Polisi Mesti Segera Proses Hukum

pencemaran-nama-baik2

  • Bupati Marsel Petu Laporkan Pater Avent Saur SVD

Oleh Silvano Keo Bhaghi

Ende, Flores Pos — Bupati Ende, Marsel Petu telah melaporkan Pater Avent Saur SVD ke Polres Ende dengan delik pencemaran nama baik karena mengkritik rencana pemba­ngunan proyek Gunung Meja senilai Rp2 miliar dan pembelian videotron senilai Rp773 juta. Terkait ini, Kepolisian Resor (Polres) Ende mesti segera memp­roses hukum kasus ini karena terkait dengan persoalan publik yang mesti diungkap.

Marsel Y.W. Petu

Bupati Ende Marsel Y.W. Petu

Pater Avent Saur SVD me­nyam­paikan hal ini di ruang kerja Kasat Reskrim Polres Ende, Selasa (21/2). Hadir Ka­sat­ Reskrim Polres Ende Iptu Jimmy Oktavianus Noke, KBO Reskrim Polres Ende Boby Rah­man, Penyidik Polres Ende Muslimin, Pemimpin Redaksi/Pemimpin Umum Flores Pos Pater Steph Tupeng Witin  SVD, Redaktur Flores Pos Pater Aman­dus Klau, SVD dan Warta­wan Flores Pos Wilayah Ende Frater Silvano Keo Bha­ghi SVD.

Pater Avent mengatakan, kasus dugaan pencemaran na­ma baik Bupati Marsel Petu oleh dirinya mesti segera diproses hukum dan diungkap ke publik agar publik mengetahui status dan perkembangan kasus itu.

Menurutnya, polisi mesti segera memproses hukum kasus ini yang sudah menjadi isu yang nyata di tengah masyarakat. “Dengan memproses hukum dan membuka kasus ini, publik bisa tahu, siapa melaporkan siapa. Isu pencemaran nama baik itu sangat nyata,” katanya.

Pater Avent mengatakan, selama ini dirinya menanti surat laporan resmi dari pihak kepolisian. Akan tetapi, menurutnya, hingga sekarang, surat laporan itu belum kunjung ia terima.

“Padahal, saya pernah berbicara dengan salah satu teradu yang mengatakan bahwa ia pernah dipanggil oleh polisi. Terakhir, ia dipanggil melalui sebuah surat resmi,” katanya.

pencemaran-nama-baik

Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Flores Pos, Pater Steph Tupeng Witin SVD (kedua kiri) menyampaikan tujuan kedatangan di Mapolres Ende, Selasa (21/2).

Kronologi

Keluarga besar Flores Pos mendatangi Mabes Polres Ende sekitar pukul 10.00 Wita dipimpin Pemimpin Umum/Pemred Flores Pos, Pater Steph Tupeng Witin SVD dan Pemimpin Perusahaan Bruder Martin Mamaq SVD untuk menanyakan status dan perkembangan laporan dugaan pencemaran nama baik Bupati Ende Marselinus Y.W. Petu  yang telah menjadi isu hangat di Kota Ende.

Salah satu teradu adalah Redaktur Pelaksana Flores Pos, Pater Avent Saur SVD (yang juga Ketua Kelompok Kasih Insanis/KKI Peduli Orang dengan Gangguan Jiwa). Hadir juga para wartawan dari pelbagai media cetak dan elektronik seperti TVRI, Kompas TV, Jong Flores.com dan Vox NTT.com serta lembaga advokasi masyarakat yakni Pusat Kajian dan Advokasi Kebijakan Publik (Pusam) Indonesia.

Rombongan Flores Pos disambut petugas penerima tamu. Rombongan mesti menunggu hampir tiga jam sebelum berdialog dengan Kasat Reskrim Polres Ende Iptu Jimmy Oktavianus Noke, KBO Reskrim Polres Ende Boby Rahman dan Penyidik Polres Ende Muslimin di ruang kerja Kasat Reskrim.

Pertemuan tertutup selama kurang lebih 30 menit itu membahas status dan perkembangan kasus dugaan pencemaran nama baik Bupati Ende yang dilaporkan oleh Bupati Marselinus Y.W. Petu.

Polisi Segera Proses

Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Flores Pos, Pater Steph Tupeng Witin SVD, mengatakan, laporan Bupati Ende, Marsel Petu ke polisi terkait dugaan pencemaran nama baik oleh Pater Avent Saur SVD telah lama menjadi isu di tengah masyarakyat. Menurut informasi dan berita media massa lain, Bupati Ende melaporkan Pater Avent Saur SVD pada akhir Desember 2016.

“Tapi selama ini kami hanya menunggu kapan polisi menindaklanjuti kasus hukum ini. Kami menduga, jangan-jangan polisi bersekongkol dengan kekuasaan untuk meneror suara kritis rakyat Ende. Maka kami datang hari ini untuk menggunakan hak tanya sebagai rakyat, apakah benar Bupati Ende melaporkan Pater Avent Saur SVD? Kalau benar ada laporan Bupati Ende, bagaimana tindak lanjut proses hukumnya?,” kata Pater Steph.

