Anggaran Pilgub NTT Sebesar Rp318 Miliar

Gambar berita koran, Flores Pos, 31 Juli 2017.

Oleh Leonard Ritan

Kupang, Flores Pos — Anggaran untuk penyelenggaraan pemilihan umum gubernur (Pilgub) 2018 untuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar Rp318 miliar dinyatakan sudah final dan tinggal menunggu penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara KPU dan Pemerintah NTT. Sedangkan untuk Bawaslu, Polisi dan TNI belum mendapat kepastian anggaran dari total anggaran yang diusulkan.

Ketua KPU Provinsi NTT, Maryanti Luturmas Adoe

Ketua KPU NTT, Maryanti Luturmas Adoe, menyampaikan ini kepada wartawan di Kupang, Jumat (28/7).

Tanti, demikian Maryanti Adoe biasa disapa, mengatakan, KPU dan Pemerintah NTT telah menyelesaikan pembahasan pagu dana pelaksanaan Pilgub NTT. Dalam pembahasan itu, telah disepakati dana sesuai dengan usulan KPU setelah melakukan rasionalisasi, yakni Rp318 miliar.

“Kami sedang menyelesaikan rancana kerja dan anggaran (RKA) untuk diserahkan kepada Pemerintah NTT melalui Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD). Pemerintah NTT berencana untuk mencairkan Rp200 miliar, sisanya akan dicairkan pada 2018,” kata Tanti.

Tentang sharing dana ke sepuluh kabupaten penyelenggara pilkada serentak pada 2018 mendatang, ia menyampaikan, pemerintah NTT sudah melakukan komunikasi. Diharapkan bahwa semua dana sharing akan segera ditandatangani bersamaan dengan penandatangan NHPD pilgub.

“Dana Pilgub NTT 2018  hanya untuk kebutuhan pelaksanaan program dan kegiatan KPU, sedangkan dana pengamanan diusulkan oleh Polda NTT senilai Rp20 miliar dan Korem 161/WS Kupang senilai Rp3 miliar,” tuturnya.

Masih Ada Perdebatan

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) NTT, Nelce Ringu, mengakui bahwa masih ada perbedaan pendapat terkait dana pengawasan pilgub. Bawaslu NTT sudah mengusulkan Rp127 miliar dan telah dibahas bersama.

Namun, Pemprov mengaku, nilainya hanya Rp122 miliar. Nilai yang diusulkan itu setelah dilakukan rasionalisasi sehingga, menurutnya, tidak ada angka lain lagi.

“Kami tidak pernah diskusi soal penurunan anggaran untuk Bawaslu. Kita tidak tahu Pemerintah dapat angka Rp122 miliar dari mana,” ujar Nelce.

Ia berharap, perbedaan pendapat segera diselesaikan sehingga pihak-pihak terkait melakukan penandatangan NPHD. Dengan demikian, Bawaslu NTT dapat menyiapkan segala sesuatu menjelang Pilgub NTT 2018.*** (Flores Pos, 31 Juli 2017)

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s