Forum Keadilan untuk Lewotana Ajak Anggota DPRD Heningkan Cipta

Para aktivis Fokal Flotim melakukan orasi di depan Balai Gelekat Lewotana, DPRD Flotim mendesak pemerintah dan DPRD membatalkan pembelian mobil baru yang dianggarkan dalam APBD 2017, Jumat (19/5).

  • Grace: Batalkan Beli 5 Mobil Baru

Oleh Wentho Eliando

Larantuka, Flores Pos — Suasana riuh dengan sorakan dan adu argumentasi di ruang utama Balai Gelekat Lewotana, sekitar 15 menit, berubah hening. Aktivis perempuan dari Forum Keadilan untuk Lewotana (FOKAL) Flores Timur (Flotim) mengajak pemimpin dan anggota DPRD Flotim berdiri.

Grace Gracella

Perempuan muda asli Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur ini, meminta semua yang ada dalam ruang itu mengheningkan cipta dan bersama menyanyikan lagu “Gugur Bunga”. Grace mengajak semua wakil rakyat di Balai Gelekat Lewotana menaruh kepedulian yang sama terhadap berbagai kesulitan dan kebutuhan masyarakat Flotim dengan mengabaikan keinginan mereka membeli 5 unit mobil baru.

“Saya mengajak kita semua untuk berdiri dan mengheningkan cipta beberapa menit saja. Kita hening sejenak untuk kondisi kesulitan dan kebutuhan masyarakat kita saat ini. Saya pimpin mengheningkan cipta. Mengheningkan cipta, mulai,” kata Grace diikuti dengan lagu Gugur Bunga. Pemimpin dan Anggota DPRD Kabupaten Flotim beserta semua yang hadir berdiri dan bersama mengheningkan cipta serta menyanyikan “Gugur Bunga”.

Fokal Flotim melakukan aksi damai mendatangi Kantor DPRD Flotim, Jumat (19/5). Mereka membentangkan spanduk bertuliskan “Selamatkan APBD Flotim”, “Hentikan Foya-Foya Perjalanan Dinas” dan melakukan orasi di depan Balai Gelekat Lewotana yang berlokasi di Jalan Yoachim BL de Rosari tersebut.

Fokal Flotim melalui sejumlah orator di antaranya Andri Atagoran, Grace Gracella, John Rou, Anehyer Kadir, Kanis Soge, dan Hexander L. Sira, mendesak agar DPRD Flotim peduli dengan kesulitan dan kebutuhan yang saat ini dialami masyarakat Flotim.

Fokal Flotim mendesak agar DPRD Flotim membatalkan pembelian 5 unit mobil baru yang dianggarkan dalam APBD Tahun Anggaran 2017 yang saat ini sedang berpolemik di tengah masyarakat.

Fakta Pembanding

Setelah melakukan orasi, mereka diterima Ketua DPRD Flotim dan sejumlah anggota dewan di ruang utama Balai Gelekat Lewotana untuk beraudiensi.

Fokal Flotim membeberkan berbagai data termasuk data pembanding kondisi riil yang dialami masyarakat Flotim dengan pembelian mobil baru pemimpin DPRD serta besarnya anggaran perjalanan dinas baik birokrasi maupun lembaga dewan.

Audiensi berlangsung panas. Fokal Flotim membeberkan data pembanding dengan menampilkan potret kesulitan dan kebutuhan masyarakat Flotim.

Grace Gracella, yang didaulat Fokal Flotim membeberkan data pembanding dan membacakan tuntutan forum. Grace Gracella mengatakan, forum melihat adanya kesenjangan yang teramat jauh yang terjadi antara keterwakilan DPRD Flotim sebagai pengemban amanat penderitaan rakyat dengan penjabaran anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Flotim tahun anggaran 2017.

Menurutnya, beberapa fakta lapangan berdasarkan hasil invenstigasi menunjukan hal itu. Fakta itu, soal pendidikan belum sampai pada sektor-sektor akar rumput masyarakat.

