Masalah Sosial Fransiska Diaz Perlu Tanggapan Serius

rumah-fransiska-diaz

Kondisi rumah perempuan tua Fransiska Diaz di RT 07/RW 03, Kelurahan Postoh, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur. Kondisi rumah tua ini rusak berat diterjang angin kencang awal Februari 2017 lalu. Gambar diambil pada Sabtu (25/2).

  • Warga Postoh, Kecamatan Larantuka

Larantuka, Flores Pos –– Pemerintah Kabupaten Flores Timur diminta lebih serius menanggapi masalah sosial yang sudah dan sedang dialami oleh Fransiska Diaz, warga RT 07/RW 03, Postoh, Kelurahan Postoh, Kecamatan Larantuka.

Fransiska Diaz, selain merupakan salah satu korban bencana angin kencang akhir Januari dan awal Februari 2017 lalu, juga merupakan warga lansia yang hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan jauh sebelum bencana angin kencang menimpa warga Kabupaten Flotim.

Permintaan itu disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Flores Timur (Flotim), Anton Bulet Rebon dan Usman Abdul Malik, kepada Flores Pos, di Balai Gelekat Lewo, DPRD Kabupaten Flotim, Kamis (2/3).

Anton Bulet, Anggota DPRD dari Partai Hanura dan Usman Abdul Malik dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), mengatakan, pemerintah diharapkan tidak hanya melihat Fransiska Diaz sebagai korban bencana angin kencang, tetapi lebih dari itu, apa yang dialami Fransiska Diaz itu terkait dengan masalah sosial.

“Saya sudah baca beritanya di Flores Pos. Kita prihatin dengan kondisinya. Saya minta pemerintah lebih serius menanggapi masalah sosial yang dialami Ibu Fransiska Diaz,” katanya.

Flores Pos bersama beberapa rekan wartawan pada Sabtu (25/2) pagi, menemui perempuan tua renta, penghuni rumah yang sudah masuk kategori tidak lagi layak huni, apalagi dihuni seorang lansia sendirian, Fransiska Diaz. Usianya 81 tahun.

Fransiska Diaz tinggal sendirian di rumah yang sudah reot itu. Rumah reot itu bertambah rusak berat, setelah diterjang bencana angin kencang pada akhir Januari hingga awal Februari 2017 lalu.

Anton Bulet mengatakan, Dinas Sosial dan BPBD mesti berupaya sedapat mungkin mengatasi masalah sosial Ibu Fransiska Diaz. Negara wajib melindungi warganya yang mengalami masalah ini.

Sendirian Sejak 1960-an

Fransiska Diaz, kepada Flores Pos dan rekan-rekan wartawan lain, Sabtu (25/2) pagi, mengaku tinggal sendiri di rumah reot itu sejak tahun 60-an. Usianya sudah 78 tahun (seharusnya 81 tahun). Matanya sudah tidak bisa melihat lagi alias buta.

fransiska-diaz

Fransiska Diaz (lansia 81 tahun), warga RT 07/RW 03, Postoh, Kelurahan Postoh, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, duduk di kursi sofa yang sudah tidak layak lagi diduduki dan dalam rumahnya yang rusak berat sambil bercerita dengan wartawan, Sabtu (25/2).

Fransiska Diaz mengatakan, saat kejadian angin kencang awal Februari 2017 lalu, ia di dalam rumah tua itu sendirian saja. Atap seng rumahnya terlepas dibawa angin kencang. Dinding rumah terlepas satu demi satu. Fransiska Diaz tidak tertimpa material rumah yang jatuh.

Setelah peristiwa angin kencang itu, Fransiska Diaz didatakan sebagai salah satu warga korban bencana angin kencang. Fransiska Diaz mendapat bantuan tanggap darurat dari pemerintah berupa beras 10 kilogram, terpal, sarimi, minyak goreng, gula, kompor dan kuali.

Kamar tempat tidur ukuran kecil, sebuah kasur kepok tua tergelatak di atasnya. Plafon dari terpal berwarna biru. Lemari pakaian, campuran alumium dan kayu. Dapur sederhana dengan peralatan dapur seadanya dan berserakan.

Di luar ataupun di dalam rumah itu, tidak ada kamar mandi dan toilet. Rumah setengah tembok berukuran 6 x 4 meter persegi, sebagiannya dari keneka (belahan bambu). Atap seng rumah tua itu terlepas dibawa angin kencang.

Fransiska Diaz beratapkan langit. Dinding keneka sudah terlepas, sehingga tampak bolong. Lantai rumah itu, murni dari tanah.*** (Flores Pos, 3 Maret 2017)

Baca ulasan:Fransiska, Negara dan Agama

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Masalah Sosial Fransiska Diaz Perlu Tanggapan Serius

  1. memprihatinkan, izin share

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s