Nuel Dilepaskan Setelah 24 Tahun Terpasung

antar-odgj

Nuel dibantu berdiri oleh Ketua KKI Pater Avent Saur SVD dan Wabup Ende Djafar Achmad usai dilepaskan dari kandang, Sabtu (25/2). Nuel tidak bisa berdiri, apalagi berjalan, lantaran kaki yang dijepit kayu pasungan selama duapuluhan tahun itu jadi lumpuh.

Oleh Anton Harus

Ende, Flores Pos Herman Yosef Nuel, warga Kampung Nuamere, Lorong Gua Maria, Kelurahan Rewarangga, Kecamatan Ende Timur, Kabupaten Ende, mengalami kebebasan setelah 24 tahun terpasung sejak tahun 1993 lalu.

Pada akhir Desember 2016, Nuel yang tinggal di rumah khusus berukuran 2 x 1,5 meter, dilepaskan dari pasung yang menjepit kakinya hingga lumpuh.

Usai dilepaskan dari pasung, Nuel tetap tinggal di rumah khusus itu, serupa kandang. Pada 25 Februari 2017, kandang itu dibongkar, dan mulai Senin (27/2), Nuel menjalani perawatan intensif di Panti Rehabilitasi Renceng Mose di Ruteng, Kabupaten Manggarai.

Hal ini disampaikan Pendiri dan Ketua Kelompok Kasih Insanis (KKI) Peduli Orang dengan Gangguan Jiwa, Pater Avent Saur SVD, dalam sambutannya pada saat menggelar kampanye kesehatan pada Sabtu (25/2) siang.

Kampanye kesehatan jiwa bertema “Bebas Pasung, Bebas Stigma” digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun Pertama KKI pada 25 Februari 2017.

Pater Avent mengatakan, kampanye kesehatan jiwa diisi dengan beberapa acara, antara lain pembongkaran kandang ODGJ Nuel di Kampung Nuamere, Kelurahan Rewarangga, dilanjutkan dengan pemberian makanan-minuman kepada ODGJ yang berkeliaran di jalan-jalan dalam kota Ende dan sekitarnya.

Kegiatan lainnya adalah mengantar empat ODGJ ke Panti Rehabilitasi Renceng Mose di Ruteng, Kabupaten Manggarai.

“KKI mendapat informasi tentang keadaan Nuel pada awal Januari 2017. Selama sekitar dua bulan ini, kita berikan obat kesehatan jiwa. Keadaannya agak membaik, dan pada Senin, 27 Februari, ia diantar ke panti bersama tiga ODGJ lainnya,” katanya.

Kisah Keluarga

Menurut kisah keluarga, lanjut Pater Avent, Nuel menderita gangguan jiwa pada tahun 1991. Dua tahun kemudian, karena keadaannya agak agresif, ia dipasung di sebuah rumah khusus, letaknya di belakang rumah keluarga.

Lima belas tahun kemudian, rumah itu jadi usang, lalu dibongkar, dan keluarganya membangun rumah baru yang ukurannya sama dengan rumah lama.

Ketika rumah kedua ini usang lagi, kata Pater Avent, maka keluarga membangun lagi rumah ketiga. Rumah ketiga inilah yang dibongkar pada kegiatan kampanye kesehatan jiwa bertepatan  hari ulang tahun pertama KKI.

“Kenyataan pasung didasari oleh stigma atau pandangan negatif masyarakat terhadap ODGJ. Karena itu, perjuangan KKI tidak hanya bersasar pada ODGJ, tapi juga masyarakat.  Stigma dan wujud stigma mesti diubah,” katanya.

Hadir pada acara pembongkaran kandang ODGj itu, Wakil Bupati Ende  Djafar Achmad dan Ketua DPRD Ende Hery Wadhi, Ketua Komisi III DPRD Ende Julius Cesar Wonga yang membidangi masalah sosial dan kesehatan masyarakat, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ende Yeremias Bore, pihak Dinkes Ende dan RSUD Ende serta puskesmas.

Hadir juga para lurah, kru KKI, keluarga ODGJ dan warga kampung Nuamere, aparat Kepolisian Sektor Wolowona dan Kepolisian Resor Ende, kru Kelompok Widow-wati Ende, Pastor Rekan Paroki Roworeke Romo Egi Parera, dan undangan lainnya.

Jangan Pasung Lagi

Wabup Ende Djafar Achmad dalam kata sambutannya sebelum memimpin pembongkaran kandang ODGJ, Sabtu (25/2), mengatakan, negara memiliki kewajiban untuk mengurus masalah warganya entah urusan itu diminta atau tidak diminta oleh warga.

Ia mengakui bahwa untuk urusan orang dengan gangguan jiwa, selama ini negara belum menjalankan kewajiban.

Karena itu, Wabup Djafar mengapresiasi KKI yang telah memulai aksi kemanusiaan yang selama ini diabaikan oleh pemerintah. Kehadiran KKI baginya merupakan sebuah dorongan yang kuat terhadap kerja pemerintah.

“Untuk kedua kalinya, saya menghadiri undangan KKI untuk bongkar pasungan ODGJ. Kini buka kandang ODGJ. Diharapkan, pasung dan kandang seperti ini tidak akan ada lagi,” katanya.

Pada kesempatan itu, Djafar meminta semua lurah dan kepala desa serta camat untuk mendatakan orang dengan gangguan jiwa di wilayahnya masing-masing, terutama yang terpasung. Ini bertujuan agar pemerintah segera mengambil kebijakan untuk mengatasi masalah ini.

“Lurah mesti tahu kondisi warganya, terutama yang terpasung. Jangan KKI tahu duluan, baru kemudian lurah atau kepala tahu masalah warganya,” katanya.

Kontribusi DPRD

Sementara itu, Ketua DPRD Ende Hery Wadhi mengatakan, akan mendukung secara nyata kegiatan KKI melalui pelbagai kebijakan yang nanti direkomendasikan oleh KKI. DPRD akan memberikan kontribusi seturut kapasitasnya.

“Kami tunggu rekomendasi tersebut yang mungkin akan dirumuskan melalui kegiatan HUT ini,” katanya.

Hery Wadhi juga menyampaikan apresiasi kepada KKI yang telah memilih jalur kemanusiaan ini untuk berbakti kepada negara. Diharapkan semua pihak termasuk DPRD memiliki komitmen yang didasari kejujuran hati untuk mengatasi masalah terkait ODGJ di Kabupaten Ende.

“Ketua KKI Pater Avent Saur SVD pernah menemui saya di Kantor DPRD Ende untuk membicarakan kebijakan KKI dan meminta partisipasi dalam kegiatan KKI. Kami bertekad untuk mendukung secara nyata kegiatan kemanusiaan ini melalui kebijakan yang akan kami ambil nanti,” katanya.*** (Flores Pos, 4 Maret 2017)

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s