IAD Ende Bantu Orang dengan Gangguan Jiwa yang Terpasung

Para Ibu dari Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Daerah Ende berkunjung ke tempat pemasungan orang dengan gangguan jiwa di Kampung Roworeke, Kelurahan Rewarangga, Kecamatan Ende Timur, Kabupaten Ende, Flores, NTT, Jumat (12/5).

Oleh Anton Harus

Ende, Flores PosIkatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Daerah Ende memberikan bantuan kepada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) terpasung pada Jumat (12/5).

Bantuan IAD Ende berupa makanan dan beras, diberikan langsung kepada para ODGJ dan keluarganya.

IAD Daerah Ende adalah organisasi Ibu-Ibu dari kepala dan para pegawai Kejaksaan Negeri Ende.

Pada Jumat, sejumlah 15 Ibu ini, mengunjungi ODGJ terpasung yakni Safrudin Ahmad di Kampung Pu’u Jambu, Kelurahan Roworena Barat, Kecamatan Ende Utara,  Kabupaten Ende.

ODGJ lainnya, Patrisius Wangga Tibo di Kampung Roworeke, Kelurahan Rewarangga, Kecamatan Ende Timur.

Safrudin Ahmad terpasung satu kaki sejak enam tahun silam di sebuah rumah usang milik orang tuanya, sementara Wangga Tibo terpasung juga satu kaki di tenda beratap seadanya tanpa dinding, di area rumpun-rumpun  pisang.

SosialBudaya IAD

Ketua IAD Daerah Ende, Rista Erna Soelistiowati, Nyonya dari Kepala Kejaksaan Negeri Ende, Muji Martopo, mengatakan, kunjungan dan pemberitan bantuan ini adalah bagian dari kerja Bidang Sosial Budaya di Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Daerah Ende.

Pihaknya coba mewujudkan kepedulian terhadap orang dengan gangguan jiwa yang selama ini jarang diperhatikan oleh pelbagai pihak.

“Selama ini, kami kunjungi panti-panti dan pesantren. Baru kali ini, kami berkunjung kepada ODGJ dan keluarganya,” kata Rista Erna.

Menurut Rista Erna yang memimpin rombongan IAD Daerah Ende, keadaan ODGJ terpasung sangat memprihatinkan. Sudah saatnya, pemerintah menyediakan panti rehabilitasi jiwa untuk para penderita gangguan jiwa.

Gambar berita cetak Flores Pos, Sabtu, 13 Mei 2017.

Bantuan yang diberikan oleh IAD, katanya, tentu sangatlah sedikit jumlahnya. Tetapi pihaknya coba mewujudkan kepedulian terhadap orang-orang yang tidak beruntung, dan mengajak pelbagai pihak untuk menaruh kepedulian terhadap mereka.

Kelompok Sosial

Dalam kunjungan tersebut, rombongan IAD didampingi ketua dan anggota Kelompok Kasih Insanis (KKI) Peduli Orang dengan Gangguan Jiwa, yakni Pater Avent Saur SVD dan Sudrasman Arifin.

Kepada Ibu-Ibu IAD Daerah Ende, Ketua KKI Pater Avent bersosialisasi secara singkat tentang keberadaan KKI dan data ODGJ Kabupaten Ende serta tanggapan pemerintah Kabupaten Ende.

Pater Avent mengatakan, KKI merupakan kelompok sosial yang bergerak secara khusus mewujudkan kepedulian terhadap orang dengan gangguan jiwa.

Bukan cuma di Ende, lanjut Pater Avent, KKI juga mewujudkan kepedulian terhadap orang dengan gangguan jiwa di pelbagai daerah di NTT yakni di Pulau Flores, antara lain Bajawa, Manggarai Barat, Maumere, Larantuka, juga di Pulau Lembata.

Di daratan Timor, KKI melayani beberapa ODGJ di Kefamenanu, Ibu Kota Kabupaten Timur Tengah Utara.

Menurut Pater Avent, kehadiran rombongan IAD yang mewujudkan kepedulian terhadap ODGJ adalah hal yang patut diapresiasi.

“Semakin banyak orang yang peduli, itu semakin baik. Terima kasih kepada Ibu-Ibu sekalian,” kata Pater Avent.

200-an ODGJ

Pater Avent juga mengatakan, jumlah ODGJ di Kabupaten Ende sudah mencapai 200-an.

Kepada pasien-pasien ini, KKI telah memberikan obat yang khusus untuk mengatasi gangguan jiwa, sementara yang lainnya diantar ke panti rehabilitasi jiwa yakni Panti Santa Dymphna di Maumere, Kabupaten Sikka dan Panti Renceng Mose di Ruteng, Kabupatan Manggarai.

“Persediaan obat dan dana masih sangat kurang. Bantuan pelbagai pihak sangat dibutuhkan para ODGJ,” katanya.

Menurut Pater Avent, pemerintah dan DPRD Kabupaten Ende sudah mulai bergerak untuk melayani ODGJ. Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan serta RSUD Ende dalam Rapat Dengar Pendapat KKI di DPRD Ende akhir Maret 2017, menyatakan komitmen untuk melayani para ODGJ di Kabupaten Ende.

Terima Kasih

Keluarga ODGJ, Ahmad Medu, menyatakan terima kasih kepada IAD Daerah Ende yang bersama KKI menaruh kepedulian terhadap keluarganya.

“Terima kasih atas bantuan ini. Kami sangat butuh dukungan sesama untuk menjalani penderitaan keluarga kami,” tuturnya.*** (Flores Pos, 13 Mei 2017)

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s