Air Mata Wologeru

  • Kutak-Kutik Flores Pos

Oleh Avent Saur

Frans Seda-Berkat2

Pater Frans Seda SVD mengulurkan tangan ke atas orang tua dan keluarga besarnya, sambil membacakan doa berkat, dan menenteskan air mata.

Kampung Wologeru, Desa Randoria, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende. Kampung Wologeru, Stasi Wologeru, Paroki Wolotolo, Keuskupan Agung Ende.Administrasi

Ketika Pater Frans Seda SVD merayakan misa syukur imamatnya di kampung halaman Wologeru, tentu ada banyak hal yang diingat oleh orang-orang yang berpartisipasi di dalamnya. Keadaan jalan, misalnya, cukup riskan dan agak terbelakang. Tanjakan dan terjal, tikungan ke kiri dan kanan, bahkan ada yang seperti huruf “S”. Continue reading

Posted in OPINI | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Membangun Iman di Ranah Politik

  • Matius 22:15-21 (Mimbar Minggu Flores Pos, Sabtu, 18/10/2014)

Oleh Romo Silvianus M. Mongko, Pr

Menulis

Romo Silvianus M. Mongko Pr, Rohaniwan Keuskupan Ruteng, Tinggal di Kisol, Manggarai Timur

Bacaan-bacaan suci pada Minggu ini mengisahkan karya agung Allah di satu sisi, dan iman manusia sebagai tanggapan atasnya. Sebagaimana dikisahkan dalam bacaan pertama, Allah menunjukkan karya ajaib-Nya untuk membebaskan Bangsa Israel dari penjajahan dan pembuangan di Babilonia melalui nabi pilihan-Nya. Dengan itu, diharapkan bahwa manusia (Israel) dapat menanggapi secara positif karya keselamatan Allah, bahwa “Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain; kecuali Aku, tidak ada Allah” (Yes 45:5a). Melalui kata-kata ini, Allah ingin menegaskan hakikat diri-Nya, supaya dengan itu, manusia mengakui-Nya sebagai Allah satu-satunya yang menyelamatkan hidup manusia. Continue reading

Posted in RENUNGAN | Tagged , , , | Leave a comment

Pater Venti Bongkar Stereotip Kampung

  • Misa Perdana Imam Baru di Kampung Orong

Oleh Avent Saur

Pater Venti-Foto Bersama

Pose Bersama: Pater Venti (tengah baris kedua), orang tua dan imam konselebran pose bersama di depan panggung usai perayaan ekaristi syukur di halaman kampung Orong, Selasa (7/10) siang.

Labuan Bajo, Flores Pos – Pater Aventinus de Costa SVD telah membongkar stereotip Kampung Orong, di mana selama ini ada anggapan bahwa dari Kampung Orong tidak mungkin ada orang yang bisa menjadi imam. Stereotip itu dibangun karena dari tahun ke tahun, belasan calon imam dari kampung ini selalu gagal baik ketika mereka menjalani pendidikan di seminari menengah maupun seminari tinggi. Kegagalan itu dianggap sebagai hukuman atau kutukan Tuhan karena dahulu nenek moyang kampung itu pernah menampar pastor, membakar gereja dan sekolah. Continue reading

Posted in BERITA | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Pater Venti Sudah Jadi “Lalong”

  • Penyambutan Imam Baru di Kampung Orong

Oleh Avent Saur

Pater Venti-Jemput

Penyambutan: Pater Aventinus de Costa SVD (tengah berkalung kain adat Manggarai) berarak dengan warga Kampung Orong dalam acara penyambutan di Kampung itu, Senin (6/10) siang.

Labuan Bajo, Flores Pos – Imam baru Pater Aventinus de Costa SVD sudah menjadi lalong (pejantan perkasa) di Kampung Orong, karena ia telah dipilih Tuhan untuk menjadi imam-Nya, melalui sakramen tahbisan yang diterimanya di Seminari Tinggi Santu Paulus Ledalero, Maumere pada Rabu (1/10). Ia memasuki kampung Orong dengan wajah dan pakaian baru, dan hal ini mengangkat harkat dan martabat, serta nama baik kampung ini. Continue reading

Posted in BERITA | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Mencari Celana

  • Kolom Kutak-Kutik, Flores Pos, Kamis, 9 Oktober 2014

Oleh Avent Saur

DSC01671

Pater Avent dan saudara Ansel sedang eksen dengan baju kiriman seseorang itu.

“Kita memiliki rasa tanggung jawab moral-sosial. Dan itu satu paket dengan bagaimana tanggung jawab itu diwujudkan secara tepat sasar.”

Awal Oktober 2014 siang, sebuah paket dari Jakarta bertengger di kosen jendela kamar saya. Isinya, beberapa materi. Yang layak saya sebutkan di sini, dua lembar baju kaos berkerah; yang satu berwarna putih dan yang lain lagi biru langit muda. “Satu untuk Anselmus (pasien sakit jiwa yang sedang dirawat di RSUD Ende) dan satu untuk kalian.” Begitu pesan sang pengirim.

Menjelang malam, saya bergegas ke kantor. Setelah satu setengah jam bekerja, saya menelepon Anselmus. Continue reading

Posted in OPINI | Tagged , , , , | Leave a comment