Hormati Sesama Manusia

Antonia Ari, Apoteker pada Rumah Sakit Jiwa Naimata, Kupang, NTT

Oleh Avent Saur

Enggan rasanya ketika menjadi narasumber pada Seminar Kesehatan Jiwa di Kampus Poltekkes Kemenkes Kupang akhir Juli 2018.

Sebab apa yang mau dibagikan kepada para peserta yang adalah 99,9 persen tenaga kesehatan? Dokter dan perawat mengisi kursi-kursi seminar itu.

Demikian juga dosen dan mahasiswa yang setiap hari melekat dengan ilmu dan praktik kesehatan. Ada.

Dan saya hanyalah konsumen kesehatan yang mengantre bersama para pasien lain jika berobat.

***

Ada banyak penanya dalam seminar itu. Salah satunya adalah Antonia Ari, seorang apoteker pada Rumah Sakit Jiwa Naimata, Kupang, NTT.

Bagaimana caranya supaya masyarakat bisa menerima orang dengan gangguan jiwa? Kira-kira demikian dia bertanya.

Saya kira tidak ada hal lain, selain pertama-tama kita mesti memandang sesama manusia bukan karena status sosial atau peran budaya atau fungsi agamanya. Demikian juga posisi politik.

Demikian juga kita menghormati sesama manusia bukan karena keadaan dan postur tubuhnya, atau keberhasilan dan sumbangannya dalam kehidupan bermasyarakat.

Bukan juga popularitasnya karena aneka potensi dan prestasi, atau rias wajah dan busananya.

Melainkan apa?

Seseorang dihargai karena dia adalah manusia. Di dalam diri setiap manusia ada martabat, ya menghormati sesama manusia karena dia manusia.

Maka adalah mesti kita lawan jika ada orang yang merendahkan sesamanya. Bukan orangnya yang kita lawan, melainkan pandangannya.

***

Kalau pandangan ini kita punyai dan biasa diwujudkan dalam kehidupan harian, maka kita akan dengan sendirinya tahu bagaimana bersikap dan bertutur terhadap saudara-saudari kita yang kebetulan menderita gangguan jiwa.

Kebetulan, sebab kita semua memiliki potensi mengalami gangguan jiwa. Sebab kita semua memiliki fungsi otak yang tentu saja bisa senyawa kimianya meningkat karena aneka sebab.

Kalau pandangan ini kita pegang baik-baik, dan kalau kebiasaan itu kita internalisasi setiap waktu, maka proses pemulihan mereka pun akan cepat lajunya.

Kesehatan jiwa pun akan semakin meningkat dari wakru ke waktu.

Salam #BelumKalah, Ari. Salam semangat dalam karya di RSJ Naimata.
_________
Ende, 28 Agustus 2018

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in FEATURE and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s