“Flores Pos” Komit Perjuangkan Kebenaran

  • Suster Sinta: Saya Bangga Berada di Flores Pos

Oleh Anton Harus

steph tupeng witin

Pemimpin Umum/Pemimpin Reedaksi Flores Pos, Pater Steph Tupeng Witin SVD

Ende, Flores PosMengawali tahun 2017, ke­luarga besar Harian Umum Flores Pos menggelar pertemuan umum di markas besar Flores Pos, Jalan El Tari, Ende, Selasa (3/1).

Rapat yang dipandu Pemimpin Umum/Pemimpin Re­daksi Flores Pos  Pa­ter Steph Tupeng Witin SVD dan Pemimpin Perusahaan  Bruder Martin Mamaq SVD berlangsung dalam semangat kekeluargaan dan persaudaraan.

Para redak­tur, wartawan, pegawai bagian bisnis dan iklan Flores Pos  membicarakan banyak hal, terutama berkaitan dengan upaya mempertajam  perjuang­an­ membela orang-orang ke­cil, tertindas dan membla kebenaran bagi mereka yang terpinggirkan.

Rapat umum Flores Pos ditutup dengan pera­yaan Ekaristi Natal dan Tahun Baru Bersama dan acara per­pisahan dengan Suster Yasinta Ota SSpS yang menjalankan praktik selama 6 bulan sebagai jurnalis di Flores Pos.

Ekaristi  dipimpin Pater Amandus Klau SVD dan di­dampingi Pater Steph Tupeng Wi­tin SVD, Pater Alex Ola Pukan SVD dan Pater Avent Saur SVD.

Pater Amandus Klau SVD, da­lam khotbahnya, mengingatkan se­mua awak media Flores Pos tentang risiko yang mesti diterima ketika memperjuangkan  kebanaran.

“Dalam semangat perayaan kelahiran Kristus yang adalah pe­warta kebenaran, saya ajak kita se­mua untuk selalu meneladani Kris­tus. Flores Pos mesti tetap kritis dan setia memperjuangkan kebenaran sejati walau ada upaya-upaya dari pihak yang terganggu untuk mem­bungkam,” kata Pater Amandus.

Menurut Pater Amandus, ba­nyak pihak yang akan merasa ter­ganggu. Mereka yang  su­dah nyaman dengan kemapanan se­mu akan mencibir bahkan bisa ber­tindak di luar batas kewajaran bah­kan terkadang bertindak di luar akal sehat.

Orang yang merasa ter­usik dengan kedudukan, lanjutnya, akan ter­ganggu dengan sebuah kebenar­an. Mereka akan berusaha merasio­nalisasikan segala hal yang tidak ra­sional, asalkan kepentingan, kedu­dukan, kuasa dan berbagai kepen­tingan sesat lainnya tetap aman dan nyaman.

“Menghadapi situasi dan orang-orang seperti ini, Flores Pos tidak bo­leh gentar. Kebenaran sejati akan tetap menjadi pemenangnya. Kita akan selalu diterangi Roh Ke­benaran  yang diwartakan sendi­ri oleh Putra Allah, Yesus Kristus,” tuturnya.

Pater Amandus melanjutkan, se­bagai media yang independen dan tidak berada di bawah kungkungan penguasa dan juga konglomerat, Flores Pos akan terus menjadi media yang kritis terhadap semua ke­bijakan publik.

“Dalam menjalan­kan tugas jurnalistiknya, awak media Flores Pos yang berada di bawah naungan kongregasi religius SVD akan selalu taat pada seluruh ke­tentuan perundang-undangan yang berlaku,” katanya.

Fokus pada Misi Gereja

Pemimpin Umum/Pemred Flo­res Pos, Pater Steph Tupeng Witin SVD,  dalam arahannya mengingat­kan semua awak media yang lahir pascareformasi ini untuk tetap mempertahankan keberadaannya di Flores dan Lembata sebagai  media terpercaya dan menjadi sum­ber rujukan karena indepen­desinya.

