Urgensi Pendidikan Kewirausahaan Mahasiswa

Ilustrasi wirausaha

Oleh Gabriel Tanusi

Gabriel Tanusi, Dosen Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Flores, Ende

Permasalahan utama yang dihadapi para lulusan perguruan tinggi (PT) di Indonesia adalah rendahnya minat dan motivasi untuk berwirausaha. Hal ini terlihat pada hasil survei sosial ekonomi terbaru yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2017, di mana jumlah pengangguran terbuka di Indonesia mencapai 7 juta orang (5,33%) didominasi pengangguran terdidik (sarjana). Kenyataan ini bisa diterima mengingat jumlah lulusan PT per tahun sekitar 655.000 orang dari sekitar 3.000 lebih PT.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengangguran terdidik menjadi masalah sangat serius sehingga banyak pihak mempertanyakan tingkat kemandirian lulusan PT di Indonesia. Semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin rendah kemandiriannya dalam berusaha.

Di samping rendahnya semangat kemandirian dalam berusaha, lulusan PT juga lebih memilih jadi pegawai pemerintah, baik aparatur sipil negara (ASN) maupun pegawai BUMN/BUMD. Lulusan PT enggan membuka lapangan pekerjaan baru. Hal ini disebabkan sistem pembelajaran yang diterapkan di PT yang pada umumnya lebih pada kecepatan lulusan untuk mencari kerja daripada kesiapan lulusan untuk menciptakan pekerjaan baru.

Rendahnya minat dan motivasi lulusan PT menciptakan lapangan kerja baru mendapat perhatian yang serius dari pemerintah khususnya dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kementerian Ristek dan Dikti) dengan memasukkan Pendidikan Kewirausahaan sebagai mata kuliah wajib bagi semua di PT di Indonesia tanpa melihat program studi asal mahasiswa tersebut. Pendidikan kewirausahaan harus dijalankan dengan kreaktif dan inovatif sehingga dapat membekali mahasiswa untuk mandiri dan tidak berorientasi menjadi pencari kerja ketika menyelesaikan studinya kelak.

Hal ini sering ditegas oleh pengusaha nasional Ciputra (2009). Bahwasanya mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu jangan hanya diajarkan bagaimana bisa bekerja dengan baik di bidang ilmunya, tetapi JUGA harus dipacu untuk bisa menjadi pemilik dari usaha-usaha sesuai dengan bidang ilmu yang digelutinya di PT.

Pendidikan Kewirausahaan

Pendidikan kewirausahaan merupakan salah satu bentuk aplikasi kepedulian dunia PT terhadap pembangunan SDM Indonesia. Dalam pendidikan kewirausahaan, nilai dan bentuk kerja diperlihatkan untuk mencapai kesuksesan. Dibentuk juga pola pikirnya, sikap dan perilakunya agar kelak menjadi seorang wirausahawan (entrepreneur) sejati. Mahasiswa pun diarahkan untuk memilih berwirausaha sebagai pilihan karier. Pendidikan kewirausahaan akan membentuk wirausaha-wirausaha dengan meningkatkan pengetahuan tentang bisnis dan membentuk atribusi psikologi seperti halnya kepercayaan diri, penghargaan terhadap diri sendiri, dan selfefficacy.

Pendidikan kewirausahaan di PT memiliki tujuan dan manfaat yang sangat besar bagi mahasiswa dalam mengembangkan potensi akademik dan kepribadian mahasiswa. Kalau diringkas, tujuan pendidikan kewirausahaan itu, antara lain (1) untuk meningkatkan kecakapan dan keterampilan mahasiswa khususnya sense of business sehingga akan tercipta wirausahawan muda yang potensial, (2) untuk mengembangkan wirausahawan baru yang berpendidikan tinggi, (3) untuk menciptakan unit bisnis baru berbasis Iptek, (4) untuk membangun jejaring bisnis antara pelaku bisnis wirausaha pemula dengan pengusaha (UKM) yang sudah mapan.

Sementara manfaat mempelajari pendidikan kewirausahaan bagi mahasiswa, antara lain (1) kesempatan mengasah jiwa kewirausahaan, (2) meningkatkan soft skill mahasiswa dengan terlibat langsung dalam dunia kerja, (3) meningkatkan keberanian mahasiswa untuk memulai usaha, (4) mendapatkan dukungan modal dan pendampingan secara terpadu.

