Kaul Kekal Bukan Titik Puncak

Blog

Lima bruder yang berkaul kekal, Sabtu (15/8).

  • Kaul Kekal 5 Bruder SVD di Ende

Oleh Avent Saur, SVD

????????????????????????????????????

Pater Leo Kleden, SVD

Ende, Flores Pos — KAUL KEKAL yang diikrarkan oleh para biarawan bukanlah sebuah titik puncak, melainkan sebuah tapal batas untuk melanjutkan ziarah iman. Dalam perziarahan itu, biarawan menyusuri jalan yang paling panjang dan paling sulit yakni jalan menuju jati diri yang harus ditempuh dan ditulis dengan tabah dan setia dalam seluruh hidup baktinya.

Hal ini disampaikan Provinsial SVD Ende Pater Leo Kleden SVD saat memimpin perayaan kaul kekal kelima bruder SVD di Aula Biara Santo Konradus (BSK) Ende, pada Sabtu (15/8), pukul 17.00-19.30 Wita. Kelima bruder itu, antara lain Bruder Yonatas Ulu Seran SVD, Bruder Matheus Anin SVD, Bruder Vinsen Tuas Koi SVD, Bruder Vinsen Seran SVD dan Bruder Isidorus Mauloko SVD.

Perayaan kaul kekal ini bertepatan dengan Hari Raya Maria Diangkat ke Surga yang dirayakan pada 15 Agustus setiap tahunnya. Hadir dalam perayaan tersebut, Rektor BSK Ende Bruder Edel Atalema SVD, Vikep Ende-Lio Romo Adolfus Keo, para pastor dan bruder utusan dari Provinsi SVD Jawa, keluarga dari kelima yubilaris, biarawan-biarawati dan para undangan lainnya. Perayaan dimeriahkan oleh paduan suara Klarita Ende.

Kaul Kekal Bukan Titik Puncak

Pater Leo Kleden mengatakan, moto “Siapakah Aku Ini?” yang diusung kelima yubilaris merupakan sebuah pertanyaan tentang jati diri. Pertanyaan ini pernah dilontarkan Elisabet, seorang perempuan tua dalam Injil, ketika menerima kunjungan Maria, saudarinya: Siapakah aku ini sampai Ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?

Pertanyaan ini juga, lanjut Pater Leo, pernah direnungkan Maria ketika menerima kabar dari malaikat Gabriel: Siapakah aku ini sehingga terpilih menjadi Bunda Almasih padahal aku belum bersuami?

“Kelima bruder juga bertanya, ‘siapakah aku ini sehingga boleh mengalami saat rahmat kaul kekal? Siapakah aku ini, aku yang adalah anak miskin dari keluarga sederhana, yang pernah bekerja sebagai buruh kasar tanpa gaji yang memadai, yang pernah bertualang luntang-lantung dari kota ke kota mencari sesuatu yang tak tergapai, yang pernah dicap sebagai preman dan berandal, yang pernah menghabiskan hari-hari berat dengan rokok dan minum mabuk bersama rekan-rekan pekerja kasar? Siapakah aku ini?” kata Pater Leo menyetir kisah panggilan para bruder yang dimuat media Flores Pos, Edisi Senin-Jumat, 10-14 Agustus 2015.

“Selama masa pembinaan kalian pernah bergutat dengan pertanyaan itu (who am I?) untuk mengenal diri lebih baik dan lebih mendalam. Waktu itu kalian mungkin berpikir bahwa kamu sudah mengenal jati dirimu dengan tepat. Tidak! Jalan yang paling panjang dan paling sulit adalah jalan menuju jati diri. Dan kaul kekal bukanlah titik puncak, melainkan hanyalah tapal batal untuk ziarah iman selanjutnya di mana engkau merajut jati dirimu bersama Yesus yang memanggil kamu,” lanjutnya.

Tempat Misi

Pada kesempatan itu, Pater Leo juga mengumumkan tempat tugas para misionaris baru tersebut. Bruder Isidorus Mauloko diutus ke rumah generalat (biara pusat) SVD di Roma-Italia, Bruder Vinsen Seran diutus ke Provinsi SVD Jawa, Bruder Matheus Anin diutus ke Provinsi Italia (mencakup Italia, Moldova dan Rumania), sedangkan Bruder Vinsen Tuas Koi dan Bruder Yonatas Ulu Seran masih menunggu keputusan Pater General SVD dan Dewannya di Roma.