Menurut Pater Steph, media perjuangan bagi  ma­syarakat kecil ini tidak boleh ter­giur oleh iming-iming berbagai pihak yang merasa terusik dengan kehadiran Flores Pos. Media Flores Pos mes­ti tetap fokus pada misinya yaitu menjaga keadilan, perdamai­an dan keutuhan ciptaan.

Pater Stpeh juga mengatakan, kemajuan sebuah media tidak diukur dari penampilannya yang serba wah. Penampilan luar itu ti­dak seutuhnya menggambarkan apa yang termuat di dalamnya.

“Jadi jangan termanipulasi dengan penampilan luar yang serba wah, ternyata di dalamnya kosong, tanpa nilai apa pun. Ingar bingar keme­riah­an tidak  menggambarkan bah­wa semua yang ada di dalamnya bahagia dan sejahtera,” tuturnya.

Menurut Pater Steph, ibarat dis­kotik, kemeriahan musik yang ke­ras dan kerlap-kerlip lampu yang indah tidak berarti isinya meru­pakan kemakmuran. Justru seba­liknya, diisi oleh orang-orang yang se­dang mabuk, galau serta berba­gai kegiatan yang tidak pantas.

“Ja­di janganlah merasa terganggu dengan kicauan orang yang tidak penting tentang Flores Pos. Orang yang tidak paham media, biasanya melihat kemajuan itu dari sampul, bukan isinya,” katanya.

“Penilaian seperti itu biasanya dilakukan orang-orang pragmatis, dan sesungguhnya me­mang tidak memiliki cukup pema­haman tentang media,” lanjut Pater Steph.

Perkuat Bisnis

Pemimpin Perusahaan Flores Pos, Bruder Martin Mamaq SVD meng­ajak segenap keluarga besar Flores Pos agar bersinergi membangun re­lasi dan jejaring secara kritis de­ngan semua lembaga dan institusi agar berdampak pada perkem­bangan sisi bisnis secara signifikan.

“Saya harapkan agar kita pada tahun 2017 ini lebih gencar dan bersatu membangun jejaring dan relasi dengan semua komponen. Ini bertujuan agar usaha pewartaan kita menda­patkan basis pembiayaan yang le­bih menjanjikan,” katanya.

Bangga

Suster Yasinta Ota, bia­rawati SSpS yang menjalankan praktik selama enam bulan di Flores Pos  menyatakan bangga de­ngan konsistensi dan komitmen setia Flores Pos dalam seluruh pemberitaan dan opininya.

Suster Sinta berasal dari SSpS Flores Bagian Timur dan menjalankan praktik di Flores Pos dalam rangka menyiap­kan kader untuk menjalankan misi pastoral dan pewartaan melalui dunia jurnalisme.

Suster Sinta mengatakan bahwa ia merasakan satu hal yang sangat lain selama berada di Flores Pos yang ia lukiskan “berbeda dengan media lain yang dikuasai pemodal dan konglomerat”. Media-media ini melayani kepentingan kuasa dan bisnis.

“Saya bangga dan kagum de­ngan konsistensi Flores Pos  dalam seluruh kegiatan pewartaannya. Terus terang di tengah hegemoni ser­ba mudah dan mau cari gam­pang, Flores Pos sungguh tampil beda. Dalam kesederhanaannya, Flores Pos tetap gigih mempertahankan kebenaran dalam pemberitaannya,” kata Suster Sinta dalam acara perpi­sahan dengan keluarga besar Flores Pos di Mabes Flores Pos, Jalan El Tari, Ende, Selasa (3/1).

Flores Pos tidak mau neko-neko de­ngan  siapa pun, termasuk dengan penguasa dan konglomerat,” lanjutnya.*** (Flores Pos, 5 Januari 2016)

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s