DPRD Ende Akan Panggil Pemerintah Terkait Tunggakan di Bulog Rp3,5 Miliar

Gambar berita cetak Flores Pos, Jumat, 28 April 2017.

Oleh Anton Harus

Ende, Flores Pos — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ende akan memanggil pemerin­tah Kabupaten Ende untuk menjelaskan masalah penghentian penyaluran beras bagi pegawai negeri sipil (PNS) di lingkup Pemkab Ende oleh Perum Bulog Subdivre Ende sejak April 2017.

“Terus terang, kami (DPRD) be­lum tahu ada persoalan ter­kait penghentian penyaluran be­ras bagi PNS. Kami tidak per­nah diinfomasikan oleh pemerintah secara resmi,” kata Ketua DPRD Ende Herman Joseph Wadhi di ruang kerjanya, Rabu (26/4).

“Paling, saya tahu lewat teman-teman media seperti ini. Kami akan cek dulu apa persoalannya. Untuk ke­pastiannya, dewan akan panggil pemerintah,” lanjutnya.

Heri Wadhi mengatakan, de­wan akan meminta penjelasan pemerintah terkait persoalan penghentian penyaluran beras bagi PNS di Ende. Ini tentu akan membuat se­jumlah PNS merasa tergang­gu dalam menjalankan tu­gasnya.

“Kita mesti bertemu peme­rintah, apa sesungguhnya yang terjadi. Kalau pemerintah belum bayar, sementara PNS te­lah bayar lewat pemo­tong­an gaji, kita akan soroti pemerintah. Tetapi, kalau terkait selisih harga dan dasar hukum pembayaran, kita akan bicarakan untuk bisa disele­saikan,” kata Wadhi.

Ketua DPRD Ende dari Fraksi Partai Golkar ini ber­harap pemerintah dan Bulog Subdivre Ende dapat menye­lesaikan persoalan ini sece­patnya agar semua bisa kem­bali berjalan normal.

Menurut Wadhi, peme­rintah memang tidak bisa mengambil keputusan sen­di­ri jika terkait anggaran. Semua mesti melalui pem­bicaraan dengan dewan.

“Pemerintah tidak mung­kin bayar di luar ang­garan yang telah ditetapkan bersama dewan. Semua me­lalui APBD. Untuk ­ubah angka tersebut mesti di­bicarakan lagi dengan DP­RD,” katanya.

PNS Diminta Bersabar

Tentang tunjangan beras yang belum tersalurkan ini, Ketua DPRD meminta jajar­an PNS lingkup Pemkab Ende bersabar. Ia berharap persoalan beras ini tidak membuat kerja PNS menu­run dalam melayani masya­rakat.

“Kami akan bicarakan ini dengan pemerintah dan juga Bulog Subdivre Ende. Ha­rapan saya, teman-teman PNS tetap menjalankan tu­gas pelayanannya dengan baik,” kata.

Diberitakan Flores Pos, Kamis (27/4), Bulog Sub­divre Ende menghentikan sementara penyaluran beras PNS di Ende. Hal ini dila­kukan karena Pemkab Ende masih menunggak selisih har­ga beras ke Bulog Sub­divre Ende sebesar Rp3,5 mi­liar lebih.

Kepala Badan Pengelo­laan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Ende Abdul Syukur Muhammad me­ngatakan, tunggakan terse­but terjadi karena ada per­bedaan dasar hukum pene­tapan harga yang berlaku di Bulog Subdivre Ende dengan pemerintah. Pemerintah mem­bayar dengan harga Rp8.047 per kilogram sesuai per­aturan Dirjend Perbenda­haraan.

Sementara Bulog Subdivre Ende menagih de­ngan harga Rp8.725 per kilogram de­ngan dasar hukum peraturan Menteri Keuangan RI.*** (Flores Pos, Jumat, 28 April 2017)

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s