Ibu

ibu

Ilustrasi

Oleh Kristo Suhardi

“Ibu, hari ini tulisan kakak kembali dimuat di koran,” teriak Anna, gadis berusia 13 tahun, seolah memecah keheningan yang tertata rapi pagi itu. Sebuah pagi yang menggigil lantaran dingin dan angin, meski jarum jam sudah menunjuk angka 08.30 Wita. Ruteng memang selalu begitu, dingin telah menjadi bagian tak terpisahkan dari seluruh narasi hidup penghuninya. Continue reading

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , | Leave a comment

Buah Solidaritas Gisela

  • Bentara Flores Pos

Oleh Avent Saur

Gisela

Gisela

‘Penderitaan’ balita Gisela telah usai, setidaknya, derita ketiadaan anus ketika ia dilahirkan. Anusnya telah dioperasi, dan kini sudah ‘normal’ sebagaimana manusia pada umumnya. Keadaan ini hanya mungkin dialami Gisela karena terhadap penderitaannya, ‘solidaritas’ berdatangan dari mana saja dan siapa saja. Seandainya, solidaritas itu tidak datang, maka bukan tidak mungkin, telur hidup Gisela yang berposisi di ujung tanduk maut itu, pasti jatuh dan pecah. Continue reading

Posted in OPINI | Tagged , , | Leave a comment

Orang di Pinggir Perhatian (5)

  • Orang Gila, Suster Lucia dan Panti Santa Dymphna

Oleh Avent Saur, SVD

Santa Dymphna2

Patung Santa Dymphna. Identitas patungnya, ada mahkota (perawan), pedang (dengan pedang ia dibunuh), Kitab Suci (Sabda Allah pedoman hidup), rantai (lambang sarana pemasungan orang gila), kepala binatang (setan).

Informasi yang Terpinggirkan

Sumber referensi yang dalamnya terpublikasikan narasi pilu hidup Santa Dymphna terbilang sangat terbatas, sedikit sekali, tak sampai hitungan jari tangan. Semuanya sumber elektronik, bukan website resmi, melainkan blog pribadi entah wordpress.com, entah blogspot.com.

Ada juga sebuah website, seperti Wikipedia.org (bahasa asing), tetapi informasi tentangnya, sama saja. Karena sangat terbatas, maka blog-blog itu hanya menyediakan kepingan-kepingan cerita. Narasi yang telah saya uraikan di atas adalah gabungan dari kepingan-kepingan itu, dan sangat boleh jadi, ada kepingan-kepingan tertentu yang luput dari perhatian. Continue reading

Posted in FEATURE | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Rupa-Rupa Kesembuhan (4)

Berpose bersama

Dua ibu (dari kiri) telah sembuh dari gangguan jiwanya setelah menjalani perawatan di Panti Santa Dymphna. Tampak Frater Danto sedang memangku Noven, anak tunadaksa.

  • Orang Gila, Suster Lucia dan Panti Santa Dymphna

Oleh Avent Saur, SVD

Suster Lucia CIJ, pendiri dan pemimpin Panti Rehabilitasi Cacat Mental (dan Orang Gila) Santa Dymphna Maumere, Flores

Suster Lucia CIJ, pendiri dan pemimpin Panti Rehabilitasi Cacat Mental (dan Orang Gila) Santa Dymphna Maumere, Flores

Selama kurang lebih 600 tahun (6 abad), nama Dymphna dan Pastor Gerebernus serta kedua orang lainnya itu tenggelam dalam “diam”. Tidak ada informasi terkait ada atau tidak adanya orang yang memprotes kejahatan keji dan kejam sang raja lokal itu, seperti pada era sekarang ini (andaikan terjadi pada zaman sekarang). Dalam kurun abad itu, tempat pemakaman mereka pun tidak diketahui oleh siapa pun. Dimakamkan secara tersembunyi oleh prajurit pembunuh atas perintah sang raja? Entahlah. Continue reading

Posted in FEATURE | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Namanya Santa Dymphna (3)

DSC04810

Pemandangan dari luar gerbang Panti Santa Dymphna. Tampak Frater Danto di pintu gerbang dan seorang suster PRR (bertugas di rumah Keuskupan Maumere).

  • Orang Gila, Suster Lucia dan Panti Santa Dymphna

Oleh Avent Saur, SVD

Suster Lucia CIJ, pendiri dan pemimpin Panti Rehabilitasi Cacat Mental (dan Orang Gila) Santa Dymphna Maumere, Flores

Suster Lucia CIJ, pendiri dan pemimpin Panti Rehabilitasi Cacat Mental (dan Orang Gila) Santa Dymphna Maumere, Flores

Sebuah panti sosial sudah mulai punya rupa. Tapi namanya? Memberi nama pada sesuatu tentu bukanlah hal yang sulit. Namun karena nomen is omen (nama adalah tanda), maka Suster Lucia mencari inspirasi dan bertukar ide dengan Suster Pemimpin CIJ saat itu. Disepakati, namanya, “Panti Santa Dymphna”.

Adalah lebih baik, kisah perihal orang kudus yang masih belia ini didalami sedikit serius. Dymphna wafat secara tragis sebagai martir pada tahun 620, dalam usia 15 tahun. Kepalanya dipenggal oleh ayahnya sendiri bernama Demon, seorang raja lokal (setingkat kepala daerah sekarang) di Irlandia. Continue reading

Posted in FEATURE | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment