Kejari Ende Lakukan Pulbaket Pengadaan Videotron

Videotron di perlimaan Kota Ende seharga Rp773 juta.

Oleh Silvano Keo Bhaghi

Ende, Flores Pos Kejaksaan Negeri (Kejari) Ende, Flores, sedang melakukan proses pengumpulan bahan dan ke­terangan (Pulbaket) sehubungan dengan proyek pengadaan video­tron senilai Rp773 juta yang di­pasang Pemerintah Kabupaten Ende di Simpang Lima Kota Ende.

Sekarang, Kejari Ende se­dang berada pada tahap pe­ngumpulan dokumen pengadaan videotron yang menyedot arus listrik sebesar 10.650 watt itu.

Se­telah tahap pengumpulan do­kumen, Kejari Ende akan mela­kukan evaluasi dan menentukan layak atau tidaknya penerbitan surat perintah dimulainya pe­nyelidikan (SPDP) terhadap proyek pengadaan videotron tersebut.

“Dokumen dikumpulkan dari Bagian Humas Setda Ende. Kita akan periksa, apakah proses peng­adaan videotron ada unsur pidana­nya atau tidak.”

Kajari Ende Muji Martopo

Kepala Kejari Ende, Mudji Martopo, kepada Flores Pos di ruang kerjanya, Selasa (16/5), mengatakan, Kejari Ende sedang mengumpulkan dokumen sehu­bungan dengan proyek pengada­an videotron.

Menurutnya, Pihak Kejari Ende akan memeriksa, mengem­bangkan dan memberikan res­pons terhadap setiap laporan ma­syarakat.

“Kita kembangkan dugaan masyarakat. Kita sedang kum­pul data sedikit-sedikit. Kita selalu res­pons laporan masyarakat,” ka­tanya.

Keseriusan Kejari

Ketika ditanyai wartawan, apa­kah Kejari Ende serius menangani dugaan kasus proyek pengadaan videotron, Kajari Martopo menga­takan, tentu saja pihaknya akan se­rius menangani laporan warga terkait pengadaan videotron terse­but. Pihaknya masih berusaha mengumpulkan data dan melakukan koordinasi.

“Kita akan periksa data seperti beli di mana? Berapa harganya? Benar nggak ada alokasi dana seperti itu? Apakah lebih murah, lebih mahal atau pas? Mudah-mudahan sesuai harga. Kalau terlalu banyak, apa boleh buat?” katanya.

Hal Wajar

Anggota DPRD Ende, Philipus Kami, kepada Flores Pos, Rabu (17/5) mengatakan, Pulbaket terhadap proyek pengadaan videotron yang dilakukan oleh Kejari Ende adalah hal yang wajar. Sebab, menurutnya, Pulbaket adalah tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) kejaksaan yang dilindungi oleh undang-undang.

“Menurut saya, itu hal wajar buat ke­jaksaan untuk melakukan Pul­ba­ket terhadap videotron,” ka­tanya.

Dukung Kerja Kejari Ende

Sekjen Pusam Indonesia, Oskar Vigator Wolo, kepada Flores Pos, Ra­bu (17/5), mengatakan, masya­rakat mendukung kerja kejaksaan untuk melakukan Pulbaket atau penyi­dikan atau apa pun namanya seba­gai tahapan dalam proses hukum yang harus dilalui.

Menurutnya, hal yang terpenting adalah jaksa me­lakukan Pulbaket secara profe­sional dan independen.

“Dengan demikian, publik bisa mengetahui secara pasti proses pengadaan videotron. Apakah ada masalah hukum atau tidak? Kita dukung Kejari Ende untuk bongkar satu per satu kasus dugaan publik selama rezim kekuasaan Ende saat ini,” katanya.*** (Flores Pos, Kamis, 18 Mei 2017)

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s