagarang. Mesin itu selama ini diparkirkan saja di pulau tersebut, belum digunakan untuk kepentingan warga setempat karena kabel tidak ada.

Baik bantuan untuk warga Pulau Mesa, katanya, maupun untuk warga Papagarang, semuanya tidak disertai bantuan kabel listrik. Dua mesin listrik itu berasal dari instansi yang berbeda-beda pada lingkup Pemkab Mabar.

“Memang barangnya sudah ada di Mesa dan Papagarang sekarang. Tapi masyarakat di sana tidak bisa manfaatkan itu karena kabel listriknya tidak ada. Kesan kita, itu bantuan setengah-setengah. Mestinya komplit. Bantuan mesin listrik mesti disertai bantuan kabel dan lain-lain. Ini mubazir kalau tidak digunakan dalam waktu lama,” kata Blasius.

Mesin Penyulingan Rusak

Blasius juga mengungkapkan bahwa mesin penyulingan air laut jadi tawar bagi penduduk Desa Papagarang di Pulau Papagarang belakangan ini tidak bisa digunakan karena sudah rusak.

“Mesin tersebut adalah bantuan Pemkab Mabar melalui instansi terkait lingkup Pemkab setempat,” kata politisi asal Partai Hati Nurai Rakyat (Hanura) itu menambahkan.

Kepala Bagian (Kabag) Umum Humas dan Protokol lingkup Pemkab Mabar, Yohanes “John” Jelahu menanggapi Flores Pos di Labuan Bajo, Kamis (1/12), mengaku, belum mengetahui mesin-mesin listrik di Pulau Mesa dan Pulau Papagarang. Jelahu tidak tahu tentang masalah terkait mesin-mesin tersebut.

Demikian pula mesin penyulingan air laut jadi tawar di Pulau Papagarang yang juga rusak, juga belum diketahui Pemkab Mabar.

“Saya akan segera konfirmasi dengan instnasi-instansi teknis/terkait menyangkut tiga mesin ini,” kata John.*** (Flores Pos, 2 Desember 2016)

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s