“Pergilah dengan sukacita ke tempat tugas tersebut. Kaul bukanlah beban yang harus ditanggung dengan muka muram, melainkan anugerah terindah yang membuat hidup kita menjadi sebuah madah untuk Tuhan. Paus Fransiskus mengimbau bahwa hidup bakti kita harus menampakkan kegembiraan injili (evangelii gaudium),” katanya.

Maria sebagai Penuntun

Dalam khotbahnya, Pater Leo mengajak kelima bruder untuk menjadikan Bunda Maria sebagai penuntun jalan mereka dalam mengikuti Yesus. Ada empat poin penting yang digarisbawahi Pater Leo.

Pertama, seperti Maria, melalui nazar kaul, engkau (para bruder) mempersembahkan hidup baktimu sebagai peziarah iman yang harus hidup dari firman. “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu”.

Kedua, penghayatan kaulmu hendaknya memancarkan kegembiraan injili, dan dengan demikian, seluruh hidup baktimu menjadi sebuah madah pujian untuk Tuhan. Kata Maria, “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah Juruselamatku”.

Ketiga, dalam ziarah iman, ada saat-saat gelap yang tidak kau pahami, ada pengalaman sulit dan berat yang tidak kau mengerti. Semoga, dalam saat-saat seperti ini, engkau tetap ingat dan belajar dari Maria yang menyimpan dan merenungkan semuanya itu di dalam hatinya, dan memasrahkan semuanya kepada penyelenggaraan Ilahi.

Keempat, ziarah iman mengikuti Yesus selalu berpuncak pada salib dan kebangkitan. “Salib adalah rezeki sehari-hari seorang misionaris,” kata Santo Yosef Freinademetz, misionaris sulung SVD. Semoga Maria yang setia menyertai Yesus sampai di kaki salib-Nya, setia menyertai kamu agar dalam pengalaman salib, kamu tetap bisa menjadikan hidup baktimu sebuah madah pujian untuk Tuhan.

Inspirasi dan Dasar Perjuangan

Bruder Yonas Ulu Seran yang membawakan kata sambutan mewakili keempat temannya mengatakan, moto “siapakah aku ini?” merupakan inspirasi dan dasar perjuangan serta dasar keterlibatan mereka dalam karya Allah yang dipercayakan kepada mereka melalui SVD.

“Dengan pertanyaan ini, kami meletakkan pengharapan dan kesetiaan kepada Allah untuk mengabdikan diri bagi semua orang yang dipercayakan kepada kami. Dengan kemampuan diri apa adanya, Tuhan memilih kami untuk bergabung dalam mega proyek-Nya yakni mewartakan kabar baik kepada dunia,” ujarnya.

Lanjutnya, “pertanyaan itu juga sangat misterius dalam liku-liku perjalanan panggilan kami. Pada masa awal, postulat tahun 2006-2007, kami berjumlah 18 orang. Dalam perjalanan, yang melanjutkan pembinaan di masa novisiat berjumlah 17 orang. Yang menyelesaikan masa novisiat dan mengikrarkan kaul pertama pada tahun 2009, berjumlah 12 orang. Yang diutus studi sebanyak 11 orang. Yang berhasil menyelesaikan studi, berjumlah 6 orang. Yang berkaul kekal, berjumlah 5 orang”.

Bruder Yonas juga mengucapkan terima kasih kepada pelbagai pihak, antara lain pemimpin SVD di Roma yang telah memperkenankan mereka mengikrarkan kaul kekal dalam SVD. Mereka juga mengucapkan terima kasih kepada para pendidik, formator, orangtua dan keluarga, serta pelbagai pihak yang terlibat dalam proses perjuangan panggilan mereka.

Sementara Chrivinus Bau Mali, mewakili orangtua dan keluarga para yubilaris menyatakan syukur atas pengikraran kaul kekal anak-anak mereka.

