Videotron Dimatikan Dahulu

Berita Flores Pos, 8 Maret 2017

  • N0nga: Biaya Listrik dari Anggaran Rutin Bagian Umum Setda Ende

Oleh Silvano Keo Bhaghi

Ende, Flores Pos — Videotron senilai Rp773 juta yang dipasang Pemda Ende di Simpang Lima Kota Ende yang menyedot pulsa listrik pra bayar Rp1 juta sebulan disarankan untuk sementara dimatikan saja dahulu.

Sebab, selain menyedot pulsa listrik Rp12 juta setahun dan biaya operasionalisasi lainnya, hingga sekarang, videotron satu-satunya di Pulau Flores itu belum memberikan penghasilan asli daerah (PAD) bagi Kabupaten Ende.

Penutupan sementara videotron dinilai dapat menghemat uang rakyat Ende.

Hal ini disampaikan oleh Sekjen Pusam Indonesia, Oskar Vigator Wolo kepada Flores Pos, Selasa (7/3).

Matikan Saja

Oskar mengatakan, daripada biaya operasionalisasi videotron membebani keuangan daerah, sebaiknya videotron dimatikan saja dulu.

Menurutnya, staf Humas Setda Ende mesti terlebih dahulu mencari iklan, dan Pemda Ende mesti menerbitkan peraturan tentang penarikan pajak iklan atau reklame sebelum akhirnya videotron dihidupkan lagi.

“Kalau hanya tampilkan gambar yang tidak menghasilkan uang, sebaiknya ditutup dulu,” katanya.

Oskar mengatakan, berhenti memasang videotron tidak berarti mengembalikan barang mewah itu untuk kemudian tidak digunakan lagi.

Menurutnya, pemerintah mesti terlebih dahulu mencari peluang untuk menghasilkan PAD sebelum akhirnya videotron dipasang lagi.

“Pemda Ende harus segera buat payung hukum. Masa sudah dipasang, payung hukumnya belum ada. Ini menunjukkan, perencanaan pengadaan videotron tidak matang,” katanya.

Konsekuensi Anggaran Pulsa Listrik

Anggota DPRD Ende, Sabri Indra Dewa, kepada Flores Pos, Selasa (7/3) mengatakan, pemasangan videotron tentu saja menimbulkan konsekuensi pada ketersediaan anggaran pemakaian pulsa listrik.

Akan tetapi, menurutnya, badan anggaran (Banggar) DPRD Ende belum membahas rincian anggaran pemakaian pulsa listrik secara perinci.

“Anggaran perinci ada di Bagian Umum Setda Ende. Teknis pelaksanaan ada di Komisi III DPRD Ende,” katanya.

Menurut Sabri, pada masa awal pembahasan anggaran pengadaan videotron, Banggar DPRD Ende hanya membahas hal-hal umum tentang pengadaan videotron, Tour de Flores dan MTQ.

Menurutnya, Banggar DPRD Ende tidak sampai membahas biaya operasionalisasi dan mantainance (perawatan) videotron secara khusus.

“Teknisnya di Komisi III DPRD Ende,” katanya.

Anggaran Rutin Setda Ende

Ketua Komisi III DPRD Ende, Julius Caesar Nonga kepada Flores Pos, Selasa (7/3), mengatakan, Pemda Ende menggunakan anggaran rutin sekretariat daerah (Setda) Ende untuk membiayai beban pemakaian pulsa listrik.

Menurutnya, sejak awal pembahasan anggaran, DPRD sudah melakukan kalkulasi secara keseluruhan baik estimasi pendapatan maupun biaya operasionalisasi videotron.

“Kita berharap Pemda sesegera mungkin berupaya agar videotron mengiklankan produk perusahaan tertentu sehingga bisa menghasilkan PAD. Sebab tujuan awal pengadaan videotron adalah pertama, sumber PAD. Kedua, sarana informasi, sosialisasi dan promosi,” katanya.

Nonga mengatakan, jika videotron menuntut payung hukum khusus, maka bupati Ende mesti segera mengeluarkan surat keputusan bupati tentang aturan penarikan pajak reklame videotron.

bagian Humas Setda Ende, lanjutnya mesti segera membuat nota informasi kepada bupati agar segera menerbitkan payung hukum khusus itu.*** (Flores Pos, 8 Maret 2017)

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s