Orang Muda Produktif

Ilustrasi orang muda menuju tempat rantau.

Oleh Avent Saur

Petuah orang muda harus produktif tentu bukan hanya untuk di Manggarai raya, Flores, tanah congka sae, sebagaimana terbaca dalam berita media ini, Flores Pos. Petuah itu juga untuk semua orang muda di mana pun. Dan produktif, sebaiknya bukan di tanah rantau, melainkan terutama di tanah tumpah darah sendiri.

Petuah ini berlatar pada kenyataan sekian banyak orang muda lebih memilih hidup di perantauan daripada di tanah sendiri. Ini juga berlatar pada sekian banyak orang muda yang duduk (konsumtif bahkan hedonistik) saja atau berdiri (menonton) saja, dan sekian sering lebih banyak bergantung pada (belum mandiri dari) orang tua.

Ketika orang tua sudah tiada, dan orang muda sudah tidak muda lagi lantaran hidup berkeluarga, hidupnya pun “begitu-begitu saja”. Maka statement “orang miskin semakin (atau tetap) miskin” pun mendapat tempat di sini.

***

Tiga hal, kiranya coba diterangkan secara jelas terkait latar ini. Pertama, dengan latar pendidikan rendah, orang muda bekerja di pelbagai daerah di Nusantara ini, bahkan di negeri orang. Pekerjaan di sana tampak tidak jauh berbeda, berladang misalnya atau juga berjualan.

Cuma hasilnya, jauh berbeda. Di tanah rantau, langsung peroleh duit. Di tanah sendiri, tidak!

Nah ketika mereka kembali, hidupnya tak berubah juga, bahkan kerjanya memulai lagi dari awal dalam keadaan terseok-seok, apalagi ada yang sakit termasuk gangguan jiwa.

Maka dari itu, kalau orang muda tidak mampu membangun sendiri optimisme hidupnya di tanah sendiri, adalah tugas pemerintah yang digaji negara dan tugas tokoh agama yang “digaji” kerelaan mengabdil itulah yang membangun optimisme tersebut. Orang muda mesti didorong dan diyakinkan bahwa di tanah sendiri dengan memanfaatkan aneka sumber daya, hidup bisa diubah ke arah yang baik.

Kedua, upaya membangun optimisme orang muda sering kali dilakukan sebatas wacana begini, semisal analisis media ini, reses wakil rakyat, rancang kebijakan politik dan agama, atau juga seminar dan sosialisasi. Dengan begini, sering kali muncul anggapan bahwa upaya bangun optimisme itu sudah usai.

Semestinya, bersamaan dengan wacana dan rancang kebijakan, senyata-nyatanya orang muda diberikan daya berupa modal usaha sebagai stimulan (pelecut) upaya baik selanjutnya. Jika tidak, maka akan terus kaya wacana, orang muda tetap sekarat.

Tidak cukup misalnya, orang muda diberikan anakan mangga, lalu ia sendiri mengurus tanam. Apakah anakan itu hidup dan bertumbuh serta berbuah, jauh sekali dari perhatian orang-orang fungsional.

Ketiga, dua hal ini muncul karena mau tak mau sebagai bagian dari warga manusia yang sangat banyak ini, orang muda berada dalam kerangka sistem, ya sistem sosial, sistem politik, sistem ekonomi, sistem agama, sistem budaya. Tanpa mengabaikan kerangka sistem ini, segala potensi yang melekat pada orang muda, patutlah disadari lebih awal oleh orang muda itu sendiri.

Bahwasanya, orang muda adalah manusia yang memiliki kebebasan untuk berpikir jernih dan berkehendak baik, serta memegang kebebasan untuk berupaya apa saja yang konstruktif.

Berakar pada ini, maka apa yang dibilang produktif itu bukan terutama atas bantuan dan sentuhan orang-orang fungsional, melainkan terutama atas desakan dari diri terdalam orang muda itu sendiri. Apa yang berasal dari luar, itu adalah tambahan. Daya internal harus diandalkan setinggi-tingginya.*** (Kolom “Bentara” Flores Pos, 7 Juli 2017)

Baca juga: Migrasi Kaum Muda Bermotif Ekonomi

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s