Ia melanjutkan, “Kami mendesak polisi menggunakan kewenangan secara independen untuk sesegera mungkin memproses kasus ini. Kami mendorong polisi segera memproses hukum karena kritik terkait kebijakan pembangunan Gunung Meja dan pembelian videotron hanya menghamburkan uang rakyat demi kesenangan elite birokrasi. Kritik Pater Avent Saur SVD adalah substansi masalah yang ada di Kabupaten Ende dan tidak banyak orang yang melihat itu secara kritis.”

Menurutnya, isu itu bergulir sejak Desember 2016. Bahkan menurut pemberitaan Pos Kupang, 5 Januari 2017, Pater Avent sudah melanggar  Undang-Undang ITE.

“Akan tetapi hingga sekarang, kami tetap menganggapnya sebagai isu karena berita Pos Kupang dan RRI Ende sama sekali tidak memuat nomor laporan polisi. Oleh karena itu, kami minta agar polisi segera tangani kasus ini agar menjadi jelas di mata publik,” katanya.

Pater Steph mengatakan, polisi mesti berani memproses hukum kasus ini agar isu tidak berkembang luas. Pihak teradu akan sangat akomodatif dan kooperatif apabila dipanggil untuk menjalani pemeriksaan.

“Kami tunggu, kapan kami akan dipanggil. Kami akan patuh pada proses hukum,” katanya.

Pater Steph mengatakan, pihak teradu menghargai proses hukum di tangan polisi yang independen untuk menuntaskan kasus ini. Ada banyak dugaan rakyat bahwa polisi bersekongkol dengan Bupati Ende untuk meneror  suara-suara kritis yang mengontrol kekuasaan.

“Kami datang untuk mencari informasi yang benar pada sumber yang benar. Kami harap polisi memproses hukum dan mengungkap kasus ini secara terbuka ke publik. Salah besar kalau kasus ini diselesaikan dengan datang meminta maaf kepada kekuasaan. Pejabat publik mesti dididik melalui proses hukum untuk menyadarkan dia bahwa kritik terhadap kinerja pejabat publik seperti bupati itu sesuatu yang niscaya dan harus dilakukan oleh siapa pun. Kami dukung polisi proses kasus ini sebagai pintu masuk untuk melihat kenyataan-kenyataan lain di Kabupaten Ende,” katanya.

Penyelidikan dan Pulbaket

Kasat Reskrim Polres Ende, Jimmy Oktavianus Noke, mengatakan, kasus dugaan pencemaran nama baik Bupati Marsel Petu masih berupa aduaan dan berada dalam tahap penyelidikan.

Menurutnya, jika berdasarkan hasil pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket) terdapat indikasi tindak pidana tertentu, maka polisi akan membuka kasus tersebut dengan nomor laporan resmi dan memproses hukum.

“Kasus itu belum ada nomor laporan polisi. Kami masih sebatas dengar pengaduan. Jadi, intinya memang ada pengaduan kasus, tetapi belum menjadi laporan resmi,” katanya.

Noke mengatakan, polisi akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu. Jika ada indikasi tindak pidana, maka polisi akan meningkatkan status kasus ini ke tahap penyidikan.

“Penyelidikan dilakukan dengan pelbagai cara, antara lain kami datang langsung untuk menginterogasi atau melalui surat panggilan. Dalam penyelidikan, kita masih meraba-raba ada tidaknya sebuah tindak pidana,” katanya.

Noke mengatakan, jika dalam tahap penyelidikan tidak terdapat indikasi tindak pidana, maka kasus pengaduan dihentikan. Akan tetapi, sebaliknya, jika dalam tahap penyelidikan terdapat indikasi tindak pidana, maka polisi akan mengirim surat undangan resmi kepada terlapor dan mencantumkannya dengan nomor laporan.

“Kalau Pulbaket katakan, tidak ada unsur tindak pidana, kami tidak akan lanjutkan,” katanya.

Noke mengatakan, ia membutuhkan waktu satu minggu untuk membicarakan kasus itu dengan pemimpin Polres Ende dan anggota. “Berikan kami waktu satu minggu. Saya akan bicarakan kasus ini dengan pemimpin dan anggota,” katanya.

Sebelum berita ini diturunkan, kasus dugaan pencemaran nama baik Bupati Ende, Marselinus Y.W. Petu sudah diketahui publik melalui pemberitaan media cetak Pos Kupang pada 5 Januari 2017 dan media elektronik RRI Ende. Bupati Marsel Petu melalui pemberitaan Pos Kupang menyatakan bahwa ia membuka pintu maaf bagi siapa pun yang beritikad baik untuk datang meminta maaf kepadanya.*** (Flores Pos, 22 Februari 2017)

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s