“Om, Narkoba Itu Apa?”

Anak-Anak

Pater Avent sedang berbicang dengan anak-anak kelas enam sekolah dasar saat menyiapkan acara Malam Puisi di Pantai Ria Ende, Sabtu, 28 Juni 2014, siang.

Flores Pos, Kamis, 3 Juli 2014

  • Memaknai Hari Anti Narkoba Internasional

Oleh AVENT SAUR

narkoba2

Pada Sabtu, 28 Juni 2014, Komunitas Sastra Rakyat Ende (Sare) bekerja sama dengan pelbagai pihak menggelar “Malam Puisi” di Pantai Ria Ende. Acara ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan memaknai Hari Anti Narkoba Internasional 2014.

Siang hari, ketika menata panggung, beberapa anak di sekitar pantai Ria mengerumuni saya. “Om, Narkoba itu apa?” tanya anak-anak, lantaran tidak mengerti tulisan “Ma’e Pake Narkoba” yang tertera pada sebuah spanduk. Seorang teman kru Sare, yang sempat mendengarkan pertanyaan itu, spontan menyentil, “kamu tidak perlu tahu. Kalau kamu tahu, nanti kamu akan gampang terjebak di dalamnya”.

Sentilan (teguran) itu tentu bermaksud ‘menghalang’, tapi sama sekali tidak membuat saya terhalang untuk memberikan jawaban yang singkat, padat dan jelas. Dan tampaknya, anak-anak, yang sudah memasuki kelas enam sekolah dasar itu, ingin sekali mendapatkan jawabannya. “Narkoba itu singkatan dari narkotika dan obat-obat berbahaya. Narkotika itu salah satu jenis obat yang mengandung zat berbahaya, yang kalau dipakai, bakal buat kita tidak sadar (diri). Selain itu, obat itu juga akan merusaki tubuh kita: sakit dan berpenyakit. Dan karena itu, kita dilarang pakai obat itu (ma’e pake Narkoba). Kalau kita pake, nanti kita akan cepat mati dan masa depan kita hancur. Obat itu tidak dijual sebarangan, tetapi dijual sembunyi-sembunyi karena dilarang oleh polisi. Kalau kedapatan, penjualnya ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara; orang yang pake obat itu juga ditangkap.” Continue reading

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , | Leave a comment

Menelusuri Wawasan Kebangsaan

Opini Flores Pos, Sabtu, 21 Juni 2014

  • Konteks Debat Capres-Cawapres 2014

Oleh GABRIEL ADUR, SVD

Gabriel Adur

Gabriel Adur SVD, Pemerhati Masalah Sosial Politik, Tinggal di München, Jerman

Kalau boleh dibilang, proses pemilihan presiden dan wakil presiden tahun 2014 ini perlahan tapi pasti menampilkan wajah demokrasi. Meskipun dalam beberapa  kegiatan kampanye politik, para pendukung Capres dan Cawapres tertentu melakukan kampanye hitam, black campaign.

Dalam upaya mencerdaskan rakyat untuk memilih secara rasional, masing-masing kandidat, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Joko Widodo-Jusuf Kalla mendapat jadwal debat kandidat. Perdebatan publik yang ditayangkan lewat station TV untuk seluruh rakyat Indonesia. Perdebatan publik mencakupi lima tema yang berbeda. Dan kita ketahui bahwa di antara lima tema dimaksud, tidak ada yang membahas secara spesifik persoalan hak asasi manusia (HAM).

Melampui Kampanye Hitam

Jalan menuju pemilihan umum presiden dan wakil presiden kali ini memang tak luput dari sebuah catatan hitam. Sekali lagi, proses membangun demokrasi dinodai oleh kampanye-kampanye hitam. Metode dan substansi kampanye hitam, secara tidak langsung memperlihatkan beberapa hal yang berkaitan langsung dengan para calon.

Pertama, secara politis, kampanye hitam memperlihatkan sebuah ketidaksiapan politis kontestan untuk mempresentasikan visi dan misi politiknya ke masyarakat secara santun. Continue reading

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Sebulan Dirawat, Anselmus Semakin Membaik

DSC04842

Ansel dan Ayah Rafael Wanda

Berita Flores Pos, Rabu, 18 Juni 2014

Oleh REMIGIUS FOBIA (Wartawan Flores Pos)

Kondisi korban pemasungan Anselmus Wara, warga Kampung Kurumboro, Desa Tiwu Tewa, Ende Timur semakin membaik setelah dirawat intensif di RSUD Ende, sejak 16 Mei 2014. Disaksikan Flores Pos di ruang Sakura, kamar nomor 5, pada Senin (16/6) siang, Ansel yang ditemani ayah kandungnya Rafael Wanda, tampak cerah. Kedua kaki yang sebelumnya penuh luka borok dan luka di tulang punggung serta bagian pantat sudah sudah mulai sembuh.

