Gereja Terpasung, Gereja Memasung

Kaki seorang ibu terpasung di Bajawa Utara. Ibu yang menderita gangguan jiwa sudah puluhan tahun ini dikunjungi Kelompok Kasih Insanis (KKI) Ende-Bajawa pada 22 April 2018 lalu.

Oleh Avent Saur

Perayaan Pentakosta di Paroki Mataloko, Flores, pekan lalu diwarnai pencanangan yubileum 100 tahun paroki tersebut; selain penerimaan sakramen krisma terhadap 1000-an umat.

Puncaknya pada 2020 nanti. Akan ada aneka acara yang akan diciptakan dalam rentang waktu dua tahun ke depan. Continue reading

Advertisements
Posted in OPINI | Tagged , , , , , | 3 Comments

Idealis dalam Mutu, Populis dalam Pelayanan

Ekspresi sukacita usai kabar lulus UNBK 2018.

  • Tanggapan terhadap Louis Jawa (klik)

Oleh Bonefasius Zanda

Bonefasius Zanda, Guru SMAK Regina Pacis Bajawa dan Sekretaris Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) Cabang Ngada, Flores

Media Flores Pos, 16 Mei 2018 memublikasikan opini bertajuk “Sekolah Primadona dan Gereja (Mahal, Elitis dan Diskriminatif) karya Louis Jawa (LJ), seorang Pastor Kampung tinggal di Manggarai. Dari keseluruhan isinya, saya tertarik untuk menelaah sisi keuangan sekolah dalam kaitannya dengan kualitas khususnya sekolah-sekolah swasta yang dikelola oleh institusi agama terutama Gereja yang identik dengan elitis dalam pembiayaan. Continue reading

Posted in OPINI | Tagged , , , , | Leave a comment

Sekolah Primadona dan Gereja

  • Mahal, Elitisme dan Diskriminasi

Oleh Louis Jawa

Seorang teman dan rekan guru, Geradus Kuma Apeutung, dari SMPN 3 Wulanggitang, Desa Hewa, Kabupaten Flores Timur, mengepos status di media sosial Facebook, sebuah status yang tajam, kritis dan menohok budi dan hati.

“Pendidikan yang Baik dan Bermutu, Haruskah Mahal dan Elitis? Pengumuman hasil UN SMA dan sederajat menyisakan wacana dan gugatan. Pangkal soalnya adalah peringkat atas (10 besar) kelulusan untuk NTT didominasi sekolah swasta yang dikelola lembaga agama (Gereja).” Continue reading

Posted in OPINI | Tagged , , , , | Leave a comment

Warga Golo Muntas Minum Air Kubangan

Timba Air: Warga Golo Muntas di Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai, Pulau Flores, Provinsi NTT, menimba air kubangan untuk memenuhi kebutuhan minum, cuci, kakus, dan lain-lain.

Oleh Christo Lawudin

Ruteng, Flores Pos — Warga Desa Golo Muntas, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, Flores, belum mendapat pelayanan air bersih.

Hal itu dibuktikan dengan pemanfaatan air kubangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, minum, masak, mandi dan cuci. Warga terpaksa menggunakan air kotor lantaran sulit mendapatkan air bersih. Continue reading

Posted in BERITA | Tagged , , , | Leave a comment

Air Kubangan

Timba Air: Warga Golo Muntas di Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai, Pulau Flores, Provinsi NTT, menimba air kubangan untuk memenuhi kebutuhan minum, cuci, kakus, dan lain-lain.

Oleh Avent Saur

Nurani siapa tidak terenyuh dengan kabar ini: “Warga Golo Muntas di Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai, Flores minum air kubangan.”

Satu lagi, “Warga Tengatiba di Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo, Flores minum air kotor dan berbau”. Continue reading

Posted in OPINI | Leave a comment