Strategi membangun jiwa kewirausahaan mahasiswa dengan mata kuliah Pendidikan Kewirausahaan ini merupakan salah satu investasi berharga yang dilakukan pemerintah di bidang SDM dengan menyiapkan mahasiswa dalam memulai bisnis baru melalui integrasi pengalaman, keterampilan dan pengetahuan yang diterima mahasiswa. Dengan demikian, setelah lulus dari PT, mereka telah memiliki pilihan karier menjadi seorang pengusaha muda yang jadi kebanggaan.

Tentang peran penting PT dalam menciptakan wirausahawan muda di sebuah negara, pernah ditegaskan oleh Zimmerer (1996). Menurutnya, salah satu faktor pendorong pertumbuhan kewirausahaan di sebuah negara terletak ada peranan PT melalui penyelenggaraan mata kuliah yang berkaitan dengan bidang kewirausahaan. PT bertanggung jawab dalam memberikan keterampilan berwirausaha kepada para lulusannya dengan membentuk sikap, perilaku dan mengubah pola pikir lama yang hanya bisa mencari kerja, bukan menciptakan lapangan kerja baru.

Wirausahawan Muda

Wirausahawan adalah seseorang yang memiliki sikap, jiwa dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang bernilai dan berguna bagi dirinya dan orang lain. Wirausahawan memiliki sikap dan mental yang selalu aktif dan kreatif, berdaya dan bercipta, berkarsa dan bersahaja dalam meningkatkan pendapatan dari usahanya.

Dalam kiprahnya, seorang wirusahawan melibatkan dirinya dalam pembentukan sikap (attitude), pengembangan keterampilan (skill), dan pembekalan pengetahuan (knowledge). Dia berusaha mengembangkan potensi dirinya melalui pendidikan dan pelatihan dalam bentuk pengalaman, tantangan dan keberanian mengambil risiko dalam berusaha.

Pembentukan jiwa kewirausahaan lulusan PT, pada dasarnya, dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal, berupa sifat-sifat personal yakni sikap, kemauan dan kemampuan individu yang dapat memberi kekuatan individu untuk berwirausaha. Sedangkan faktor eksternal, berupa unsur dari lingkungan sekitar, seperti keluarga, lingkungan dunia usaha, lingkungan fisik, lingkungan sosial ekonomi, budaya dan kesempatan berusaha.

Baca: Kewirausahaan

Menurut Schumpeter (2009), wirausahawan adalah orang cerdas yang melihat adanya peluang, kemudian menciptakan sebuah organisasi untuk memanfaatkan peluang tersebut. Untuk mencapai tujuan yang diharapkan, seorang wirausahawan dituntut untuk (1) memiliki kepercayaan diri, kemandirian, individualitas dan optimistis, (2) selalu berusaha untuk mencapai tujuan, berorientasi pada keuntungan, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, pekerja keras, energik dan inisiatif.

Tuntutan lainnya adalah (3) memiliki kemampuan untuk mengambil risiko dan menyukai tantangan, (4) bertindak sebagai pemimpin, mampu bergaul dengan orang lain dan selalu menerima saran dan kritik yang membangun, (5) memiliki inovasi dan kreativitas yang tinggi, fleksibel dan memiliki jaringan bisnis yang bagus, serta (6) berorientasi pada masa depan.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Ahmad, dkk. (dalam Pril Ranto, 2016), ditemukan bahwa Pendidikan Kewirausahaan dapat menciptakan wirausahawan. Dalam proses perkuliahan, ada penekanan ada praktik pengalaman lapangan yang didukung oleh pengetahuan, keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh dalam ruangan kuliah.

Hasil penelitian Ahmad dkk. di atas menunjukkan, terdapat pengaruh besar mata kuliah pendidikan kewirausahaan di PT terhadap kemunculan wirausahawan-wirausahawan muda yang tersebar merata di seluruh Indonesia. Karena itu, PT perlu menerapkan pola pembelajaran kewirausahaan yang konkret kepada para mahasiswa berdasarkan masukan empiris agar mereka tergerak untuk berwirausaha. Indonesia sedang menunggu para wirausahawan muda lulusan PT yang ulet dan tangguh.*** (Flores Pos, 23 Oktober 2018)

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in OPINI and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s