“Kami sebagai orangtua dan keluarga merasa bersyukur kepada Tuhan, dan berterima kasih kepada pelbagai pihak yang mendukung mereka dengan pelbagai cara terhadap perjalanan hidup kelima yubilaris,” katanya.

Mereka Berkualitas

Sebelum hari puncak pengikraran kaul kekal, Rektor BSK Ende Bruder Edelbertus Atalema SVD mengatakan, SVD sejagat dan komunitas BSK Ende patut berbangga karena pada tahun ini, jumlah bruder yang mengikrarkan kaul kekal terhitung cukup banyak dibandingkan dengan tiga tahun terakhir yang berjumlah hanya satu atau dua orang saja.

“Saya mendampingi mereka sejak masa postulat pada tahun 2006, dan pada dasarnya, mereka pantas bergabung ke dalam SVD karena pelbagai kualitas diri yang memenuhi tuntutan serikat,” ujar Bruder Edel yang secara intens mendampingi kelima bruder ini dalam masa probasi Januari-Juli 2015.

Mereka sangat militan dalam bekerja, lanjut Bruder Edel, dan sangat serius menghidupi dan menjawabi panggilan Tuhan yang mereka miliki. Dalam mendampingi perjalanan panggilannya, tidak ada kesulitan yang berarti karena mereka tergolong pribadi yang santun, gampang berkomunikasi dan setia dalam menjalankan tugas serta berdisiplin tinggi.

“Mereka, semuanya, berasal dari daratan Timor. Tentu kenyataan ini mengingatkan kita akan permulaan misi SVD di Indonesia yang dimulai oleh misionaris dulu di Paroki Lahurus Atambua, Kabupaten Belu, pada Maret 1914 silam. Pada tahun 2014 lalu, SVD genap 100 tahun di Indonesia. Kelima bruder ini adalah hadiah terindah untuk SVD dan untuk misionaris awal tersebut,” ujarnya.

Layani Seturut Profesi

Yubilaris Bruder Isidorus Mau Loko mengatakan, di tengah konteks dunia yang diwarnai pelbagai persoalan dalam pelbagai aspek, dirinya dan teman-teman berani memutuskan untuk mengabdikan diri kepada Allah melalui pelbagai bentuk pelayanan kepada umat-Nya.

“Kami sudah dipersiapkan selain melalui pembaruan kaul sementara dari tahun ke tahun, tetapi juga melalui persiapan intens dalam retret agung yang berlangsung di Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero, Maumere, selama kurang lebih sebulan, 4 Juli sampai 6 Agustus 2015. Kami sudah menyiapkan diri untuk mengikrarkan kaul kekal, menjadi anggota tetap dalam SVD dan menjadi misionaris yang diutus ke mana saja pemimpin SVD kehendaki,” katanya.

Bruder Isidorus juga mengatakan, seturut keahliannya dalam bidang teknik mesin, dirinya ingin melayani orang-orang kecil terutama anak-anak muda yang ingin memiliki keterampilan dalam bidang teknik menin.

“Ada banyak anak muda baik yang putus sekolah maupun yang tidak bersekolah sama sekali, dan mereka seringkali menganggur, tidak memiliki pekerjaan untuk masa depan mereka, atau juga hanya berburuh pada pengusaha dengan gaji yang pas-pasan. Saya berkomitmen untuk melayani anak-anak muda seperti ini. Saya ingin melatih mereka untuk berkeahlian dalam bidang yang sudah saya rengkuh di bangku kuliah. Mungkin dengan cara ini, ada suatu perubahan sosial-ekonomi dalam diri umat yang dipercayakan kepada saya,” katanya.*** (Flores Pos, Jumat 14 Agustus 2015 dan Selasa, 18 Agustus 2015)

Baca juga:

Kisah Panggilan Bruder Yonatas Ulu Seran, SVD (1)

Kisah Panggilan Bruder Isidorus Mau Loko, SVD (2)

Kisah Panggilan Bruder Vinsen Tuas Koi, SVD (3)

Kisah Panggilan Bruder Vinsen Seran, SVD (4)

Kisah Panggilan Bruder Matheus Anin, SVD (5)

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s