Setahun KKI

Ketua KKI Pater Avent Saur SVD memberikan kata sambutan sekaligus membuka seminar sehari bertema "Keberpihakan terhadap ODGJ dan Kesehatan Jiwa", dalam rangka HUT Pertama KKI, digelar, Sabtu, 4 Maret 2017

Ketua KKI Pater Avent Saur SVD memberikan kata sambutan sekaligus membuka seminar sehari bertema “Keberpihakan terhadap ODGJ dan Kesehatan Jiwa”, dalam rangka HUT Pertama KKI, di Aula Stipar Ende, Sabtu, 4 Maret 2017

Oleh Avent Saur

Dua hal yang mengembirakan bagi Kelompok Kasih Insanis (KKI) Peduli Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) pada hari ulang tahun pertama, 25 Februari 2017, adalah bahwa pihak pemerintah berani mengakui kekurangannya. Itu yang pertama.

Yang kedua adalah pemerintah tampak roman wajah serius dan bicarakan sungguh menyatakan tekad untuk bangkit dari kekurangan itu.

Ya tentu terutama terkait tanggung jawab terhadap orang dengan gangguan jiwa di Kabupaten Ende, yang ibu kotanya dikenal sebagai Ende Kota Pancasila.

Kehadiran pemerintah pada HUT pertama KKI menyata pertama-tama dalam kampanye kesehatan jiwa bertema “Bebas Pasung, Bebas Stigma” pada hari puncak HUT, 25 Februari.

Itu terjadi di Kampung Nuamere, Lorong Gua Maria, Kecamatan Ende Timur.

Di sanalah, Wabup Ende Djafar Achmad mengakui kekurangan itu, dan menyatakan tekad untuk bangkit. Bagaimana tidak, saat itu, untuk kedua kalinya, Djafar memimpin pembongkaran pasung dan kandang ODGJ.

***

Tak ketinggalan wakil rakyat kita. Sama-sama melangkah jadinya. Sembari mengapresiasi KKI atas jalur khusus dalam kebaktian kepada negara, Ketua DPRD Ende Hery Wadhi mengakui kekurangan yang sama dan menyatakan tekad yang juga tentu sama.

Itu semua tertuang secara jelas dan tegas dalam kata sambutan sebelum pembongkaran kandang ODGJ. Berturut-turut dimulai oleh Ketua KKI kemudian Ketua DPRD dan diakhiri Wabup Djafar.

Nah dua hari kemudian, KKI dan pemerintah serta wakil rakyat kembali berkumpul di ruang penyiaran Pro 1 RRI Ende. Itu tertanggal 27 Februari 2017 dalam acara “Dialog Nusa Bunga Menyapa”.

Di sana tiga pihak ini mulai berdiskusi tentang tanggung jawab terhadap ODGJ. Serius tampaknya, bahkan terbilang sangat. Itu berlangsung satu jam, sore hari.

Betapa mengembirakan tentunya pelbagai titik terang perihal tanggung jawab yang nyata senyata-nyatanya terhadap ODGJ mulai memancarkan cahayanya. “Nera”, term bahasa lokal Manggarai, Flores, berarti cahaya.

***

Puncak dari hal yang mengembirakan itu adalah ketika dari pelbagai pihak berkumpul rapi mendiskusikan dan menyatakan tekad untuk melakukan sesuatu yang nyata terhadap masalah ODGJ di Kabupaten Ende. Pelbagai pihak itu, semisal civitas academica Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende, RSUD Ende, Dinkes Ende, psikolog dan teolog serta tokoh agama

Dan puncak kegembiraan, perlu dicatat, bahwa bukan terutama kegembiraan KKI, melainkan kegembiraan ratusan ODGJ yang suaranya yang parau itu dititipkan via KKI. Ya tentu juga suara serak keluarga mereka.

Namun harus diakui sejujur-jujurnya, kegembiraan itu belum sepenuhnya terasa. Why?

Selain karena didasari oleh keyakinan bahwa kegembiraan penuh hanya akan mungkin dialami di dunia seberang, tetapi juga didasari oleh kenyataan bahwa perwujudan tekad tanggung jawab terhadap masalah ODGJ membutuhkan waktu bukan cuma sehari.

Iya kan? Bisa berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Lebih dahsyat lagi, berezim-rezim.

Sekalipun pun demikian, semua pihak mesti memiliki optimisme dan konsistensi. Bahwasanya, pernyataan tanggung jawab itu akan segera diwujudkan dalam kenyataan melalui kebijakan-kebijakan politis pemerintah dan wakil rakyat.

Notabene-nya ada dua: pemerintah dan wakil rakyat yang notabene memiliki tanggung lebih besar terhadap masalah rakyat. Pemerintah dan wakil rakyat yang notabene juga selama ini mengabaikan tanggung jawab itu selama berpuluhan tahun sejak Republik ini merdeka bahkan.

***

Sambil menunggu realisasi tanggung jawab pemerintah dan wakil rakyat, ada sesuatu yang pasti. Apa? KKI melalui refleksi HUT pertama ini tentu akan tetap berjalan maju.

Tantangan dan adangan tentu ada. Bahasa lainnya, kendala dan rintangan selalu saja datang.

Tetapi ada satu prinsip yang kiranya menguatkan sedikit: “melakukan semampu kita”. Prinsip itu menjadi pemacu untuk senantiasa bergerak maju.

Lebih dari kemampuan, KKI tentu dengan rendah hati menepuk dada. Misalnya, berani katakan bahwa terhadap yang ini dan yang itu biarkanlah itu berjalan mengalir seperti air di alam semesta ini.

Dan tentu itu semua diserahkan kepada pemilik langit dan bumi ini. Yakin dengan alasannya: sebab segala kenyataan di dunia ini termasuk kenyataan masalah penderitaan ODGJ serta perjuangan apa adanya yang dilakukan KKI, Dia pasti menyelenggarakan dan mengaturnya.

Kita ingat telapak tangan terbuka, di atasnya, tidur sebuah boneka manusia? Mungkin seperti itu bayangan dan keyakinan akan providentia Dei itu.

***

Nah ini tentang di Ende. Dan semestinya bukan cuma tentang Ende tentunya.

Masalah penderitaan ODGJ ada di mana-mana. Di kampung dan daerah kita masing-masing. Karena itu, semestinya secara sosial dan secara politis, masalah ODGJ tidak boleh diabaikan.

Dasar pergerakan dan kepedulian kita adalah pandangan yang positif terhadap martabat manusia yang melekat secara inheren dalam diri manusia.

Karena itu pula semua pihak mesti mulai mengarahkan kepeduliannya terhadap persoalan ini. Bukan diam saja atau bungkam saja. Tolak bungkam, kata orang-orang kritis.*** (Flores Pos, 6 Maret 2017)

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in OPINI and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s