Bebas Rabies 2020

Oleh Avent Saur

Kasus rabies pertama di Indonesia ditemukan pada 1884, oleh Esser. Kasusnya bukan pada hewan anjing atau kucing. Bukan juga pada kera atau kelelawar. Esser menemukan kasus itu pada kerbau. Kasus rabies pada anjing sebagaimana diketahui populer sekarang baru ditemukan pada 1989, oleh Pening.

Sedangkan kasus rabies pada manusia yang juga sedang terjadi hingga kini diketahui lima tahun kemudian yakni tahun 1889, oleh E.V. de Haan (yang lain menulisnya Eilerls de Zhaan). semua kasus tersebut terjadi di wilayah Jawa Barat.

Rabies terus menyebar ke seluruh Indonesia hingga di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kasus pertama di NTT terjadi di Flores Timur pada 1997. Sumbernya, dari anjing yang dibawa dari Pulau Buton, oleh warga Flores Timur.

Perlahan-lahan namun pasti, rabies yang adalah penyakit tingkat akut pada susunan saraf pusat tersebut terus menyebar dari satu titik ke titik lain hingga memasuki semua wilayah kabupaten di NTT.

***

Mengacu pada data publikasi media, sejak kasus pertama hingga 2013, kasus gigitan anjing terinfeksi rabies di NTT sebanyak 56.259 kasus, sejumlah 228 di antaranya menyebabkan meninggal dunia. Bila diakumulasi sejak kasus pertama hingga kini, entah berapa ratus ribu kasus jumlahnya.

Betapa tidak, dalam data Dinkes Kabupaten Sikka, tahun 2018 hingga Juni 2019 terdapat 1.567 kasus dengan spesimen hewan positif rabies 43 ekor anjing. Dua pekan terakhir, kasus rabies di Sikka dikategorikan sebagai kejadian luar biasa sejak 16 Juli 2019.

Pengendalian penyebaran rabies yang di beberapa wilayah dunia semisal Afrika, Asia, Amerika Latin melalui hewan perantara anjing, telah dilakukan oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Kementerian Pertanian hingga kini.

Harapannya, pada 2020, Indonesia bisa bebas rabies. Karena itu, pada tahun 2018, Dirjen ini sebetulnya telah mengalokasikan 250 ribu dosis vaksin rabies dengan nilai anggaran 4 miliar.

Namun rupanya laju kasus rabies di Provinsi Nusa Tenggara Timur begitu cepat sehingga alokasi tersebut tak berarti apa-apa untuk wilayah provinsi kepulauan ini, terutama di Sikka.

Bayangkan, ketika kasus semakin marak hingga terkategori kejadian luar biasa, baru dipikirkan tentang gencarnya vaksinasi hewan penyebar rabies khususnya anjing. Total anjing di Kabupaten Sikka pada 2018 sebanyak 50.000, bisa lebih dari pada itu pada 2019. Stok 6.000 dosis vaksi tidak cukup untuk jumlah anjing sebanyak itu.

Karena itu, Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Dinas Pertanian Sikka, dengan sigap mengalokasikan Rp500 juta untuk pengadaan 18 ribu dosis vaksin. Kebijakan anggaran darurat seperti ini sekaligus patut diapresiasi dengan harapan anggaran-anggaran terencana (bukan dadakan) akan diatur semaksimal mungkin.

***

Tentu kita tidak menyentil hanya Sikka, tetapi untuk Flores seluruhnya, bahkan NTT. Setidaknya, kebijakan yang sistematis terkait pengendalian kasus rabies di NTT begitu urgen untuk disusun dan diterapkan agar kasus pada satu wilayah tidak melaju cepat menyebar ke daerah lain.

Hanya dengan cara itu, ideal bebas rabies 2020 akan bisa terwujud.*** (Flores Pos, 22 Juli 2019)

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in OPINI and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s