Tim Kemenkes Dalami Pelayanan Kesehatan Jiwa di Ende

Tim Kemenkes berpose bersama relawan Kelompok Kasih Insanis (KKI) Ende di halaman Biara Santo Konradus Ende, Flores, Selasa (9/10). Tampak dua poster peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 10 Oktober 2018 bertuliskan “Stop Pasung, Stigma & Diskriminasi”.

  • Pater Avent Saur SVD Masuk Nominasi 10 Besar Menkes Award

Oleh Anton Harus

Ende, Flores Pos–Tim dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia mendalami pelayanan kesehatan jiwa di Kabupaten Ende, Senin-Selasa (8-9/10). Tim menemui pelbagai pihak, antara lain Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, Wakil Bupati Ende Djafar Achmad dan pihak Puskesmas Kotaratu.

Tim juga menemui pasien gangguan jiwa, keluarga pasien gangguan, tokoh masyarakat dan relawan Kelompok Kasih Insanis (KKI) Provinsi NTT yang berpusat di Ende.

Tim Kemenkes terdiri dari Titik Suwarti, Administrator Kesehatan pada Subdirektorat Masalah Kesehatan Jiwa Dewasa dan Lanjut Usia; Heru Sunaryo, Kepala Subdirektorat Penggunaan Obat Rasional pada Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan; dan Nidia Mandayani, Analis Kepegawaian Mahir Biro Kepegawaian pada Sekretariat Jenderal Kemenkes.

Heru Sunaryo mengatakan, pelbagai pihak ditemui agar Kemenkes mengetahui sedikit lebih dalam tentang pelayanan kesehatan jiwa di Ende. Hal yang sudah maju tentu diapresiasi, sementara aneka kekurangan diharapkan akan dievaluasi agar pelayanan ke depan akan semakin baik.

Pada semua pihak yang ditemui, Kemenkes memberikan dorongan agar mengobati dan mencegah gangguan jiwa harus dilakukan secara bersama baik pemerintah yang diwakili oleh para pejabat dan pegawai pada dinas kesehatan dan fasilitas kesehatan, maupun masyarakat semisal relawan sosial Kelompok Kasih Insanis.

“Kita berharap Ende akan lebih maju dan menjadi model bagi kabupaten lain di Ende,” tuturnya ketika berdialog dengan Wakil Bupati Ende Djafar Achmad di ruang kerjanya, Selasa (9/10).

Heru juga mengatakan bahwa kehadiran timnya di Ende terutama untuk melakukan verifikasi lapangan terkait masuknya Pater Avent Saur dalam 10 besar nominator penerima Menkes Award 2018. Tim ingin melihat langsung kegiatan Pater Avent bersama para relawan KKI di Ende.

“Penghargaan ini akan diberikan kepada 5 penerima. Mudah-mudahan Pater Avent bisa masuk ke dalam 5 besar,” katanya.

Tahu aneka Kendala

Kepala Seksi Penyakit Tidak Menulis dan Kesehatan Jiwa pada Dinkes Ende, Petra Felisitas Kade, yang mendampingi Tim Kemenkes bersama relawan KKI, mengatakan bahwa kehadiran tim ini dinilai penting agar Kemenkes mengetahui aneka kendala di daerah terutama terkait pelayanan kesehatan jiwa.

“Kita berharap Kemenkes akan berikan perhatian lebih pada wilayah kita. Perlahan-lahan kita sudah mulai layani pasien gangguan jiwa bersama relawan KKI. Aneka kekurangan akan kita perbaiki pada waktu mendatang,” tuturnya.

Temui Beberapa Pihak

Tim kemenkes mengawali kunjungan di Ende dengan menemui Ketua Kelompok Kasih Insanis Provinsi NTT Pater Avent Saur SVD pada Senin (8/1). Pada Selasa (9/10), tim berkunjung ke Dinkes Ende, RSUD Ende, Wakil Bupati Ende, tokoh masyarakat dan dua mantan pasien korban pasung serta keluarga pasien di Desa Gheoghoma, Kecamatan Ende Utara.

Tim juga berkesempatan menemui tokoh agama yakni Rektor Biara Santo Konradus Ende Bruder Pio Hayon SVD dan relawan KKI di lobi Biara Santo Konradus.

Bersama relawan KKI, tim melakukan foto bersama di halaman Biara Santo Konradus Ende menandai peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang jatuh pada 10 Oktober 2018. Tim Kemenkes juga memberikan selembar kertas penghargaan dari Menteri Kesehatan serta beberapa oleh-oleh lainnya.

Bukan untuk Award

Pater Avent Saur pada kesempatan itu menyatakan terima kasih atas kehadiran tim Kemenkes di Ende yang melihat langsung kegiatan KKI dan menemui beberapa pihak terkait.

Pater Avent menerima piagam penghargaan dari Menteri Kesehatan RI, yang diwakili Heru Sunaryo, Kepala Subdirektorat Penggunaan Obat Rasional pada Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kemenkes, Selasa (9/10) di Biara Santo Konradus Ende.

Menurut Pater Avent, pelayanan kesehatan jiwa di Kabupaten Ende, dan di Provinsi NTT pada umumnya, baru dilakukan dalam 2 tahun terakhir. Karena itu, banyak hal yang mesti dilakukan ke depan sebab ada ribuan rakyat gangguan jiwa yang sudah lama tak mendapat pelayanan.

Terkait masuknya Pater Avent dalam 10 besar nominator Menkes Award, ditegaskannya bahwa kepedulian terhadap orang-orang dengan gangguan jiwa yang dilakukannya sejak 2014 lalu tentu bukan untuk mendapat penghargaan baik dari pemerintah maupun pihak swasta.

Menurutnya, yang paling penting adalah pemerintah baik nasional maupun daerah bersama-sama meningkatkan pelayanan kesehatan jiwa. Obat-obatan, misalnya, harus disediakan. Pihak puskesmas juga mesti terus mendatakan warga yangmenderita gangguan jiwa. Para tenaga kesehatan mesti dilatih agar melayani secara profesional.

“Kita tentu bersyukur atas raihan 10 besar, atau apa pun namanya. Ini bukti bahwa kita saling mendukung dalam pelayanan keswa. Sampaikan salam kepada Menteri Kesehatan, kiranya rakyat gangguan jiwa semakin diperhatikan,” tuturnya.*** (Flores Pos, 11 Oktober 2018)

Tim Kemenkes berpose di ruang kerja Wakil Bupati Ende Djafar Achmad dengan memegang buku “Belum Kalah” karya Pater Avent Saur SVD, Selasa (9/10).

Baca juga: Yayasan Sosial Berikan Plakat Penghargaan kepada Pemda Ende

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s