Dua Bulan Tak Cukup ya Pak?

Penjabat Gubernur NTT Robert Simbolon

Oeh Avent Saur

Diantar oleh adik kandungnya, catatan Belum Kalah sampai di tangan Robert Simbolon, Penjabat Gubernur NTT di Kupang pekan lalu.

Mungkin seusai atau sebelum apel bendera HUT Kemerdekaan RI, beliau mengabadikan dirinya dengan catatan kemanusiaan ini.

Tentu tak banyak harapan yang kita simpan pada pundak beliau khususnya terkait urusan pelayanan kesehatan jiwa di NTT.

Sebab ia hanya menjabat dua bulan, sejak dilantik Mendagri di Jakarta, 17 Juli 2018, berakhir 17 September.

Tanggal pada September itu, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi dilantik jadi gubernur dan wakil gubernur baru.

***

Tidak ada banyak hal yang dilakukan oleh Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara pada Badan Nasional Pengelolan Perbatasan (BNPP) Kemendagri ini.

Ia hanya pegang kendali untuk terus berjalannya administrasi pemerintahan dan berjalannya program-program yang sudah ada. Demikian juga, ia persiapkan pelantikan gubernur-wakil gubernur terpilih.

“Sesuai arahan Pak Menteri,” kata Robert pada pelantikan itu, “kami tetap akan fokus pada pelaksanaan pembangunan dan pelayanan terhadap masyarakat tetap berlanjut serta tidak ada gangguan hingga bekerjanya pemerintahan yang baru nanti di bawah Gubernur dan Wagub nanti yang terpilih.”

***

Namun setidaknya, bila ia membaca dan mendalami isi catatan sosial kemanusiaan terkait rakyat gangguan jiwa di NTT, kiranya akan ia pahami benar bahwa betapa peliknya derita rakyat gangguan jiwa.

Mungkin ia akan sampai pada titik simpul kecil bahwa rakyat gangguan jiwa di NTT bagai rakyat tanpa negara. Ini sudah berlangsung puluhan tahun.

Mungkin kecuali beberapa di antaranya sudah terakomodasi pelayanan politik kesehatan, tetapi sebagian besar amatlah memprihatinkan, tak ada jaminan apa pun.

Kiranya posisi yang hanya dua bulan itu diperpanjang bertahun-tahun, maka harapan mereka akan disimpan rapi di pundak Bapak asal Sumatra ini.

Tetapi kita tentu selalu memiliki harapan pada pemimpin baru di NTT. Apalagi rakyat-rakyat itu belum kalah dalam pergulatan hidupnya.*** (Ende, 20 Agustus 2018)

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in ASPIRASI, BERITA and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s