Masyarakat Jangan Anggap Lumrah atas KDRT

Staf Truk Maumere memaparkan materi kepada peserta sosialisasi.

  • Sosialisasi Truk Cabang Ende di Kelurahan Onekore

Oleh Arsen Jemarut

Ende, Flores Pos–Masyarakat belum memahami secara baik terkait tindak pidana perdagangan orang dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Kasus kekerasan dalam rumah tangga sering kali dianggap sebagai tindakan yang lumrah. Anggapan ini menjadi salah satu faktor terus terjadinya kasus kekerasan terhadap perempuan.

Hal itu disampaikan Lurah Onekore, Yomans Hami, saat menghadiri sosialisasi yang digelar Tim Relawan untuk Kemanusiaan (Truk) Cabang Ende di Kantor Kelurahan Onekore, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende, Selasa (16/7).

Sosialisasi ini dihadiri 31 peserta yang terdiri dari staf Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Ende, Kader Posyandu, Bhabin Onekore, Ketua Lingkungan Onekore dan para staf Kelurahan Onekore.

Baca ulasan: Jika KDRT Terjadi

Hadir juga PDP PKH Kecamatan Onekore, Ketua PKK Kelurahan Onekore, Siswa SMKN 1 Ende yang sedang bermagang di Kantor Kelurahan Onekore dan masyarakat umum.

Sementara itu, dari pihak TRUK Cabang Ende, hadir Erlyn Istilca, Dafrosa Keytimu, Ida Gesi dan Suster Fanci Yanglera SSpS.

Sosialisasi Kontinu

Lurah Onekore, Yomans Hami, mengatakan, melalui sosialisasi tersebut, masyarakat baru memahami kriteria-kriteria tertentu yang dapat dipakai untuk menyatakan sebuah tindakan sebagai kekerasan.

Karena itu, lanjut Hami, TRUK Cabang Ende diminta untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar masyarakat memiliki pengetahuan yang cukup terkait tindak pidana perdagangan orang dan tindak kekerasan dalam rumah tangga.

“Masyarakat tidak boleh hanya mencegah tetapi juga harus tahu tindak pidana tersebut,” katanya.

Hami menambahkan, persentase korban perdagangan orang di wilayah yang ia pimpin terbilang masih rendah. Tetapi ada beberapa tenaga kerja di luar negeri yang ilegal dipulangkan dalam keadaan tak bernyawa. TRUK Cabang Ende harus rutin memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar masyarakat tahu terkait perdagangan orang.

Migrasi Aman

Sementara itu, Kru TRUK Cabang Ende, Dafrosa Keytimu, mengatakan bahwa warga yang ingin menjadi tenaga kerja di luar negeri harus mengikuti proses dan tahapan yang legal mulai dari perekurutan sampai pada keberangkatan ke negara tujuan.

Menurut Defrosa, perekrutan biasanya dilakukan oleh petugas lapangan Perusahaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (P2TKIS). Tahap selanjutnya, seleksi administrasi oleh P2TKIS, wawancara tentang latar belakang TKW dan kemampuan TKW.

“TKW juga harus ikuti pelatihan keahlian baik soal teori maupun praktik. Pada akhirnya, TKW akan mendapat sertifikat, selanjutnya tunggu paspor dan visa untuk keberangkatan ke negara tujuan,” katanya.

Defrosa juga mengatakan bahwa TRUK Cabang Ende akan melakukan sosialisasi di beberapa titik di Kabupaten Ende pada waktu mendatang.

Tim Pencegahan Kekerasan

Terkait usaha dalam memberantas kekerasan terhadap anak dan perempuan, Hami tengah membentuk tim pencegahan kekerasan terhadap anak dan perempuan. Pembentukan tim tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut pertemuan sebelumnya bersama Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Ende.

Menurut Hami, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab kekerasan dalam rumah tangga dengan korbannya adalah perempuan, antara lain ketidaksetaraan gender, faktor internal berupa masalah ekonomi dan faktor eksternal berupa anggapan masyarakat bahwa memukul perempuan atau anak adalah hal lumrah.

Tidak hanya membentuk tim pencegahan, Hami juga mengusulkan agar sosialisasi terkait perlindungan hak anak dan pemberantasan kekerasan terhadap perempuan harus diberikan pula kepada institusi pendidikan.

Berita terkait: Atasi KDRT, Peran Masyarakat Dibutuhkan

Hal ini penting sebab sebagian besar waktu anak dihabiskan di sekolah. Selain itu, sosialisasi menjadi kesempatan untuk menanam nilai sejak dini pada anak-anak.*** (Flores Pos, 17 Juli 2019)

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s