KKI Maumere Bebaskan 10 Pasien Terpasung

Koordinator Kelompok Kasih Insanis (KKI) Maumere, Vincetius (tengah), Pendiri KKI Flores Pater Avent Saur SVD (keempat dari kiri) bersama kru KKI lainnya, berbincang dengan Uskup Maumere Mgr Edwaldus Sedu di rumah kediaman uskup Lepo Bispu Maumere, 31 Mei 2019 lalu.

  • Rutin Dampingi 20 ODGJ

Oleh Wall Abulat

Maumere, Flores Pos — Kelompok Kasih Insanis (KKI) Maumere berhasil membebaskan 10 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Sikka yang selama bertahun-tahun terpasung.

KKI Maumere bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka dan beberapa Puskesmas setempat rutin memberikan pelayanan medis dan sosial kepada para penderita gangguan agar mereka berangsur pulih.

Koordinator KKI Peduli ODGJ Maumere, Vincensius Vicentis, yang dihubungi Flores Pos di Maumere, Senin (22/7), menjelaskan asal dan nama panggilan 10 ODGD yang berhasil dibebaskan dari pasung itu.

Para pasien itu, antara lain Erik asal Kabor di Kecamatan Alok, Mea asal Jalan Brai di Kecamatan Alok Timur, Joy yang berdomisili sebelah atas Gelora Samador di Kecamatan Alok, Petu di Kecamatan Nita, Jemi asal Nele Barat di Kecamatan Nelle.

Lima OGDJ lainnya, masing-masing beralamat di Belakang pengadilan Maumere, asal Rotat di samping Kapela, Nita Kloang dan Depan Seminari Tinggi Ledalero serta seorang pasien di wilayah Puskesmas Wolomarang

“Sebanyak 10 penderita yang dibebaskan dari pasung ini sedang menjalani pengobatan secara rutin di Puskesmas terdekat secara gratis,” kata Vinsensius.

Vincensius mengakui bahwa ia bersama 9 anggota KKI Maumere lainnya, terus memantau dan mengawasi minum obat serta rutin melakukan aksi kemanusiaan terhadap ODGJ seperti memberikan makanan, memberikan motivasi serta hiburan, dan menyadarkan masyarakat terutama keluarga agar bertanggung jawab terhadap anggotanya yang sedang menderita.

“KKI memberikan advokasi agar masyarakat, termasuk keluarga tidak boleh menstigmatisasi penderita. Kita butuh langkah konkret bantu ODGJ misalnya dengan rutin mengobati mereka. Pihak RS atau Puskesmas diharapkan turut menyebarluaskan pelayanan kepada para ODGJ”

“Misalnya dengan memasang poster atau stiker di Puskesmas yang berisikan pesan/informasi bahwa pihak puskesmas siap melayani ODGJ secara gratis. Ini sangat membantu ODGJ untuk mendapatkan kesembuhan,” kata Vincentius

Temui Uskup dan Bupati

Vincentius mengakui ia bersama Pendiri KKI Provinsi NTT, Pater Avent Saur SVD, yang menetap tinggal di Ende, menemui Uskup Maumere Edwaldus Martinus Sedu di Lepo Bispu Maumere dan Bupati Sikka Fransikus Roberto Diogo.

“Saya dan Pater Avent pernah temui Yang Mulia Bapak Uskup dan Bapak Bupati Sikka untuk menjelaskan secara sekilas tentang perkembangan pelayanan pasien yang kami tangani.”

“Kami juga bicarakan tentang rencana menggelar seminar nasional kesehatan jiwa yang akan digelar di Maumere dalam waktu dekat. Yang Mulia Bapak Uskup dan Bapak Bupati  mendukung langkah Dinkes dan KKI untuk menggelar seminar nasional tentang kesehatan jiwa di Maumere,” kata Vincentius.

Seminar Kesehatan Jiwa

Diberitakan media ini sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sikka menyikapi secara serius fenomena tingginya kasus gantung diri pada kalangan warga Sikka di mana selama periode Januari-Juli 2019 ini sudah terjadi 11 kasus.

Menyikapi hal ini, Dinkes bekerja sama dengan Fakultas Psikologi Univeristas Atmajaya Jakarta akan segera menggelar seminar nasional yang membahas secara khusus tentang kesehatan jiwa, depresi dan pencegahan bunuh diri yang akan berlangsung di Kota Maumere dalam waktu dekat.

Demikian dikemukakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sikka, Dokter Maria BS Nenu kepada media ini di ruang kerjanya, Jumat (19/7).

Menurut Dokter Maria, seminar seputar kesehatan jiwa dengan menghadirkan pelbagai nara sumber yang profesional termasuk Pakar Kesehatan Jiwa Nasional, Dokter Albert Maramis sangat penting dilakukan agar momen ilmiah ini bisa menggali pelbagai hal seputar kesehatan jiwa, depresi, dan akar permasalahan yang menyebabkan seseorang  mengakhiri hidup dengan cara menggantungkan diri.

“Kita membedah masalah ini secara serius dan tuntas. Kita butuh kajian mendalam seputar akar masalah mengapa sesesorang depresi”

“Mengapa banyak orang mengalami gangguan jiwa; dan mengapa pula seseorang melakukan aksi nekat mengakhiri hidup dengan bunuh diri, khususnya dengan cara menggantungkan diri.”

Kru Kelompok Kasih Insanis (KKI) Maumere, Pulau Flores, berpose bersama seorang pasien gangguan jiwa usai melepaskan pasungnya.

“Kita sedang berkoordinasi untuk memantapkan pelaksanaan seminar ini. Kita minta masukan dari banyak pihak, termasuk Ketua dan Pendiri KKI Flores, Pater Avent Saur SVD,” kata dokter Maria.*** (Flores Pos, 23 Juli 2019)

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s