SDK Ende 8 Lepas Siswa Kelas 6 dan Resmikan Gua Maria

Sebagian siswa SDK Ende 8 mengikuti ekaristi pelepasan siswa kelas 6 dan peresmian Gua Maria di halaman sekolah tersebut, Rabu (31/5).

Oleh Avent Saur

Ende, Flores Pos Sekolah Dasar Katolik (SDK) Santa Maria Imaculata Ende 8 melepas 47 siswa kelas 6 yang telah menyelesaikan pendidikan akhir di lembaga milik Yayasan Persekolahan Umat Katolik Ende-Lio (Yasukel) tersebut, Rabu (31/5). Bersamaan dengan itu, lembaga tersebut meresmikan Gua Maria yang baru selesai dibangun.

Pelepasan siswa kelas 6 dan peresmian Gua Maria dilaksanakan dalam perayaan Ekaristi syukur yang dipimpin Pastor Rekan Paroki Kristus Raja Katedral Ende, Romo Frengky Aurelius Siga Meze.

Hadir mendampingi Romo Hengky, antara lain Ketua Yasukel Romo Remigius Misa, Mantan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pastoral Atma Reksa (Stipar) Ende Romo Dominikus Nong dan Ketua Kelompok Kasih Insanis (KKI) Peduli Orang dengan Gangguan Jiwa Pater Avent Saur SVD.

Sementara di panti umat, hadir Kepala SDK Ende 8 Bernadeta Siti Nurbaya, 200-an siswa SDK Ende 8, orang tua siswa kelas 6, orang tua siswa perwakilan dari setiap rombongan belajar, para guru, alumni dan para pengawas dari Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) PPO Kecamatan Ende Selatan. Ekaristi dimeriahkan kor gabungan siswa kelas 6 dan para guru.

Dalam khotbahnya, Romo Hengky mengatakan, syukur adalah tanda bahwa manusia tidak lupa akan adanya keterlibatan Tuhan dalam pelbagai proses perjuangan hidup. Syukur itu juga menunjukkan bahwa manusia mengalami kebahagiaan selama proses perjuangan hidupnya.

Siswa kelas 6 SDK Ende 8, katanya, sudah berjuang selama enam tahun di lembaga tersebut. Demikian juga, pembangunan Gua Maria tentu membutuhkan waktu untuk sampai pada titik rampung.

Karena itu, lanjut Romo Hengky, patutlah lembaga ini bersyukur. Lebih dari itu, membagikan kegembiraan syukur itu kepada siapa pun yang dijumpai.

“Kita bersyukur untuk semuanya ini. Persis seperti Maria yang bersyukur atas peristiwa besar yang dialaminya. Dan ia membagikan rasa gembira itu kepada saudarinya, Elisabet,” tutur Romo Hengky.

Tanamkan Iman Sejak Dini

Sementara Kepala SDK Ende 8, Bernadeta Siti Nurbaya, mengatakan, perjuangan siswa kelas 6 dengan pelbagai suka dan dukanya di lembaga pendidikan tersebut sudah berakhir. Ini tidak terlepas dari campur tangan Tuhan.

Bernadeta Siti Nurbaya, Kepala SDK Ende 8

“Perayaan hari ini adalah ungkapan syukur atas hal tersebut,” katanya.

Selain itu, lanjut Bernadeta, lembaga ini memiliki sarana rohani berupa Gua Maria yang dibangun selama kurang lebih satu bulan. Dengan sarana rohani ini, iman anak ditanam dan dibina sejak dini agar berakar kuat dan bertumbuh subur dalam menghadapi pergolakan hidup sosial.

“Kita tahu akhir-akhir ini, situasi sosial dan politik Tanah Air kurang kondusif,” katanya.

Menurutnya, menghadapi situasi ini, kita mesti memiliki iman yang tangguh supaya tidak terpancing untuk terjerumus ke dalam hal-hal yang justru memperparah situasi.

Ia juga mengatakan, iman anak-anak mesti dibina sejak dini, salah satunya melalui tersedianya sarana rohani di sekolah. Ini juga bagian dari pendidikan karakter anak dalam bidang religius.

“Kami berterima kasih kepada para alumni yang memperhatikan pertumbuhan iman anak di lembaga pendidikan ini,” tuturnya.

Gua Mini Indah

Disaksikan Flores Pos, Gua Maria di lembaga itu berukuran mini dengan penataan taman yang indah, lagi menyenangkan. Peresmian gua ditandai dengan pembukaan kain selubung gua oleh Ketua Yasukel Romo Remigius Misa.

Peresmian dilanjutkan dengan pemberkatan yang dipimpin oleh Romo Domi Nong. Para akhir peresmian, selain melantunkan doa, juga pemasangan lilin oleh beberapa orang sebagai perwakilan dari beberapa pihak.*** (Flores Pos, 2 Juni 2017)

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s