Dibutuhkan, Intervensi Gubernur NTT Tangani Rabies

  • dr Asep Purnama: Mesti Terstruktur, Sistematis, dan Masif

Oleh Wall Abulat

Maumere, Flores Pos–Sekretaris Komite Bersama Rabies Flores-Lembata, dokter Asep Purnama, meminta Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat untuk mengintervensi, memimpin langsung dan secara terstruktur, sistematis dan masif (TSM) terhadap upaya-upaya konkret membebaskan rabies dari wilayah Flores-Lembata yang kasusnya kian meningkat belakang ini.

Sekretaris Komite Bersama Rabies Flores-Lembata, dokter Asep Purnama

“Gubernur mesti pimpin untuk membebaskan rabies dari Flores-Lembata,” kata Dokter Asep Purnama kepada media ini, Sabtu (20/7).

Menurut dokter Asep, seorang bupati tidak bisa menyelesaikan masalah rabies di Flores-Lembata. “Mengapa? Karena untuk membebaskan rabies dari Flores-Lembata perlu seluruh Bupati se-Flores Lembata bekerja serentak bersama-sama dan bekerja sama.

Untuk itu, Gubernur harus turun tangan memimpin upaya pembebasan rabies di Flores-Lembata,” kata dokter Asep.

Kalau satu kabupaten bekerja keras, lanjutnya, sementara kabupaten lain tidak peduli, maka rabies tidak akan bisa diusir dari Flores-Lembata. “Di sini perlu ada komando setingkat gubernur,” katanya.

Dokter Asep mengakui bahwa rabies masuk Flores tahun 1997, lalu tahun 2008 masuk Bali, dan pada 2019 masuk NTB. Kalau pemerintah tidak segera membereskan rabies di Flores-Lembata sangat mungking virus rabies akan ke Pulau Timor, Sumba dan Pulau-Pulau lainnya di NTT.

Kalau sampai ini terjadi, lanjutnya, maka upaya pembebasan rabies dari NTT akan kembali begitu berat dan berbiaya tinggi. “Sudah berapa Gubernur silih berganti memimpin NTT. Saya berharap di era Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat, Flores-Lembata bisa bebas dari rabies,” katanya, seraya berharap agar Gubernur NTT saat ini, Viktor Bungtilu Laiskodat, berkenan memimpin perjuangan kemanusiaan, membebaskan Flores-Lembata dari ancaman kematian virus rabies.

“Sudah 300 nyawa saudara-saudara kita tercinta mati sia-sia akibat rabies. Perlu berapa korban nyawa lagi sampai Flores-Lembata terbebas dari ancaman rabies,” katanya.

Penanganan secara TSM

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat

Dokter Asep, yang juga Spesialis Penyakit Dalam pada RSUD TC Hillers Maumere ini, menggarisbawahi pentingnya upaya penanggulangan rabies di Flores-Lembata secara terstruktur, sistematis (terencana) dan masif (TSM).

“Semoga dengan penanggulangan rabies yang terstruktur, terencana dan masif di bawah komando Gubernur NTT, dan didukung masyarakat, maka NTT (Nyawa Terancam Terus) akan berubah menjadi NTT yang merupakan New Tourism Theritory (Nikmat Tiada Tara),” katanya.

“Intinya vaksin anjing serentak dan lebih dari 70 persen. Misalnya, tentukan bulan Mei sebagai bulan vaksinasi rabies. Vaksin anjing seluruh Flores-Lembata pada bulan itu. Karena anjing-anjing kita kurang gizi dan cacingan, tidak semua anjing kita yang divaksin akan muncul antibodinya. Karena itu, sebaiknya bukan 70 persen melainkan 100 persen,” katanya.

Menurut dokter Asep, upaya promosi wisata NTT secara besar-besaran, bahkan Presiden Jokowi akan membenahi Labuan Bajo dengan Komodonya, semuanya akan sirna jika ada korban wisatawan mancanegara digigit anjing rabies, apalagi kalau meninggal.

“Contoh kasus, pernah ada wisatawan Australia yang digigit anjing di Moni. Untung tidak menyebar di dunia maya internasional. Karena itu, mari kita secara bersama-sama perangi rabies secara tuntas,” katanya.*** (Flores Pos, 22 Juli 2019)

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s