Empat ODGJ Diantar ke Panti Rehabilitasi

antar-ke-panti

Suasana sebelum mengantar ODGJ Nuel di Kampung Nuamere, Kelurahan Rewarangga, Kecamatan Ende Timur, Kabupaten Ende, Senin (27/2). Tiga ODGJ lainnya diantara juga pada hari yang sama.

  • Panti Renceng Mose di Ruteng

Oleh Anton Harus

Ende, Flores PosEmpat orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) asal Kabupaten Ende diantar ke Panti Rehabilitasi Jiwa Renceng Mose di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Senin (27/2).

Mereka, antara lain Nuel dari Roworeke, Gusty dan Yuven dari Worhonio, dan Henky dari Udayana.

Pengantaran ini dilakukan dalam kerja sama Kelompok Kasih Insanis (KKI) Peduli Orang dengan Gangguan Jiwa dan Dinas Sosial Kabupaten Ende.

Pendiri dan Ketua Kelompok Kasih Insanis (KKI), Pater Avent Saur SVD, mengatakan, empat ODGJ ini akan dirawat di panti hingga keadaan kejiwaan mereka pulih seperti orang-orang sehat pada umumnya.

Karena itu, lanjut Pater Avent, entah berapa lama mereka berada di panti, itu bergantung pada proses perawatan nanti.

“Beberapa bulan terakhir, mereka konsumsi obat yang diberikan secara sosial oleh KKI. Keadaannya agak membaik, dan supaya semakin membaik atau pulih, mereka menjalani perawatan intensif di panti,” katanya.

Menurut Pater Avent, di Panti Renceng Mose, pasien yang dikirim KKI sebanyak delapan orang sejak awal tahun 2016. Tiga pasien sudah dipulangkan ke rumahnya.

Sementara ini, ada lima pasien yang sedang dirawat di sana. Ditambah dengan empat pasien yang baru dikirim itu, maka di panti Renceng Mose, ada sembilan pasien yang dikirim KKI bekerja sama dengan dinas sosial.

Seturut kabar dari pihak panti, katanya, dua di antara lima pasien yang sedang dirawat itu telah mengalami kepulihan, dan dinyatakan pulang ke rumahnya di Ende. Keluarganya pergi menjemput bersamaan dengan pengantaran empat pasien baru tersebut.

“Kita syukuri upaya dan hasil ini. Tapi sekalipun mereka sudah pulih, mereka akan tetap konsumsi obat serta perlu didukung oleh keluarga dan masyarakat supaya keadaan mereka tetap stabil dan bisa bekerja sebagaimana orang biasa,” katanya.

Biaya Perawatan

Perihal biaya perawatan, Pater Avent mengatakan bahwa biaya di panti ditanggung oleh KKI. Sementara untuk dua pasien, biaya ditanggung oleh keluarga. Dinas sosial membantu KKI perihal transportasinya. Dinsos belum miliki anggaran untuk biaya perawatan di panti.

“Kita berharap Pemerintah Kabupaten Ende menyediakan anggaran khusus untuk biaya perawatan ini. ODGJ itu kan rakyat Ende yang mesti masuk dalam kebijakan pemerintah,” katanya.

Menurut Pater Avent, Pemerintah Kabupaten Ende bersama DPRD Ende sudah menyatakan kesediaan untuk mengurus 192 ODGJ di Kabupaten Ende sebagaimana dilansir KKI perihal bank datanya pada kegiatan kampanye kesehatan jiwa di Kampung Nuamere, Kelurahan Rewarangga, Kecamatan Ende Timur, Sabtu (25/2).

“Itu data sementara, dan bukan mustahil akan muncul tambahan ODGJ di kabupaten ini,” tutur pastor wartawan dan aktivis kemanusiaan ini.

Kewajiban Negara

Dalam kegiatan kampanye kesehatan jiwa bertema “Bebas Pasung, Bebas Stigma” berupa pembongkaran pasung yang dilakukan dalam rangka HUT Pertama KKI, di Kampung Nuamere, Kelurahan Rewarangga, Kecamatan Ende Timur, Sabtu (25/2), Wakil Bupati Ende Djafar Achmad mengatakan bahwa negara memiliki kewajiban untuk mengurus masalah warganya entah urusan itu diminta atau tidak diminta oleh warga.

Ia mengakui bahwa untuk urusan orang dengan gangguan jiwa, selama ini negara belum menjalankan kewajiban.

Karena itu, Wabup Djafar mengapresiasi KKI yang telah memulai aksi kemanusiaan yang selama ini diabaikan oleh pemerintah. Kehadiran KKI baginya merupakan sebuah dorongan yang kuat terhadap kerja pemerintah.

“Untuk kedua kalinya, saya menghadiri undangan KKI untuk bongkar pasungan ODGJ. Kini buka kandang ODGJ. Diharapkan, pasung dan kandang seperti ini tidak akan ada lagi,” katanya.

Pada kesempatan itu, Djafar meminta semua lurah dan kepala desa serta camat untuk mendatakan orang dengan gangguan jiwa di wilayahnya masing-masing, terutama yang terpasung. Ini bertujuan agar pemerintah segera mengambil kebijakan untuk mengatasi masalah ini.

“Lurah mesti tahu kondisi warganya, terutama yang terpasung. Jangan KKI tahu duluan, baru kemudian lurah atau kepala desa tahu masalah warganya,” katanya.

Menurut Djafar, pemerintah sering kali cenderung normatif sehingga kurang memperhatikan masalah-masalah sosial kemanusiaan secara spontan.

Pihaknya berterima kasih kepada kelompok sosial seperti KKI yang telah melakukan kerja nyata dan mendorong pemerintah untuk mencari solusi terhadap masalah ODGJ di Kabupaten Ende.

“Saya sendiri menyatakan siap bergabung ke dalam KKI untuk secara bersama melakukan kerja kemanusiaan ini. Ini pekerjaan luar biasa,” katanya.

Kontribusi DPRD

Sementara itu, Ketua DPRD Ende Hery Wadhi mengatakan, akan mendukung secara nyata kegiatan KKI melalui pelbagai kebijakan yang nanti direkomendasikan oleh KKI. DPRD akan memberikan kontribusi seturut kapasitasnya.

“Kami tunggu rekomenasi tersebut yang mungkin akan dirumuskan melalui kegiatan HUT ini,” katanya.

Hery Wadhi juga menyampaikan apresiasi kepada KKI yang telah memilih jalur kemanusiaan ini untuk berbakti kepada negara.

Diharapkan semua pihak termasuk DPRD memiliki komitmen yang didasari kejujuran hati untuk mengatasi masalah terkait ODGJ di Kabupaten Ende.*** (Flores Pos, 3 Maret 2017)

panti-renceng-mose

Suasana halaman tengah Panti Rehabilitasi Jiwa Renceng Mose di Ruteng, Kabupaten Manggarai. Tampak kru KKI Maria Gabriella berbincang dengan pemilik panti saat pengantaran empat ODGJ asal Ende, Senin (27/2).

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s