Air Mata Sekaligus Rahmat

Mengiringi kepergian teman saya, Pastor Petrus Baru Wake CP, saya membuat flyer refleksi ini sehari setelahnya. Bahwa “Pendek atau panjangnya usia kita, semuanya ada dalam genggaman-Nya.”

Dan dipublikasikan di media sosial Facebook: “Selamat Jalan Kawan”

Betapa tidak, usianya baru 37 tahun. Masih panjang perjalanannya untuk melakukan karya nyata dalam terang misi Tuhan yang memanggilnya.

Dia bertugas di Papua Nugini. Karena sakit, ia dipulangkan dan dirawat di Rumah Sakit Saint Carolus Jakarta. Napas terakhirnya terembus di sana.

Kabar itu tersiar di media sosial. Seorang kawan kelas kami yang tinggal di Maumere mengabarkan lebih jelas kepergian saudara kami ini, dan publikasinya menandai beberapa kawan lain.

Pada 23 September, ia diterbangkan ke Maumere. Di Biara CP Nilo, Flores, ia dimakamkan pada 25 September.

Kita sekalian tentu bersedih atas kepergian ini, sembari mendoakan beliau.

***

Satu hal yang unik bagi saya pada momen ini adalah kawan-kawan kelas beliau dikumpulkan melalui wadah media sosial.

Kami angkatan 2001-2002 Seminari Santo Paulus Mataloko, Kabupaten Ngada, Flores, pada hari itu, terhubung satu sama lain, dan membangun komunikasi melalui media sosial WhatsApp. Menyenangkan, bukan?

Selain mendoakan saudara kami Piter, kami juga bersendagurau dan bernostalgia. Ya sembari berkoordinasi untuk kumpulkan satu dua sen buat karangan bunga dan donasi kecil-kecilan buat keluarga Piter.

Kami sedih atas kepergiannya, kami juga bergembira karena oleh Piter, kami sekalian dipertemukan kembali. Kepergiannya adalah air mata, sekaligus sebuah rahmat.

Sebagaimana Tuhan bangkit, Piter yang pernah ditahbiskan dalam nama-Nya, pasti juga mengalami nikmatnya kebangkitan. Alleluia.

Selamat jalan kawan. Kami mendoakanmu, kawan juga mendoakan kami.

Ende, 26 September 2018

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in RENUNGAN and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s