Videotron Senilai Rp773 Juta Macet Lagi

videotron-ende

Videotron yang dibeli Pemkab Ende senilai Rp773 juta dan dipasang di Simpang Lima Kota Ende macet lagi akibat salah pasang. Gambar diambil, Rabu (28/12/2016) pekan lalu.

  • Wakil Ketua DPRD Ende Erik Rede: Hentikan Saja Proyek Videotron

Oleh Silvano Keo Bhaghi

Ende, Flores PosVideotron senilai Rp773 ju­ta yang dipasang Pemda Ende di Simpang Lima Kota Ende macet lagi. Pantauan Flores Pos, video­tron mengalami kemacetan se­lama sembilan (9) hari. Warga me­­nilai, videotron itu tidak membawa dampak yang signifik­an bagi rakyat Ende.

erikos-emanuel-rede

Wakil Ketua DPRD Ende, Erikos Emanuel Rede

Wakil Ketua DPRD Ende, Erik Rede, mengatakan, proyek pengadaan videotron dihentikan saja apabila tidak sanggup me­menuhi asas pemanfaatan di sa­tu sisi dan membengkaknya bia­ya operasionalisasi di lain sisi.

Menurut Erik Rede, fungsi videotron sebagai media informasi dan iklan bisa disubstitusikan dengan media lain.

“Saya kira, akan jauh lebih efektif jika pemerintah mengguna­kan media lain untuk menjalankan fungsi sebagaimana dilakukan pada videotron. Saya sebut efektif karena media itu tentu tidak membu­tuh­kan biaya yang besar seperti video­tron,” katanya.

Pemborosan

Erik Rede mengatakan, ada­lah sebuah pemborosan jika hanya un­tuk kegiatan opera­sio­nalisasi vi­deo­tron, pemerintah mesti meng­adakan pasokan lis­trik sebesar 10.650 watt.

Menu­rutnya, jika PLN tidak sanggup lagi memenuhi pasokan listrik untuk menghidup­kan videotron, maka mestinya pe­merintah tidak punya pilihan lain selain meng­hentikan proyek ter­sebut.

“Saya kira, kebutuhan pa­sokan listrik sebesar itu adalah sebuah pemborosan. Akan lebih baik, kalau daya listrik sebesar itu dialoka­si­kan untuk meme­nuhi kebutuhan konkret masya­rakat,” katanya.

Menurut Rede, macetnya video­tron menunjukkan perencanaan pemerintah yang tidak matang. Pe­merintah sama sekali tidak mem­pertimbangkan besaran pasokan listrik yang dibutuhkan.

“Pertanyaannya, mengapa kita beli videotron kalau tidak didukung oleh pasokan listrik yang memadai? Pemerintah perlu lakukan evaluasi lagi keberadaan videotron. Saya kira videotron lebih pantas pasang di Labuan Bajo atau Bali,” katanya.

Rede juga mengatakan, semua ele­men masyarakat mengeluh dan me­rasa kecewa dengan macetnya videotron yang terus saja terjadi. Se­bab, menurutnya, dengan jumlah budget pengadaan yang sangat besar, pemerintah semestinya mam­pu mengoptimalisasi pemanfaatan videotron.

“Kalau macet terus, rak­yat rugi. Kalau ada kerusakan, se­cara teknis, pemerintah lebih tahu. Pemerintah bisa minta kontraktor untuk ganti atau apa-lah. Apalagi itu masih dalam tahap uji coba,” katanya.

Sehubungan dengan ditiadakan­nya pos penjagaan polisi di Sim­pang Lima Kota Ende karena keber­adaan videotron, Rede mengata­kan, itu tidak menjadi masalah utama.

Menurutnya, pihak Polres Ende sebagai salah satu unsur For­kompimda bisa melakukan koor­dinasi dengan pemerintah untuk menyelesaikan masalah pos penja­gaan polisi itu.

“Intinya, kita kem­ba­li lagi ke asas pemanfaatan dan besarnya biaya operasionalisasi videotron tadi,” katanya.

Kabel Tidak Terpasang Baik

Kabag Humas Setda Ende, Ka­nis Poto, mengatakan, videotron macet karena kabel listrik tidak terpasang dengan baik.

Menurut­nya, kemarin (Rabu, 4/1, red), tim teknis sudah didatangkan untuk menghidupkan kembali videotron. “Videotron sudah nyala kembali kemarin pukul 23.00 Wita,” katanya.

Poto mengatakan, sekarang pe­merintah sudah memasokkan daya lis­trik sebesar 10.650 watt. Dengan pemasangan daya lis­trik tersendiri, tidak ada lagi ken­dala operasionalisasi videotron.

“Ti­dak ada kendala lagi. Videotron sudah nyala kembali,” katanya.*** (Flores Pos, 6 januari 2017)

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s