Ansel mengatakan, tubuhnya mulai terasa ringan, tidak seperti sebelumnya, terasa sangat berat. Kalau sebelumnya, Ansel tidak bisa bangun sendiri dari tempat tidurnya, sekarang bisa bangun sendiri tanpa dibantu ayahnya atau perawat. Demikian juga, kalau sebelumnya, kaki tidak bisa ditekuk, sekarang bisa ditekuk sekalipun tekukannya hanya sekitar 15 derajat saja.

“Saya mengalami perkembangan yang cukup baik. Saya bisa bangun dan duduk sendiri di kursi roda, sekalipun kaki belum bisa bergerak sendiri. Kalau mau duduk di kursi roda, saya mesti mengangkat kaki satu demi satu pakai dua tangan. Kalau angkat kaki hanya pakai satu tangan, pasti terasa sakit sekali. Kaki tidak bisa digerakkan sendiri. Tapi dengan kursi roda, kaki saya bisa ditekuk sedikit, dan saya bisa mandi sendiri dengan posisi duduk di kursi roda. Saya bersyukur untuk keadaan ini,” katanya. Continue reading

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Independensi Media

Opini Flores Pos, Rabu, 18 Jni 2014

Oleh GUSTY FAHIK

Gusty Fahik

Gusty Fahik, Anggota Liga Mahasiswa Pascasarjana (LMP) NTT di Yogyakarta

“Hari-hari ini, Anda sedang menyaksikan wafatnya independensi media”.Begitu tulis seorang sahabat di status media sosialnya. Apakah ini berarti independensi media itu memang pernah hidup dan kini wafat, persis di tengah memanasnya kontestasi para elite politik memperebutkan kuasa? Atau independensi media memang sudah lama tiada, hanya publik terlambat menyadari ketiadaannya?

Pernyataan pun pertanyaan-pertanyaan di atas dapat dipakai untuk melihat dan memikirkan kembali peran media massa, yang oleh sebagian orang diidealkan sebagai pilar keempat demokrasi. Media massa dianggap sebagai salah satu ruang publik yang sejatinya bebas dari pelbagai kepentingan pribadi dan kelompok, sehingga bisa menjadi arena dimana terjadi saling tukar informasi, serentak saluran bagi aspirasi masyarakat.

Konglomerasi Media

Berpadunya kepentingan politik dengan kepentingan bisnis media massa di tanah air dapat dilihat dengan mengamati kepemilikan media-media arus utama nasional yang membawahi banyak media massa lokal. Hasil riset Centre for Innovation Policy and Governance (CIPG) menunjukkan, media-media arus utama di Indonesia dikuasai oleh 12 korporasi swasta, yakni MNC Group, Kompas Gramedia Group, Elang Mahkota Teknologi, Mahaka Media, CT Group, Berita Satu Media Holdings (Lippo Group), Media Group, Visi Media Asia, Jawa Pos Group, MRA Media, Femina Group, dan Tempo Inti Media. Continue reading

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Dulu Diculik, Sekarang Bela Penculik

Opini Flores Pos, Selasa, 17 Juni 2014

  • Catatan untuk Pius Lustrilanang dan Masyarakat NTT

Oleh JUAN ORONG (Dosen STFK Ledalero, Maumere, Flores)

Pius Lustrilanang dan Prabowo Subianto

Prabowo Subianto dan Pius Lustrilanang

Untuk keduakalinya politikus Partai Gerindra, Pius Lustrilanang terpilih sebagai anggota DPRI dari Dapil Satu NTT (Flores, Lembata, dan Alor). Selain dia, anggota DPR petahana dari Dapil yang sama, yang tetap bertahan di Senayan adalah Honing Sanny (PDI-P), Melkhias Mekeng (Golkar), Laurens Bahang Dama (PAN), Benny Kabur Harman (Demokrat). Dari enam anggota DPR Dapil Satu NTT, yang berhasil ke Senayan hanya satu wajah baru, yakni Johny Plate dari Partai NasDem.

Dari antara mereka, hanya Pius Lustrilanang yang bukan kelahiran NTT. Pius Lustrilanang yang berasal dari Palembang itu terhitung satu dari segelintir anggota dewan yang didukung konstituen bukan dari daerah asalnya.

Secara politis, terpilihnya Lustrilanang sebenarnya menggambarkan dua karakter positif dari demokrasi. Pertama, orang Flores, Lembata dan Alor agaknya telah lebih demokratis dalam hal memilih. Apriori tentang tradisi primordialisme dalam Pemilu menjadi kurang terbukti di Dapil Satu NTT.

Kedua, kualitas pengaruh figur seorang Pius Lustrilanang mengalahkan putra/putri kelahiran NTT, seperti Laurens Tato, Yofani Maria Renya Rosari, Josef A. Naesoi, Emanuel Melkiades Laka Lena, Cipry Aur, Cyillus Iryanto Kerong, Andreas Hugo Parera, Petrus Salestinus, Sonny Keraf, dan beberapa yang lain. Continue reading

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , | 2 Comments