“Bisa lihat bagaimana kondisi SDI Bou di Dusun Tanabelen, Desa Lamatutu, Kecamatan Tanjung Bunga. Sekolah ini menampung 52 orang anak bangsa. Bangunan fisik sekolah sangat memprihatinkan.”

“Aktivitas belajar mengajar di ruangan yang disekat seadanya. Sekat dinding dari pelupuh (keneka), lantai tanah, dan kondisi kekurangan lainnya.”

“Pihak SDI Lewobele di Desa Bidara, Kecamatan Adonara Tengah juga mengalami kondisi yang sama,” katanya.

Beberapa Tuntutan

Bercermin dari kenyataan tersebut, kata Grace Gracella, Fokal Flotim menuntut pemerintah dan lembaga DPRD Flotim, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Kabupaten Flotim.

Pertama, mengajak pemerintah dan DPRD Flotim untuk kembali ke jalan yang benar dengan mengambil kebijakan yang selalu berpihak pada rakyat yang dibuktikan melalui penganggaran yang prorakyat.

Kedua, mendesak pemerintah dan DPRD Flotim untuk membatalkan penggunaan anggaran sebesar Rp1,982 miliar dari Rp2,372 miliar yang tidak pernah dibahas dalam sidang paripurna untuk pembelian mobil dinas/operasional untuk dialihkan dalam perubahan anggaran guna menjawabi kebutuhan yang lebih mendasar untuk masyarakat.

Grace Gracella mengatakan, Fokal Flotim mendesak agar pemerintah dan DPRD Flotim membatalkan membeli mobil baru. Fokal Flotim mengusulkan agar dana tersebut dipakai untuk menjawabi kebutuhan yang sangat urgen dan penting dalam bidang pendidikan, yakni membangun SDI Bou dan SDI Lewobele, meminta pemerintah dan DPRD Flotim melakukan efisiensi anggaran untuk belanja publik dengan mengurangi biaya perjalanan dinas yang saat ini melampaui PAD Flotim.

Fokal Flotim juga meminta pemerintah dan DPRD Flotim agar benar-benar transparan menjalankan pemerintahan termasuk memberi ruang publik untuk mengakses informasi terkait APBD.

“Kami, Fokal Flotim mendesak agar pemerintah dan DPRD Flotim membatalkan membeli mobil baru.”

“Fokal Flotim meminta pemerintah dan DPRD Flotim untuk menghentikan praktik kolusi dan nepotisme yang dilakukan selama ini dalam kaitan dengan rekrutmen tenaga kontrak di semua SKPD.”

“Praktik tersebut telah membebankan APBD sekaligus mencabik-cabik nilai keadilan segenap masyarakat pencari kerja di Kabupaten Flotim,” kata Grace Gracella disambut sorakan aktivis Fokal Flotim dalam ruang utama itu.

Tanggapan Wakil Rakyat

Menanggapi tuntutan dan permintaan tersebut, Ketua DPRD Flotim, Yosep Sani Betan, yang memimpin langsung audiensi itu, mengatakan bahwa semua aspirasi yang disampaikan Fokal Flotim menjadi masukan dan harapan bersama untuk perencanaan dan penggunaan anggaran yang baik pada APBD Kabupaten Flotim.

Semua masukan tersebut, katanya, tentu menjadi perhatian serius lembaga DPRD Kabupaten Flotim.

Disaksikan Flores Pos, Jumat (19/5), audiensi antara Fokal Flotim dengan DPRD Flotim tersebut berlangsung sangat alot. Suasana sempat panas pada awal audiensi, namun hingga berakhirnya audiensi berlangsung aman.

Semua aktivis Fokal Flotim kembali dan mengharapkan agar tuntutan mereka diterima oleh pemerintah dan DPRD Flotim.*** (Flores Pos, 20 Mei 2017)

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s